TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
159


__ADS_3

Rena spontan menutup mulutnya setelah mendengar perkatan Mikhail


"Baiklah sebelum kau di hukum, sebaiknya kita mengisi perut terlebih dahulu." ucap Mikhail lalu keluar dari ruangannya


Setelah Mikhail keluar Rena tersadar spontan langsung berteriak sambil melompat kegirangan, sementara Mikhail yang berada di balik pintu hanya menyembunyikan senyuman mendengar suara Rena


Dengan jahilnya Mikhail kembali membuka pintu membuta Rena salah tingkah dan memperbaiki penampilannya


"Ayo Kenap lama sekali." ucap Mikhail. Rena kemudian berjalan mengekor Mikhail yang sudah berjalan duluan, Tampak Beberapa polis yang tadi di ruangan


"Aduh nona kalau jin yang ada dalam hati seperti itu aku pasti mundur." ucap petugas tersebut sambil tertawa membuat Rena semakin menunduk malu


Dengan percaya diri Rena langsung masuk ke sebuah mobil yang berada di samping mobil Mikhail, tak memperhatikan langka Mikhail yang menuju mobil di sebelahnya


Saat masuk dan melihat orang di sampingnya spontan Rena terbelalak dan langsung keluar menuju mobil Mikhail, membuat wakil Mikhail dan yang lainnya, yang melihatnya langsung tertawa terbahak-bahak akiba tingkah Rena yang lucu


Mikhail hanya tersenyum dalam mobil, Rena masuk dan menutup mukanya dengan tangannya dia tak menyangka karena grogi dia salah masuk mobil


"Apa saja yang kau pikirkan sehingga kau bisa salah masuk ke mobil orang lain." tanya Mikhail

__ADS_1


Rena hanya menunduk karena sangat malu, apa kau sangat tidak percaya diri s hingga terus menunduk." ucap Mikhail


"Rena Langsung mengangkat wajahnya, aku ini wanita apalagi aku di kantor mu yang semuanya adalah pria, aku pastilah malu kalau di lihat." ucap Rena membela diri


Mikhail hanya mengaguk dan mulai melajukan mobilnya untuk menuju salah satu restoran


Sementara di kediaman nenek Desi tampak Deni dan Rose Sudah turun dari perpaduannya


Deni mencari neneknya tapi tak, kemudian menuju kamar neneknya untuk memastikan neneknya di dalam kamar


Deni mengetuk pintu kamar nenek dan kakeknya


Kakek Deni mengerjab melihat sekelilingnya kemudian tersenyum ceria lalu bangkit untuk melihat siapa yang mengetuk pintu


Deni melihat kakeknya dengan senyum kepuasan walaupun sepertinya pinggangnya sepertinya sakit


"Ada apa kau pagi-pagi membangunkan kami." tanya kakek Deni yang belum melihat jam


Mata Deni terbelalak mendengar perkatan kakeknya, mengatakan pagi jelas-jelas ini sudah hampir jam makan siang

__ADS_1


"Apa maksud kakek ini sudah jam setengah dua belas siang dan kakek mengatakan masih pagi, dan di mana nenek." tanya deni


kakek Deni langsung menatap jam dinding dan tampak sangat terkejut , " sebaiknya nanati saja kau bertemu nenekmu, karena dia sedang sakit karena itu kakek begadang merawatnya." ucap kakek Deni mencari alasan, tidak mungkin dia mengatakan apa yang terjadi pada dirinya yang sangat perkasa mengempur istrinya semalam


Deni menautakan alisnya mendengar penjelasan kakeknya, "sejak kapan nenek sakit bukanya nenek baik-baik saja semalaman." ucap Deni Ingin masuk ke dalam kamar untuk melihat neneknya


"Sebaiknya nanti saja kau melihatnya takutnya nenekmu terganggu karena dia baru saja tertidur." ucap kakek Deni


Deni Semakin penasaran dengan keadaan neneknya, tapi dia tak mungkin mengindahkan perkatan kakeknya


Deni kembali ke meja makan di mana istrinya sudah duduk di sana


Sedangkan di kamar nenek Desi Tampak mengerjab matanya tubuhnya sangat sakit bahkan pinggangnya seperti akan terlepas


"Sayang kau sudah bangun." tanya kakek Deni yang melihat istrinya hanya membuka mata tak bergerak sama sekali


"Sayang kayaknya encok ku kambuh tolong panggilkan tukang urut langanan kita." pinta nenek Desi


Kakek Deni terdiam sesaat mendengar permintaan istrianya, bisa malu kalau ada yang tau apa yang di lakukanya pada istrinya apalagi sekarang ada istrnya Deni, kakek Deni berpikir sesat sebelum berbicara .

__ADS_1


jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya


__ADS_2