TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
97


__ADS_3

Sinta yang bersiap ke perusahan Jefri sedang memandang dirinya di kaca, " aku sangat cantik dan seksi Jefri Pasti akan tergoda." ucap Sinta sambil tersenyum


Rika yang kini sudah berada di perusahan Jefri sedang menunggu Jefri di ruangannya, tak berselang lama Sinta juga datang dan langsung masuk begitu saja, sekertaris Jefri hanya bisa menghela nafas panjang


Belum juga ada Lima menit kedua orang wanita Tersebut di dalam tiba-tiba terdengar suara ribu t di dalam ruangan Jefri, sontak sekertaris Jefri langsung mengecek keadaan di dalam ruangan Jefri tampak Sinta dan Rika saling Jambak dan memaki


Jefri yang baru datang sangat terkejut tak mendapatkan sekertarisnya di mejanya dan ada suara orang bertengkar di dalam ruangannya


Jefri bergegas masuk, mata Jefri terbelalak melihat keadaan ruangannya yang cukup berantakan di tambah dua wanita yang saling menyerang dengan sang sekretaris di tengah sedang melerai dengan susah payah


"Apa yang kalian lakukan...!!!." bentak Jefri yang sangat kesal pada ke dua wanita yang ada di hadapannya


Sinta dan Rika mengehentikan pertengkaran mereka dan merapikan diri mereka masing-masing


"Jefri aku kesini Ingin mengatakan sesuatu padamu." ucap Rika


"Aku juga datang ingin mengatakan sesuatu padamu." ucap Sinta


Membuat Jefri memandang ke dua wanita di hadapannya dengan tatapan yang sulit di artikan


"Katakan ada apa aku tak punya waktu untuk mengurusi hal-hal kecil." ucap Jefri


"Aku Ingin bicara berdua bisakah suruh dia keluar." ucap Rika sombong


"Memang kau siapa mencoba mengusir ku, Jefri aku ingin mengatakan sesuatu yang penting, apa kau mau aku menunggu di kamar pribadimu." tanya Sinta dengan nada nakal


Mata Rika membulat mendengar perkatan Sinta


"Sebaiknya kalian berdua keluar dari ruanganku, aku tak Ingin kalian membicarakan masalah pribadi di ruanganku, apalagi sampai bertengkar jadi silahkan keluar." ucap Jefri yang benar-benar kesal dengan ke dua orang wanita yang tak tau malu yang berada di hadapannya


Mendengar Jefri yang mengusir mereka, membuat ke dua wanita Tersebut langsung meningalakan ruang Jefri dengan kesal


Sinta menatap tak suka pada Rika, lalu masuk ke dalam mobilnya, sedangkan Rika langsung menengok taksi


Sinta langsung ke perusahaan ayahnya dia ingin mengadukan apa uang terjadi di ruangan Jefri


Sinta langsung masuk ke ruang kerja tuan Handoko, "ayah." pangil Sinta, membuat tuan Handoko mengehentikan pekerjaannya dan langsung melihat ke arah putrinya

__ADS_1


"Ada apa dengan wajah dan penampilanmu." tanya tuan Handoko sambil bangkit menuju sofa di mana sudah ada Sinta yang terlebih dahulu duduk


"Aku tadi ke kantor Jefri, tenyata di sana ada seorang wanita yang juga menunggu Jefri dan kamipun bertengkar, karena dia ternyata kekasih yang akan di nikahi Jefri jadi kami pun bertengkar di ruangan Jefri." adu Sinta pada ayahnya


"Apa kau tak apa-apa...?, kita akan membalas wanita tak tau diri itu." ucap tuan Handoko


"Aku Ingin ayah menculiknya saat acara pernikahan, sehingga keluarga Jefri akan mencari penggantinya, dan aku akan ada di sana sebagai orang yang akan membantu keluarga Jefri agar mereka tak malu karena kehilangan mempelai wanita." ucap Sinta memberikan idenya


"Ide mu sangat bagus dengan begini kau bisa menikah dan aku bisa meminta sesuatu sebagai Syrat dari pernikahan tersebut." ucap tuan Handoko


Sinta Tersenyum senang karena idenya di terima, oleh ayahnya


Sementara itu di sebuah perusahan tampak seorang pria yang masih tak mengerti, kenapa para bawahannya tak ada yang dapat mend menemukan wanita yang di carinya


