
Dengan lesu Reva kembali ke kamarnya untuk meminta ijin pada istrianya untuk menemani tuan mudanya memangcing
Sedangkan ke empat pria yang telah mengagu malam pengantin sedang tertawa terbahak-bahak, "apa dia berpikir kita akan pergi memancing dengan kapal kecil." tanya deni
"Iya dia pasti tak pernah berpikir bahwa kita akan mengunakan kapal pesiar bersama istri kita." ucap Galang
"Salah dia sendiri tak bertanya, padahal kita menyiapkan kapal pesiar agar mereka bisa bulan madu di atas kapal." ucap Brian
"Tapi kenapa Briana tak ikut." tanya Galang
"Katanya dia tak bisa minta ijin sesuka hatinya apalagi itu perusaahan orang lain." ucap Brayen
"Kenapa tidak kau saja yang melakukannya agar Briana ikut bersama kita." ucap Galang
"Kau ini kenapa, biarkan saja Briana bekerja agar dia cepat menyelesaikan studinya dan pulang, kalau Yema dan Yena kan bekerja di kantor kita jadi tidak masalah." ucap Brayen
"Tidak aku hanya kasihan melihat adik kita, kita bersenang-senang sementara dia sendiri di rumah apalagi ayah dan mama sedang berlibur ke keluar negri." ucap Brayen
__ADS_1
"Kau jangan khawatir karena ada Bastian, dia akan ke kerajaan benua untuk berlibur bersama Bastian." ucap Brayen
Galang hanya mengaguk setuju saja, walaupun di masih khawatir dengan adik perempuannya apalagi sepertinya CEO perusahaan di mana Briana bekerja sepertinya menyukainya
"Tapi bagaman dengan musuh yang mengawasi markas dan istana." tanya Galang
"Biarkan mereka frustasi selama sebulan ini karena tak ada gerakan dari kita begitu kita pulang kita akan mulai mengambil tindakan ." ucap Brayen
Sedangkan Reva yang menuju kamarnya dengan hati resah dan kalut bagaimana cara mengatakan pada istrinya bahwa dia kalah taruhan dan terpaksa selama sebulan haru menemani ketuanya memancing di tengah laut selam satu bulan
"Apa dia berniat pergi dan mengusirku juga dari sini, kenapa ada koper Besara di sini." tanya Reva dalam hati
Sayfa keluar dari kamar mandi dengan pakain lengkap sepertinya akan pergi
"Mas kau sudah kembali, apa kau sudah mengecek koper yang akan kau bawa, aku hanya asal merapikan saja, coba periksa siapatau saja ada yang kurang." ucap Sayfa
Reva bingung dengan perkatan istrianya tapi tetap melangkah melihat kopernya
__ADS_1
"Kau sudah menyiapkan semuanya." tanya Reva
"Tentu saja setelah tadi kakak Rena memberitahukan rencana tersebut aku langsung menyiapkan semua, maaf mas aku tak bertanya dulu sudah menyiapkan semua keperluan yang mas akan bawa." ucap Sayfa merasa tidak enak karena Reva sepertinya sangat terkejut
"Tidak aku mau meminta ijin padamu tapi karena kau sudah tau dan menyiapa kan semuanya, maafkan aku karena harus pergi." ucap Reva
Membuat Sayfa Langsung menautkan alisnya bingung dengan ucapan suaminya apakah dia tak ingin pergi bersama Sehingga dia meminta maaf
"Apa mas tidak suka ade ikut, itu mengapa mas meminta maaf." tanya Sayfa
Reva Langsung menatap istrianya yang terlihat menunduk, "maksudnya bagaman de mas tidak mengerti, memang ade mau ikut mas pergi memancing ." tanya Reva
"Bukananya kakak Brayen dengan kakak Rani mengajak kita liburan di kapal pesiar selam sebulan di tengah laut sambil menikmati keindahan alam bawa laut sebagai hadiah bulan madu kita." ucap Sayfa
Sontak saja hal tersebut membuat Reva bahagia ternyata dia bisa buka paket sambil memancing, ternyata bosnya tak sekejam itu memisahkan suami istri yang akan buka paket.
jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya
__ADS_1