
Jefri langsung duduk di tepi ranjang, dengan wajah yang tampak lesu, "aku di usir dari kamar." ucap Jefri
"Apa di usir, wah luar biasa, seorang CEO seperti mu yang memiliki harta berlimpah di usir." ucap Steve
"Aku tak sekaya yang kau pikirkan." ucap Jefri
"Jangan bercanda, jangan bilang kau sudah jatuh miskin." ucap Steve
"Apa kau tau saat kau menikahi wanita yang di sukai oleh ke dua orang tuamu dan kau cintai, maka seluruh hartamu akan beralih atas namanya." ucap Jefri
"Kau serius wah sepertinya kau anak yang teraniaya setelah menikah." ucap Steve
"Sudahlah aku berdoa kau merasakan hal yang sama." ucap Jefri
"Itu tidak mungkin kau tau ke dua orangtua ku sangat mencintai ku ." ucap Steve penuh percaya diri
"Terserah kau saja, kapan kau akan melakukan pertemuan dengan perusahan B&B." tanya Jefri
"Minggu depan rencananya kami akan mengadakan pertemuan." ucap Steve
__ADS_1
"bagaman perasan mu saat aku menyebut nama Brian." tanya Jefri
"Biasa saja seperti tak ada Maslah." ucap Steve
"Bagaimana jika aku menyebut nama Lusi ." tanya jefri
Steve terdiam sesaat lalu melihat ke ke atas memandangi plafond, aku rasa aku masih seperti yang dulu ." ucap Steve
"Tapi omongan punya omong, yang tadi benar kakak ipar yang kau ceritakan." tanya Steve
"Iya dia adalah kakak iparku namanya Sofi." ucap Jefri
"Apa maksudnya aku tidak mengerti, aku kan hanya mengatakan bahwa dia cantik dan elegan, tapi apa maksudnya dengan kepribadiannya kurasa kepribadiannya cukup baik kau saja yang terlalu hiperbola." ucap Steve
"Sudah bicara denganmu sama saja bohong minggir sana aku mau tidur." ucap Jefri
Steve langsung bergeser, Jefri langsung merebahkan dirinya, tak banyak obrolan lagi mungkin karena kelelahan, saat menjelang subuh Steve merasa haus, melihat tak ada minuman di dalam kamar
Steve berinisiatif keluar kamar dan berjalan menuju dapur, tapi langkah kakinya terhenti saat melihat seorang wanita yang sedang membuat sarapan dengan baju santai dan wajah tanpa polesan
__ADS_1
Tampak Sofi yang sudah bangun setelah melaksanakan solat subuh, Sofi langsung memasak untuk adiknya seperti bisa karena bunga sangat menyukai masakan Sofi
Sofi yang tak menyadari kehadiran Steve bersenandung sambil tersenyum menambah kecantikan di wajahnya semakin bersinar Apalagi Di tambah lesung pipi miliknya yang terlihat jelas saat tersenyum
Steve tertegun menyaksikan pemandangan tersebut dia sangat terpesona melihat penampilan Sofi pagi ini dia bahkan lupa apa yang hendak dia ambil di dapur
Pelayan yang baru datang langsung menyapa Sofi, maaf tuan ada yang bisa saya bantu." tanya pelayan tersebut, sontak saja Sofi yang sedang memasak langsung mengalihkan pandangannya dia sempat heran kerena melihat Steve yang sedang melamun sambil menatapnya
Apa dia sedang tidur berjalan kenapa dia tak bergeming pikir Sofi, pelayan tersebut terdiam saat tak mendapatkan respon dari Steve
"Kalau begitu saya permisi tuan mau bantuin nona Sofi masak." ucap pelayan tersebut karena memang Sofi biasa memasak di rumah tersebut
Sofi tampak tak peduli dengan kehadiran Steve dia melanjutkan saja masaknya tanpa beban
Setelah menyadari apa yang terjadi Steve langsung tersenyum malu, melihat tingkahnya, "maaf bibi bisakah aku minta air minum." ucap Steve setelah sadar dari lamunannya.
Pelayan tersebut langsung mengambil minuman untuk Steve, setelah mendapatkan apa yang dia inginkan Steve kembali ke kamarnya.
Jangan lupa like, komen, vote, dan, hadiahnya
__ADS_1