TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
170


__ADS_3

"Revan coba kau bertanya kepada pengawal tersebut apa dia juga mempunyai keluarga seorang nelayan." ucap Brayen


Revan langsung menatap Brayen, maksudnya bagaiman tuan muda saya kurang mengerti." ucap jujur Reva


"Apakah kau mengenal seseorang yang pandai memancing kami ingin mengajaknya untuk memancing di tengah laut." ucap Brian membenahi kalimat kakaknya yang sepertinya sedang frustasi


"Oh aku sangat suka memangcing." ucap Revan berbinar karena memancing adalah hobinya


Brayen langsung menatap Revan dengan tatapan yang sulit diartikan


"Tenang kami akan selalu bersamamu aku tak kan meninggalkanmu kita kan sama-sama pulang setelah mendapatkan apa yang istri kita inginkan." ucap Brian


Kata-kata Brian bagaikan angin segar bagi Brayan dia sangat bahagia ternyata adiknya selalu memahami kondisinya


"Terima kasih selalu ada untukku Dan aku akan selalu ada untukmu ucap Brayen


" Baikalah siapkan kapal kita akan pergi memancing ikan di tengah lautan bersama." ucap Brian

__ADS_1


Revan langsung bergerak cepat menyiapkan kapal dan berbagai alat untuk memancing di tengah lautan


Sedangkan para istri sedang terlelap tidur sambil menunggu para suami yang akan datang membawakan pesanan mereka masing-masing


Kini kapal yang ditumpangi oleh Revan, Brian dan brayen dan yang lain sudah sampai di tengah laut mereka bersiap untuk memancing


"Apa kau yakin di sini banyak ikannya." tanya Brayen


"Di sini adalah salah satu lokasi yang paling banyak ikan tuan muda." ucap Revan


Mereka Langsung membuang kail untuk memancing nampak Revan kegirangan mendapatkan ikan begitupun Brian tapi Brayen belum mendapatkan ikan satupun membuat dia sangat bingung karena Revan dan Brian dengan mudah mendapatkan ikan


Tapi hasilnya tetap sama Reva tetap mendapatkan ikan sedangkan Brayen tetap tak mendapatkan ikan sama sekali Brayen bingung kenapa hal yang terjadi padanya


Melihat saudaranya sepertinya sangat frustasi karena tak mendapatkan ikan satu pun akhirnya Brian berinisiatif untuk memeriksa apa yang terjadi pada Brayen


Brian menepuk jidatnya ternyata kail milik kakaknya tak mempunyai umpan sehingga ikan tak mendekat

__ADS_1


Brayen menatap kesal pada salah seorang pengawal yang tadi memasangkan umpan di mata kailnya ternyata umpan itu terjatuh di saat dia melemparkan ke dalam laut


Salah seorang pengawal langsung mengambil kail Brayen dan memasangkan umpan sebaik mungkin agar tak jatuh lagi saat Brayen melemparkan kail tersebut ke laut


Benar saja tak berapa lama Brayen berhasil menangkap ikan yang cukup besar membuat Brayen kegirangan


Karena keasyikan mancing kedua orang tersebut melupakan sesuatu yang penting bahwa mereka mempunyai tugas yang harus dikerjakan yaitu keinginan istrinya yang sedang ngidam dan menunggu mereka di rumah


Apalagi mereka berada di tengah laut sehingga ponsel mereka tak memiliki sinyal sehingga mereka tak dapat menerima pesan ataupun telepon dari orang rumah


Need nampak sangat kewalahan Bagaimana tidak Rani terbangun dan mencari Brayen sambil menagis yang entah kemana bahkan ponselnya saja tidak aktif membuat Need sangat kesal dengan menantunya tersebut


David langsung mencari Brian dan Brayen setelah tadi mendapatkan telepon dari Need saat Davi memeriksa GPS putranya mereka teryata sedang berada di tengah laut


Nampak David dengan kapal beserta dengan para bawahan yang menuju tengah laut di mana Brayan dan Brian berada


Bryan dan saya sangat terkejut saat ada sebuah kapal yang langsung bersandar di samping kapal mereka

__ADS_1


tampak David keluar dari kapal tersebut membuat Brian dan Brayen tak dapat berkutik, Mereka langsung gela-lapan saat mengingat apa yang mereka lakukan.


jangan lupa like, komen, vote, dan, hadiahnya


__ADS_2