TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
198


__ADS_3

Bryan sangat murka melihat gambar dirinya di pintu kamar Reva yang terpampang jelas apalagi gambar wajahnya mata melotot rahang mengeras membuat orang takut melihat gambar tersebut


Para pengawal yang mengikuti Brayen menahan tawanya dengan cepat Langsung melepaskan gambar tersebut untung saja tak ada yang melihat gambar tersebut Selain Mereka


Brian langsung menghubungi Reva sedangkan di dalam kamar Reva tampak Reva sedang malu-malu kucing melihatkan istri yang baru keluar dari kamar mandi tapi belum juga dia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya


Ponselnya berdering dan tertera nama Brayen, Reva langsung mengangkat ponsel tersebut setelah berbicara Reva pun keluar di depan pintu tampak Brayen sedang menunggunya dengan dua pengawal


Brayen menatap tajam Reva membuat Reva bingung karena tak merasa melakukan kesalahan apapun


"Katakan padaku siapa yang mengajari mu memasang foto ku di pintu kamara mu." tanya Brayen dengan kesal


"Bukanya tuan menyuruhku menaruh sesuatu di depan pintu agar tak ada yang mengagu ku saat buka paket, jadi aku memasang foto tun yang sedang marah karena aku yakin tak akan ada yang berani mengagagu ku saat aku memasang foto tuan saat marah." ucap polos Reva


Brayen menepuk jidatnya mendengar perkataan Reva, "apa ku sadar kau telah membuatku sangat malu dengan memasang foto wajahku di depan pintu kamarmu." ucap Brayen

__ADS_1


"Maaf tuan muda aku pikir itu adalah hal yang dapat membuat aku tak di ganggu." ucap Reva


"Aku pikir kau sudah pintar setelah menikah, sepertinya kau semakin bodoh setelah menikah, aku akan ..." belum selesai Brayen berucap


"Reva Langsung memegangi kedua kaki Brayen yang sedang duduk di kursi, aku mohon tuan jangan batalkan pernikahan kami, jangan ambil istriku aku sangat mencintai istriku." ucap Reva seperti anak kecil


Brayen berusaha melepaskan kakinya yang di pegangan erat oleh Reva, " lepaskan aku dan bangunlah." ucap Brayen, tapi Reva mengeleng tak mau


Kedua pengawal tersebut langsung menarik Reva agar melepaskan Brayen dengan terpaksa Reva melepaskan kaki tuanya


"Karena kau sudah membuat kesalahan fatal jadi aku akan menghukum dirimu." ucap Brayen


"Tuan apa hukumannya bisa di pending dulu setelah aku membuka paket malam pertamaku, aku mohon tuan beri aku keringanan untuk kali ini saja." ucap Reva tawar-menawar hukumannya


"Enak sekali kau tawar-menawar denganku ini hukuman yang pantas untuk mu ." ucap Brayen, tapi saat hendak menghukum Reva, ponsel Brayen berbunyi membuat Brayen Langsung mengakat ponselnya

__ADS_1


"Setelah berbicara dengan penelepon tersebut Brayen menatap Reva, malam ini kau selamat karena istriku menyuruhku kembali ke kamar tapi tidak ada lain kali." ucap Brayen


"Terimakasih tuan atas kebaikan hati tuan aku tak akan melupakannya." ucap Reva sumringah masuk ke dalam kamarnya kembali


Tampak Sayfa dengan wajah sendu melihat Reva membuta Reva Langsung menghampiri istrinya


"Ada apa de kenapa dengan wajahmu." tanya Reva


"Maaf mas." ucap Sayfa sambil menunduk


"Ada apa coba katakan pada mas." tanya lembut Reva


"Sepertinya kita harus menunda malam pertama kita mas aku sedang kedatang tamu." ucap Sayfa


"Di mana tamunya nanti mas usir." ucap polos Reva

__ADS_1


"Aku lagi datang bulan mas." sontak saja ucapa Sayfa bagikan petir di siang bolong, "apa ini karma karena membut ketuanya marah padanya kok cepat amat datangnya." pikir Reva.


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya


__ADS_2