
Need melihat sekelilingnya dan mengusap wajahnya kasar, dia melihat putrinya duduk bersanding dengan Brayen di pelaminan, tampak juga Brian dan Lusi
Need yang tersadar langsung melotot melihat pesta pernikahan putrinya dengan menantu laknatnya yang menjebak putrinya dalam sebuah pernikahan
Need melihat seluruh orang di dalam ruangan tidak mungkin dia akan marah di tengah pesta, apalagi ini di dalam kerajaan benua, bisa-bisa David menjadikannya perkedel tempel
Need diam dengan pemikiran yang tak menentu, Eni yang ada di sampingnya tampak santai, tapi ada sesuatu yang salah bukanya dia pingsan di rumahnya kenapa sudah ada di istana, need tak habis pikir dia pingsan apa mati, kenapa dia tak merasakan apapun saat pingsan, dia menatap istrinya curiga, jangan-jangan istrinya Sudah menyuntikkan sesuatu ke tubuhnya membuatnya tak sadarkan diri bahkan sampai seharian
Eni yang di tatap seperti itu menautakan alisnya, "sebaiknya mulai sekarang kau harus menerima menantumu, karena anakmu mencintai menantu mu." ucap eni
Membuat need langsung mengalihkan pandangannya pada anak perempuannya yang tersenyum bahagia sambil Saling berpegang tangan dengan suaminya
"Mana mungkin Rani sudah punya kekasih dia seorang arsitek, masa hanya karena Brayen lebih tampan dia meningalakan pacarannya dan langsung jatuh cinta pada Brayen, kalau itu Rena aku baru percaya." ucap need
Eni mendelik tak suka dengan ucapan suaminya, " jadi kau pikir aku bohong, sekarang lihat baik-baik yang pegang tangan Brayen siapa." tanya Eni
Need menatap tangan putrinya di atas tangan Brayen
"Pasti dia sudah memberikan obat penghilang ingatan untuk Rani agar Rani melupakan kekasihnya dan dia bisa mengaku sebagai kekasih Rani ." ucap need dengan segala pemikiran negatifnya mengenai Brayen
Terserah padamu yang jelas putriku bahagia, jika kau membuat kekacauan atau melakukan sesuatu yang membuat pesta Brayen dan Rani berantakan, siap-siap saja kau aku hukum dengan hukuman ganda." ucap Eni mengancam dengan wajah serius yang membuat need menciut karena wajah Tersebut adalah wajah yang benar akan di perlihatkan Eni jika dia sedang tak main-main dengan ancamannya
Need langsung merubah mimik wajahnya saat para tamu sudah memberikan selamat atas pernikahan tersebut
Sementara raja Bastian tampak sangat berkarisma di temani oleh kakeknya dan Briana yang tampak duduk di sebelah kakeknya
Acara pernikahan telah selesai para pengantin kembali ke kamar mereka tampak para orang tua sedang berkumpul di sebuah ruangan siapa lagi kalau bukan David, Need, desalan dan Lewis entah apa lagi yang mereka diskusikan saat ini
"Need kau ingat dengan janjimu kan." tanah David
"Iya aku ingat tak perlu kau suruh aku sudah lama melakukan hal tersebut." ucap Need
"Ternyata dari awal kau sudah menyerah." ucap David dengan tengilnya
Membuat need menatap kesal pada sahabat, sepupu sekaligus besannya tersebut
__ADS_1
Semua orang langsung tertawa melihat wajah need yang sedang kesal
Sementara ibu Desi saat ini sedang berkumpul bersama nenek Anita dan Elisa serta ibu Eni dan jangan lupa para menantu mereka di tambah indah dan Tika
Nenek Desi mendekati Tika dengan senyuman yang mengembang, Tika tersenyum cerah dari dulu dia cukup dekat dengan ibu Desi karena nenek Desi sudah seperti ibu baginya karena sering kumpul dengan Erina dan Eni serta mertua mereka yang di dalam kumpulan tersebut termasuk nenek Desi
"Bagaman kabarmu nak." tanya nenek Desi
"Baik ma, Bagaimana kabar mama." tanya Tika
Mama sedang sedih." ucap nenek Desi dengan wajah sendunya sambil melihat ke arah Deni
Tika juga melihat ke arah pandang nenek Desi
"Apakah ada yang terjadi pada Deni." tanya Tika
"Kau tau dia adalah cucuku yang pernah aku zolimi waktu kecil, Hinga dia Trauma mendekati wanita." ucap bohong nenek desi
Tika tampak merasa iba mendengar ucap nenek Desi, "tapi kan itu dulu, sekarang telah berbeda dan Deni tau kau sangat mencintai dirinya." ucap Tika
"Tapi aku ingin melihat dia menikah dengan wanita baik dan cantik seperti putrimu." ucap nenek desalan sambil mengalihkan pandangannya pada rose
"Iya dia cantik tapi sayang gak bisa ngapa-ngapain." ucap Tika
"Ya gak apa-apa yang penting dia bisa buat orang yang ada di sampingnya bahagia." ucap nenek desi
Membuat Tika Tersenyum kecut mendengar perkataan nenek Desi
"Bagaimana kalau kita jodohkan aja Deni dengan rose kamu mau gak." tanya nenek Desi the de points
"Aku sih setuju aja ma, tapi masalahnya para bodyguard itu loh ma." tunjuk Tika pada ayah dan mertuanya, serta Lewis dan terakhir ke dua putranya
"kau hanya perlu mendukung ku, biar aku yang akan melakukan semuanya." ucap nenek Desi, membut Tika mengaguk Pasarah
Nenek Desi mengedipkan mata pada nenek Anita dan nenek Elisa, membuat ke dua nenek yang masih cantik tersebut Tersenyum seraya mengaguk
__ADS_1
Membuat Erina dan Eni menjadi curiga pada ke tiga nenek tersebut, yang kadang pemikirannya susah di tebak
Sedangkan Deni mencuri pandang pada Rose, membuat ke dua bodyguard juga ikut menatap tajam Deni
Lewis yang sedang keluar mengambil sesuatu tanpa sengaja melihat tatapan Deni kepada putri bungsunya, membuat Lewis menautkan ke dua alisnya sambil menatap tajam Deni
Lewis yang sudah kembali ke kursinya tadi dengan wajah kesalahannya, membuat yang lain menjadi bingung
"Ada apa denganmu, kenapa dari luar wajahmu langsung berubah." tanya Davi penasaran begitupun yang lain
"Ada ikan paus incar ikan mas." ucap Lewis
Membuat yang lain agak bingun dengan perkatan Lewis tapi Tidak dengan David
"Maksudnya ada pria yang mengincar putrimu." tanya David
Membuat Lewis menatap David dengan perasan terkejut, karena David bisa menebak dengan benar
"Wah ternyata kau akan segera menyusul David dan need menjadi Kakek." ucap desalan
Membuat Lewis mendelik melihat desalan
"Kalau Mikhail dan Michael yang di incar aku tak masalah karena mereka sudah cukup umur, tapi ini putriku yang berusia delapan belas tahun, dia masih sangat muda." ucap Lewis
"Tapi jodoh tak ada yang tau, buktinya saja, istri Brian umurnya sama dengan Rose." ucap desalan membuat yang lain mengguk setuju
"Tapi siapa yang mengincar putrimu." tanya David
"Dia asisten Brayen dan cucu nenek Desi." ucap Lewis
"Deni, dia menyukai putrimu Rose." tanya David yang cukup terkejut
"Kenapa sepertinya kau sangat terkejut , aku mengatakan Deni, walaupun dia adalah kerabat kita, tapi aku tak ingin putriku cepat menikah ." ucap lewis
"Bukan itu masalahnya saat ini, yang aku pikirkan adalah nenek Desi, kalian tau dia begitu menyayangi Deni dengan segenap jiwa raga, bahkan seluruh harta warisan miliknya atas nama Deni." ucap David
__ADS_1
Membuat yang lain agak binggung Dengan perkatan David.
jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya