TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
205


__ADS_3

Setelah berdiskusi panjang para kanibal tersebut mengambil salah satu anak balita untuk dijadikan sandera oleh mereka


"Tidak Tuan Aku tidak mau pergi dari pulau ini sebelum bertemu


dengan teman-temanku." ucap tersebut


Bryan dan yang lain semakin curiga pada wanita tersebut apalagi tampaknya dia sedang berbohong apalagi di matanya tak ada rasa takutku sedikit pun membuat Brayen semakin yakin mereka ingin di jebak


"Baik jika begitu kami akan kembali dulu ke kapal kami, setelah itu kami akan menjemputmu disaat kami sudah mendapatkan bala bantuan dari luar." ucap Reva


"Tapi Tuan menunggu bantuan itu sangat lama apalagi di pulau ini jarang dilewati oleh kapal Apa tidak sebaiknya tuan berpencar sebagian di sini dan sebagian ke kapal untuk mencari bantuan." ucap wanita tersebut penuh kelicikan


"Sepertinya tidak mungkin karena kami tidak bisa terpisah satu sama lain dan kalau nona masih ingin berada di sini tidak apa-apa kami akan kembali ke kapal dulu untuk mencari bala bantuan ucap tegas Reva sedangkan Brayen dan Brian menatap intens wanita tersebut


Tangkap wanita itu dan ikat dia serta yang lainya." ucap Brayen membuat wanita tersebut terkejut begitupun yang lain


Para pengawal Langsung melakukan tugasnya tanpa memprotes apapun karena itu adalah sumpah mereka selalu mentaati perintah ketua mereka apapun itu walau harus mengorbankan nyawa

__ADS_1


"Apa yang kalian lakukan kenapa mengikat kami di sini." teriak mica


"Kalian pikir siapa kalian berani menipu kami, Apa kau pikir kami tidak tahu apa yang kalian lakukan." ucap Brayen sambil menatap tajam mica


"Sekarang katakan di mana teman-temanmu dan di mana para tahanan yang telah kalian tahan." ucap Brayen


"Siapa kau kenapa kau bertanyak seperti itu padaku, aku tidak tau apa-apa." ucap mica mengelak


"Kau tau mulut mu sangat bau walaupun jarak kita agak jauh aku bisa mencium daging manusia dari aroma mulutmu." ucap Deni si hidung tajam


Semua tampak terkejut mendengar ucapan Deni hanya si kembar dan Galang yang biasa saja


Reva Langsung mundur mendengar hal tersebut bahkan dia sampai ke belakang Deni


"Kenapa tak mengatakan sedari tadi kalau dia adalah manusia kanibal." ucap Reva


"Kau saja yang terlalu banyak bicara dengannya sehingga tak melihat kode yang kami berikan ." ucap Deni

__ADS_1


"Pasti para kawanannya akan datang kembali ke sini setelah mereka gagal membuat kita terpisah." ucap Brian


"Bawa wanita ini, mereka pasti mempunyai banyak Sandara aku yakin mereka akan menggunakannya untuk menekan kita." ucap Brayen


"Terus apa yang akan kita lakukan tuan." tanya Reva


" Ayo bawa mereka dan kubur wanita itu di tengah lapangan di dekat bibir pantai sisakan kepala saja yang terlihat dan yang lainnya kurung mereka, pasti para pria yang merupakan suami mereka akan datang untuk menyelamatkan mereka, kita akan bernegosiasi sambil menunggu bala bantuan dari markas untuk menyergap mereka serta mencari para Sandra karena aku yakin mereka tak akan mengatakan apapun sampai mati." ucap Brayen


Sementara para kanibal pria Langsung kembali ke tempat di mana tadi mereka meningalakan para wanita untuk menjadi umpan


"Di mana merek kenapa tak tampak." tanya si buncit melihat sekeliling lokasi tadi mereka tinggalkan tampak sangat sepi


"Jangan-jangan mereka membawa para wanita kita di tepi pantai." ucap si kekar


"Dasar mica bodoh bisa-bisanya dia mau ikut ke tepi pantai biasanya kita selalu berhasil kenapa kali ini jadi begini." ucap si kurus


jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya

__ADS_1


__ADS_2