TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
7


__ADS_3

Brian keluar dari tempat latihan,setelah Brian pergi para pengawal yang lain masuk untuk melihat temanya


"senior apa kau baik-baik saja apa kau berhasil memukul tuan muda sehingga kau tak terluka," tanyak salah satu pengawal


apa kau pikir memukul tuan muda itu gampang ," ucap pengawal tadi


terus kenapa kau baik-baik saja sedangkan tadi kami mendengar mu berteriak


"tuan muda tak sengaja menginjak kakiku saat akan menendang sansak yang itu," tunjuk pengawal senior tersebut yang menunjukkan samsak yang sudah rusak tak berbentuk


"jadi tuan muda tidak memukulmu hanya menemani dia latihan saja," tanya salah satu pengawal


pengawal tadi hanya mengangguk


membuat semua membuang nafas kasar


"padahal aku sudah berencana untuk meminjam salah satu koleksi senjata senior kalau senior masuk rumah sakit," ucap salah satu pengawal yunior tanpa dosa


membuat yang lain langsung memberi kode agar tutup mulut tapi pengawal yang seperti masih sangat muda tak mengerti


"bahkan para senior juga yang lain mengincar beberapa koleksi kaset dan buku," sontak ucapan pengawal baru tersebut membuat tiga orang di dalam ruang tersebut langsung kiku

__ADS_1


"kau kunci pintu dari luar aku akan bicara dengan seniormu secara adat,ingat apapun yang kau dengar kau harus tetap diam jangan biarkan siapapun masuk ," ucap pengawal senior tersebut yang latihan bersama Brian tadi


"baik senior ," ucap pengawal muda tersebut dan melangkah keluar tanpa dosa


begitu pintu terkunci bunyi pukulan dan teriakan terdengar sampai di luar membuat yang lain ingin melihat tapi di halangi pengawal yang lain


lima belas menit kemudian mereka semua keluar nampak tiga orang sudah babak belur,ketiga orang pengawal tersebut menatap tajam pengawal yunior tersebut


sedangkan pengawal yang tanpa dosa hanya melihat bingung


,"bagus kau sangat jujur ," ucap pengawal senior tersebut yang tadi bersama Brian sambil berjalan kembali ke ruangannya


"terimakasih senior ," ucap banga pengawal yunior


Lusi yang juga sudah mandi membuka pintu


"ada yang saya bisa bantu tuan," tanyak Lusi sedikit gugup karena Brian menatap dengan muka datarnya


"aku Ingin membuat kontrak kerja denganmu apa kau bersedia," tanyak Brian


"tuan jika aku bekerja untuk tuan dapatkah aku melanjutkan sekolah ku," tanyak Lusi yang memang sangat suka sekolah

__ADS_1


"kau bahkan bisa berkuliah jika kau menandatangani kontrak kerja ini sekarang ucap ," Brian sambil tersenyum tipis Samapi tak ada yang menyadarinya


Lusi berbinar mendengar perkataan Brian,bagi Lusi Brian sudah seperti ibu peri baginya di saat dia terluka dan terbuang, Brian memungutnya dan bahkan memberikannya pekerjaan


"benarkah tuan sini surat kontraknya biar aku tanda tangani sekarang juga," ucap Lusi yang sedang bahagia


"apa kau tak mau membacanya terlebih dahulu," tanyak Brian


"aku tak perlu membacanya aku yakin semua isinya pasti yang terbaik untuk ku ," ucap Lusi dengan senyuman


membuat Brian Tersenyum licik sambil menatap Lusi


"kau memang gadis pintar," ucap Brian sambil menyerahkan beberapa dokumen pada Lusi


Lusi langsung menandatangani semua berkas yang di berikan padanya tanpa memeriksa satu pun berkas tersebut


setelah tanda tangan Lusi hanya di berikan satu kertas saja selebihnya Brian yang memegangnya


setelah Brian pergi,Lusi meloncat kegirangan kerja bisa sekolah sambil bekerja dan dia juga bisa kuliah seperti keinginan ke dua orang tuanya sungguh Lusi sangat bahagia


sementara di rumah Rika mereka tengah merayakan kepergian Lusi dari rumah tersebut

__ADS_1


"mama rasanya bahagia sekali si benalu itu pergi dari sini, pasti dia sudah jadi pengemis di jalan," ucap mama Rika


" Sudah pasti dia tak punya siapa-siapa,hanya kita yang mau menampungnya karena kasihan padanya ," ucap Rika.


__ADS_2