
Mata Desalan dan Lewis terbelalak saat melihat isi tas David, " kau merampok semua barang istrimu, apa kau sudah gila." ucap Lewis yang melihat semua isi tas David adalah barang istrinya
Sementara itu mama Erina yang baru masuk kamar terkejut karena handbody, parfum,minyak aromaterapi, sabun mandi dan beberapa pakaian dalam dan pakain tidurnya hilang, bahkan bantal kepalanya juga hilang, serta barang lainnya
Mama Erina bergegas mencari mertuanya," mama kamar aku di rampok." ucap Erina
Membuat nenek Anita menautkan alisnya, "memang apa-apa saja yang hilang." tanyak nenek Anita
Mama Erina pun menyebutkan barang-baranya yang hilang, nenek Anita hanya menarik nafas panjang, " coba kau tanyakan barang-barang tersebut pada David." ucap nenek Anita yang sudah berpengalaman dalam hal tersebut
"Tapi David sedang berlibur bersama, need, desalan dan lewis." ucap mama Erina
"Kalau begitu kau tak usah mencari barang tersebut karena, barang tersebut pasti bersama David." ucap yang tau betul David sebelas Dau belas dengan sang Suami
"Baikalah mama aku akan ke kamar untuk menghubungi david." ucap mama Erina, nenek Anita hanya mengaguk
Mama Erina langsung ke kamar dan mengambil ponselnya untuk menghubungi Suaminya tapi, belum tersambung
__ADS_1
Sementara David hanya bisa tersenyum melihat deslan dan Lewis yang mencibirnya karena membawa semua barang-barang istrinya
"Aku jadi kasian sama need setelah melihat isi tasnya yang di berikan oleh Eni." ucap desalan
Membuat David dan Lewis menatap serius pada desalan, "memang apa isi tas need." tanyak Lewis
"lihatlah semua adalah barang need, tak ada satupun barang perempuan, dia pasti akan merasa kesepian." ucap Desalan
Membuat David dan Lewis mengaguk setuju atas ucapan Desalan
"Jadi apa yang akan kita lakukan, tak mungkin kita akan kembali hanya untuk mengambil pakaian Eni." ucap David
"Pasti need tau mana pakain wanita dan yang wanita kaleng-kaleng, dari baunya saja dia pasti tau ." ucap David
"Jangan khawatir, paken dalam ini Persia milik Eni dan juga parfumnya, karena saat itu aku terlalu kecewa sehingga mengikuti Eni saat berbelanja parfum dan pakain dalam sehingga aku membeli hal yang sama siapa tau Desalan khilafah dan mau denganku." ucap desalan
Membuat David dan Lewis mengeleng tak perca atas kelakukan desalan dulu
__ADS_1
"Baiklah lakukan apapun yang kau inginkan." ucap David
"Tapi kenapa need belum juga sadar ya padahal tadi dokter bilang dia hanya terkejut saja." ucap Lewis
"Iya apa kepalanya terbentur saat kita membawanya tadi." tanyak Desalan
"Sepertinya dia kelelahan, sebaiknya biarkan dia beristirahat, aku juga sangat lelah." ucap David
Ketiga pria tersebut masuk ke kamar mereka masing-masing, setelah meletakan tubuh need di kamarnya
Di kediaman David tampak mama Eni dan nenek Elisa, sedang berpesta bersama kakek Tris dan Rena
Rena melihat sekelilingnya, tapi tak melihat sang ayah, "mama, nenek kok ayah gak ada." tanyak Rena
"Oh ayahmu sedang merayakan pernikahan adikmu bersama, paman need, desalan dan Lewis di sebuah pulau." ucap nenek Elisa tanpa dosa
Membuat Rena mengaguk mengerti, "ayah pasti bahagia anaknya menikah dengan pria tampan, kaya dan Pangerang lagi." ucap Rena berbinar saat mengetahui latar belakang adik iparnya
__ADS_1
"Ya ayahmu sangat bahagia sampai dia pingsan beberapa kali." ucap mama Eni dengan santainya
jangan lupa like, komen, vote dan, hadiahnya