TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
6


__ADS_3

Lusi melangkahkan kakinya keluar dari apotek tersebut dia berjalan tanpa alas kaki


Sementara seorang pria terus melihat gerak gerik wanita Tersebut


Lusi yang sudah sampai di pagar depan rumah milik pamannya sangat terkejut karena semua barang-barangnya berserakan di depan pagar


Bibinya mengunci pagar sehingga Lusi tak bisa masuk


Dengan air mata yang mengalir, tangannya gemetar mengambil barang-barang milikinya


Mama Rika dan Rika yang melihat ke datang Lusi langsung keluar


"Ambil pakeanmu dan pergi dari sini,jangan pernah kembali dasar perempuan parasit,kau hanya menambah beban untukku ," ucap mama Rika


Sementara itu tak jauh dari rumah tersebut tampak seorang pria sedang melihat adegan demi adegan yang terjadi


"Bibi aku mohon jangan usir aku dari sini,aku tak tau akan kemana lagi," ucap Lusi mengiba


"Terserah kamu mau ke mana itu bukan urusan ku,mau jual diri ke,mau jadi pengemis atau mau gimana itu bukan urusan saya," jawab santai mama Rika


Sementara itu orang yang berada di dalam mobil mengepalkan tangannya kuat mukanya sudah merah menahan amarah

__ADS_1


"Jangan pernah kembali lagi kesini ," ucap ibu Rika lalu masuk bersama Rika yang tersenyum lebar


"Rika kembali membawa kantong plastik hitam karena aku sangat baik ini Kanton plastik karena aku sudah mengambil isinya,"ucapa Rika sambil tertawa melemparkan kantong plastik besar ke wajah Lusi


Lusi memungut satu persatu pakennya yang berserakan dan masukannya ke dalam kantong plastik Lusi menemukan foto kedua orang tuanya yang di lempar sehingga membuat bingkainya rusak dan beberapa foto keluarganya seperti kakek dan neneknya


Setalah memasukan semua barang-barangnya,Lusi lalu terdiam sesaat di tempat tersebut dia bingun harus ke mana


"Bawakan mobil biasa aku ingging menjemput seseorang," ucap Brian pada salah satu pengawalnya


Mobil lain pun datang,Brian langsung Mengambil alih kemudi lalu menyuruh sopirnya kembali ke rumahnya saja


Brian langsung memarkirkan mobilnya tepat di hadapan Lusi yang sedang duduk sambil mengis dengan kantong plastik pakennya


"Tuan anda ada di sini, maaf aku pergi tanpa pamit," ucap Lusi


"Masuklah.....!!! ke mobil," ucap Brian yang sedang menahan amarah dan rasa kesalnya


Lusi mau tidak mau naik ke dalam mobil apalagi melihat wajah Brian yang seperti sedang sangat emosi membuat Lusi tak berani berkata-kata lagi


Begitu Lusi naik Brian langsung melajukan mobilnya ke apotik miliknya

__ADS_1


Mereka turun dengan raut wajah Brian yang mengerikan para pengawal Brian yang di beritahukan pengawal yang lain yang sedang berada di ruang latihan bergegas keluar dari tempat tersebut


Brian terus berjalan di ikuti Lusi dari belakang


"Mulai saat ini kau akan tinggal dan bekerja di sini,ini adalah kamarmu sekarang,jangan mengatakan apapun saat ini,masuklah ke kamarmu dan istirahat," ucap Brian


Lusi langsung masuk ke kamar yang di tunjuk oleh Brian


Lusi sangat terkejut melihat kamar tersebut yang sangat bagus dan juga warna yang feminim sangat cocok dengan seleranya


Benar saja habis mengantarkan Lusi ke kamarnya sendiri ,Brian seperti biasa langsung ke ruko sebelah dan ke ruang bawah tanah tempat latihan,tapi tak ada seorangpun yang ada di tempat tersebut


Tapi ternyata ada seseorang pengawal yang baru akan masuk ke dalam tempat latihan,pengawal tersebut sangat terkejut ketika hanya melihat Brian yang ada di dalam


"Masuk lalu kunci pintunya," ucap Brian


Dasar teman-teman gak ada akhlak mereka tau aku akan olahraga tapi mereka bukan mencegah malah menyuruhku segera olahraga batin pengawal tersebut sambil tersenyum miris


Lalu menutup dan mengunci pintu ruangan latihan


Sedangkan teman-temannya yang tak ada akhlak langsung menguping di dekat pintu untuk mendengar yang terjadi di dalam

__ADS_1


Belum juga satu menit pintu di tutupi teriakan dan benda jatuh sudah terdengar, membuat uang berada di luar pintu hanya bisa berharap temannya tak sampai masuk rumah sakit.


jangan lupa, like, komen, vote dan hadiah


__ADS_2