Sampai ketukan pintu ruanganya membuyarkan lamunannya


Tok tok tok celk


"Maaf tuan muda saya membawakan data mahasiswa mangga yang mempunya prestasi akademik luar biasa dan merupak mangga untuk kuliah S2." ucap sang sekertaris


"Memeng kemana Rendra, sampai masalah sekecil ini harus aku yang melihatnya." tanya Alvin


"Maaf tuan muda, tuan Rendra sedang berada di ruangan rapat." ucap sekertaris


"Baiklah simpan saja di meja, nanati aku akan memeriksanya." ucap Alvin


Sekertaris tersebut bergegas menyimpan berkas tersebut, lalu melangkah keluar secepat mungkin


Alvin melanjutkan pekerjaannya, tanpa melihat berkas yang di berikan oleh sekertaris tersebut


Tak berselang lama datang Rendra, "maaf tuan muda saya baru saja, memimpin rapat sesuai keinginan Anda." ucap Rendra


Alvin hanya mengangguk, "ini ada berkas anak magang coba kau lihat , coret yang tak memenuhi standar." ucap Alvin


"Baik tuan muda akan saya laksanakan." ucap Rendra


Saat mengambil berkas di meja Alvin, tak sengaja salah satu berkas terjatuh dan tepat berada di depan mata Alvin

__ADS_1


Saat Rendra akan mengambil berkas tersebut, Alvin langsung memegangi berkas tersebut, membuat Alvin langsung melepaskan berkas tersebut


Alvin menautakan alisnya saat melihat foto wanita tersebut, walaupun matanya hitam dan rambutnya hitam, Alvin sangat tau jelas siapa wanita tersebut, wanita yang meningalakan rasa sakit akibat di pukul olehnya


"Tingalakan berkas ini biar aku yang memeriksanya." ucap Alvin


Alvin melepaskan pekerjannya dan mulai melihat informasi mengenai Briana yang hanya ada nama dan alamat dia kuliah, tak ada alamat pribadi, bahkan no telepon yang dia cantumkan adalah nomor telepon kampus, hal itu membuat Alvin semakin penasaran dengan Briana apalagi nama K.P. Briana. G, Alvin langsung menelepon Rendra untuk segera datang ke ruangannya


Tok tok tok celk, nampak Rendra langsung masuk, " maaf tuan muda apa ada sesuatu." tanya Rendra


"Kenapa berkas ini tak memiliki data pribadi, semua hanya identitas kampus bahkan no telepon." tanya Alvin


"Maaf tuan boleh saya tau nama yang ada di berkas tersebut." tanya Rendra, lalu mendekati berkas tersebut dan melihat siapa nama pemilik berkas tersebut


"Katakan kenapa dia tak memiliki informasi pribadi." tanya kembali Alvin


"Maaf tuan muda untuk nona Briana itu adalah sayarat yang dia ajukan untuk magang di perusahan kita." ucap Rendra


Alvin menautakan alisnya, " maksudnya kita yang meminta dia magang di perusahan kita." tanya Alvin


"Benar tuan muda karena nona Briana adalah penemu dan pencipta beberapa alat yang sedang kita kembangkan saat ini." ucapan Rendra membuat Alvin langsun menatap Rendra dengan tatapan yang sangat sulit di artikan


"Jadi dia ingin bekerja di dalam leb untuk magang kali ini." tanya Alvin


"Benar tuan muda, nona Briana ingin, melihat hasil dari beberapa ciptaannya dan di Memeng ingin magang di sini." ucap Rendra


"Kenapa tidak kau tawarkan dia bekerja di perusahaan ini bukan hanya magang saja." tanya Alvin


"Maaf tuan muda nona Briana sudah menolak semu perusahan yang menawarkan bekerja untuk mereka termasuk perusahan kita." ucap Rendra


Membuat Alvin sedikit terkejut mendengar hal tersebut


"Jadi dia magang di kantor kita hanya karena ada alat yang dia ciptakan yang kita gunakan." tanya Alvin


"Benar tuan muda, karena menurut kabar, nona Briana adalah orang yang sangat tertutup bahkan pihak kampus sediri tak memiliki data pribadi nona Briana, karena aku beberapa kali menyuap orang untuk mencari tau informasi mengenai nona Riana tapi nihil." ucapan Rendra membuat Alvin hanya mengangguk.


jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya

__ADS_1


__ADS_2