
Lusi melangkahkan kakinya keluar dari apotek tersebut dia berjalan tanpa alas kaki
Sementara seorang pria terus melihat gerak gerik wanita Tersebut
Lusi yang sudah sampai di pagar depan rumah milik pamannya sangat terkejut karena semua barang-barangnya berserakan di depan pagar
Bibinya mengunci pagar sehingga Lusi tak bisa masuk
Dengan air mata yang mengalir, tangannya gemetar mengambil barang-barang milikinya
Mama Rika dan Rika yang melihat ke datang Lusi langsung keluar
"Ambil pakeanmu dan pergi dari sini,jangan pernah kembali dasar perempuan parasit,kau hanya menambah beban untukku ," ucap mama Rika
Sementara itu tak jauh dari rumah tersebut tampak seorang pria sedang melihat adegan demi adegan yang terjadi
"Bibi aku mohon jangan usir aku dari sini,aku tak tau akan kemana lagi," ucap Lusi mengiba
"Terserah kamu mau ke mana itu bukan urusan ku,mau jual diri ke,mau jadi pengemis atau mau gimana itu bukan urusan saya," jawab santai mama Rika
Sementara itu orang yang berada di dalam mobil mengepalkan tangannya kuat mukanya sudah merah menahan amarah
__ADS_1
"Jangan pernah kembali lagi kesini ," ucap ibu Rika lalu masuk bersama Rika yang tersenyum lebar
"Rika kembali membawa kantong plastik hitam karena aku sangat baik ini Kanton plastik karena aku sudah mengambil isinya,"ucapa Rika sambil tertawa melemparkan kantong plastik besar ke wajah Lusi
Lusi memungut satu persatu pakennya yang berserakan dan masukannya ke dalam kantong plastik Lusi menemukan foto kedua orang tuanya yang di lempar sehingga membuat bingkainya rusak dan beberapa foto keluarganya seperti kakek dan neneknya
Setalah memasukan semua barang-barangnya,Lusi lalu terdiam sesaat di tempat tersebut dia bingun harus ke mana
"Bawakan mobil biasa aku ingging menjemput seseorang," ucap Brian pada salah satu pengawalnya
Mobil lain pun datang,Brian langsung Mengambil alih kemudi lalu menyuruh sopirnya kembali ke rumahnya saja
Brian langsung memarkirkan mobilnya tepat di hadapan Lusi yang sedang duduk sambil mengis dengan kantong plastik pakennya
"Tuan anda ada di sini, maaf aku pergi tanpa pamit," ucap Lusi
"Masuklah.....!!! ke mobil," ucap Brian yang sedang menahan amarah dan rasa kesalnya
Lusi mau tidak mau naik ke dalam mobil apalagi melihat wajah Brian yang seperti sedang sangat emosi membuat Lusi tak berani berkata-kata lagi
Begitu Lusi naik Brian langsung melajukan mobilnya ke apotik miliknya
__ADS_1
Mereka turun dengan raut wajah Brian yang mengerikan para pengawal Brian yang di beritahukan pengawal yang lain yang sedang berada di ruang latihan bergegas keluar dari tempat tersebut
Brian terus berjalan di ikuti Lusi dari belakang
"Mulai saat ini kau akan tinggal dan bekerja di sini,ini adalah kamarmu sekarang,jangan mengatakan apapun saat ini,masuklah ke kamarmu dan istirahat," ucap Brian
Lusi langsung masuk ke kamar yang di tunjuk oleh Brian
Lusi sangat terkejut melihat kamar tersebut yang sangat bagus dan juga warna yang feminim sangat cocok dengan seleranya
Benar saja habis mengantarkan Lusi ke kamarnya sendiri ,Brian seperti biasa langsung ke ruko sebelah dan ke ruang bawah tanah tempat latihan,tapi tak ada seorangpun yang ada di tempat tersebut
Tapi ternyata ada seseorang pengawal yang baru akan masuk ke dalam tempat latihan,pengawal tersebut sangat terkejut ketika hanya melihat Brian yang ada di dalam
"Masuk lalu kunci pintunya," ucap Brian
Dasar teman-teman gak ada akhlak mereka tau aku akan olahraga tapi mereka bukan mencegah malah menyuruhku segera olahraga batin pengawal tersebut sambil tersenyum miris
Lalu menutup dan mengunci pintu ruangan latihan
Sedangkan teman-temannya yang tak ada akhlak langsung menguping di dekat pintu untuk mendengar yang terjadi di dalam
__ADS_1
Belum juga satu menit pintu di tutupi teriakan dan benda jatuh sudah terdengar, membuat uang berada di luar pintu hanya bisa berharap temannya tak sampai masuk rumah sakit.
jangan lupa, like, komen, vote dan hadiah