
Lusi kemudian kembali memasak makan siang untuk dia dan Brian, sungguh dia tak menyangka ternyata Brian mempunyai saudara kembara
"apa dia yang mempunyai kantor arsitek di sebelah ," tanyak Lusi yang sudah duduk di meja makan bersama Brian
" iya,ayo makan," ucap Brian
setelah makan sian Brian dan Lusi ke ruang tv mereka duduk bersama
"apa kau suka dengan kamarmu," tanyak Brian
"aku sangat suka,sangat bagus,"ucap Lusi
"apa kau sudah melihat isi lemari pakeanmu dan kantung belanjaan yang ada di atas meja rias ," tanyak Brian
Lusi langsung menatap pada Brian
" apa barang-barang tersebut milikku,"tanyak Lusi yang sangat terkejut karena barang-barang tersebut terlihat sangat mahal
"memang ada orang lain di dalam kamar tersebut," tanyak brian
"apa kau serius semua barang-barang tersebut untuk ku apa itu tidak berlebihan dan sepertinya sangat mahal," ucap Lusi
"semua hanya barang imitasi," jawab asal brian
"membuat mata Lusi membulat sempurna,tuan serius itu semua imitasi,kok seperti aslinya," ucap Lusi
"temanku adalah pembuat barang imitasi jadi dia menghadiahkan produk tersebut," ucap brian
Lusi mengaguk, mengerti
"mulai saat ini kau harus memakai pakaian tersebut,jangan mengunakan bajumu yang lama lagi," ucap Brian
Lusi terdiam sesaat,lalu menatap Brian dengan tatapan yang sulit di artikan
"tapi itu terlihat sangat mahal aku takut akan merusaknya ," ucap Lusi yang merasa pakaian tersebut tak pantas di pakai olehnya
"kau bisa membuangnya jika mau ," ucapan Brian sontak membuat Lusi langsung terperangah
__ADS_1
bagaiman bisa Lusi membuang barang-barang tersebut apa tuanya sudah gila pikir Lusi
"terimakasih karena memberikannya padaku,aku akan memakannya saja tuan, aku kan merawat semuanya dengan baik," ucap Lusi sumringah karena memilki pakaian yang bisa di pakai Karena jujur saja semua pakaiannya sudah lusuh dan kekecilan
"maaf tuan bolehkah aku pergi melihat kuburan ke dua orang tuaku," tanyak Lusi
brian terdiam sesaat kemudian menatap Lusi
"aku akan menemanimu ke makan kedua orang tuamu ," ucapan Brian membuat senyum Lusi langsung mengembang sempurna
"terimakasih tuan," ucap Lusi
"tapi dengan satu syarat mulai saat ini kau harus memanggil namaku ," ucap Brian
"tapi tuan," ucapan Lusi terpotong
" jika kau menolak maka kau tak akan kemana-mana," ucap Brian
sontak saja ucapan Brian membuat Lusi mengiyakan kemauan Brian dari pada dia tak bisa kemana-mana
"baik tuan..."eh Brian ," ucapan Lusi membuat Brian tersenyum tipis
wajah Lusi langsung merona di buatannya dia tak menyangka Brian bisa semanis ini,padahal wajahnya selalu datar
"kapan kau akan ke makan ke dua orang tuamu," tanyak Brian
" kalau besok apakah kau punya waktu," tanyak Lusi
Brian seolah-olah berpikir sejenak."Hem apakah kau akan memperkenalkan ke dua orang tuamu padaku," tanyak Brian
Lusi Tersenyum dan menganguk, membuat Brian ikut tersenyum
sementara itu Brayen yang sudah berada di kamarnya setelah merampok makan siang saudaranya,tampak sedang senyam-senyum,melihat pesan yang ada di ponselnya
sementara di kediaman keluarga need,Rani yang sedang berada di kamar melihat ponselnya sambil tersenyum setelah mengirim pesan lalu menghapusnya dengan cepat mengunakan ponsel yang di berikan oleh Brayen yang dia sembunyikan dari sang ayah
Galang yang sekarang menggatikan posisi Brian di kantor cukup sibuk tak lama pintu terbuka tampak Deni masuk ke ruangan tersebut,Galang mengehetikan aktivitasnya lalu melihat asisten sodara kembar bosnya
__ADS_1
"ada apa denganmu, "sepertinya kurang semangat,"tanyak Galang
"aku hanya merasa bosan tanpa mereka berdua, walaupun merepotkan tapi tanpa mereka terasa hampa ," ucap Deni
Galang menghela nafas panjang, sebenarnya dia juga merasakan hal yang sama sejak kecil mereka bersama dan sampai saat ini Mereka pun masih bersama
"tapi aku bersyukur mereka menemukan cinta yang selama ini mereka cari,aku jadi iri," ucap Deni
"aku juga,kapan ya aku bisa jatuh cinta pada wanita," ucap Galang
membuat Deni menatap horor Galang,"apa kau yakin tidak tau,"tanyak Deni
Galang bingung dengan perkatan Deni" maksudnya bagmana aku tak mengerti arah pembicaraanmu," ucap Galang
"bagaiman kamu akan memiliki pacaran, wanita saja yang melihatmu langsung takut saat kau menatap mereka,apa kau ingat resepsionis yang memundurkan diri hanya karena mengatakan bahwa dia menyukaimu kau langsung dengan tanpa perasan berkata kau jelek lalu pergi begitu saja apalagi itu di depan banyak kariyawan membuat resepsionis Tersebut sangat malu," ucapan Deni membuat Galang menautkan kedua alisnya
" siapa suruh dia mengatakanya di depan umum saat orang makan siang dan dia Memeng jelek, wajahnya saja memakai bedak 1cm belum lipstiknya ,membuatku bergidik ngeri saat melihatnya," ucap Galang
"kau tau semenjak kejadian tersebut para wanita tak ada yang berani menyukaimu di kantor ini," ucap Deni
membuat Galang hanya mengaguk mengerti
"kau tak merasa sedih," Tanyak deni
"dunia tak selebar daun kelor,"ikan di laut masih banyak ," ucap Galang santai
Deni hanya terdiam mendengar ucapan sahabatannya tersebut
"oh iya bagaman pertemuan mu tadi ,"tanyak Deni
"semua berjalan baik sampai istri anaknya datang ," membuat Deni langsung menatap Galang
"memangnya kenapa dengan istri dan anaknya," tanyak Deni
"sepertinya anaknya wanita yang menyebalkan dan juga sangat agresif tadi saat bertemu dia menatapku penuh nafsu membuatku merasa takut,dia seolah-olah akan memperkosaku di sana," ucapan Galang mengingat tatapan nakal rika membuat Deni langsung tertawa terbahak-bahak
bisa-bisanya Galang mengatakan hal tersebut padahal baru pertama kali bertemu.
__ADS_1
jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya