
"Sayang kok gak ada manis-manisnya." tanya Lusi
Brian yang sedang enak-enak nya mendengar ucapan istrianya," enaknya sebentar lagi akan terasa, isap lagi agar rasa manisnya cepat keluar." ucap Brian yang ke enakan
Dementara itu di kamar Brayen, entah memang saudara kembar selalu sepemikiran dan sehati, membuat ke dua pria tersebut melakukan hal yang sama dengan starategi berbeda
"Sayang kamu belajar biologi tentang alat produksi manusia." tanya Brian
Rani menganguk, "memang kakak gak belajar tentang alat reproduksi." tanya Rani dengan polosnya
"Aku lupa, tapi aku penasaran dengan alat reproduksi wanita, apa kau tidak penasaran dengan alat reproduksi pria." tanya Brayen
"Penasaran si, tapi Giman mau lihat alat reproduksi pria." tanya Rani dengan polos di campur bodoh
"Itu gampang, kamu juga bisa mempraktekkan cara berkembang Biak yang baik dan benar." ucap Brayen
Brayen langsung membuka pakaian miliknya menyisakan dalam saja, "sayang kok buka baju." tanya Rani
"Kan kita mau belajar semakin praktek, Sekaran buka bajumu." ucap Brayen
Rani melihat Brayen tapi tetap menuruti keinginan suaminya, "apa ku ingin tau bagaman rasanya alat reproduksi pria." tanya Brayen
"Emang bisa di rasa." tanya Rani
"Bisa dong, semua bisa di rasakan." ucap Brayen
"Sekarang buka mulutmu." ucap Brayen sambil membuka celananya begitu Rani membuka mulut Brayen langsung memasukan si kapal selam ke mulut Rani, sontak Rani terkejut karena mulutnya penuh berisi kapal selam milik Brayen
Jangan di gigit di isap agar kau tau rasanya alat reproduksi pria." ucap Brayen dengan tangannya sudah menjelajah ke sana kemari
Rani melakukan apa yang d katakan suaminya, tangan Brayen memegang belakang kepal Rani dan terus melanjutkan aksinya, memasukan kapal selam ke pulut Rani dengan gaya kecebur
Rani yang merasa mulutnya sudah capek dan dia belum merasakan apa-apa langsung bertanya
"Sayang kok gak ada rasanya dari tadi aku isap." ucap Rani yang sudah mengeluarkan kapal selam dari mulutnya
__ADS_1
Brayen tersenyum, "baiklah kalau kau ingin merasakannya sekarang lepaskan semua pakain mu kita akan melakukan gaya 96 agar kau juga dapat merasakan kenikmatan alat reproduksi saling beradu." ucap Brayen
Membuat Rani bertambah bingung, tapi dengan gerakan cepat Brayen melakukan kegiatannya, yang membuat Rani langsung meram melak tak dapat berkata-kata
Sedangkan Briana yang berada di dalam markasnya, langsung ke tempat pria yang tadi di berikan oleh kakaknya katanya sebagai Hadiah
Briana melihat pria tersebut dengan tatapan yang aneh, semetara pria itu melihat aneh pada Briana yang mirip si kembar
"Siapa kau aku kesini di janjikan akan bertemu tuan putri, kakak kembar raja Bastian." ucap pria tersebut
"Untuk apa kau mau bertemu putri." tanya Briana
"Apa ke dua pria kembara yang mirip denganmu yang mengaku sebagai Kaka raja Bastian, tidak mengatakan bahwa aku berencana membunuh raja Bastian agar saudara kembaranya keluar dan bos ku bisa menikahinya Agar dapat menguasai kerajaan." ucap pria tersebut dengan santainya
Mendengar hal tersebut membuat Briana menatap tajam pria tersebut , membuat pria tersebut langsung ketakutan
"Beraninya kalian Ingin menyakiti saudara kembar ku, selain aku tak ada yang boleh menyentuh adikku." ucap Briana
"Pengawal...!!! ." teriak Briana membuat beberapa pengawal langsung berdatang, Rama yang terkejut bergegas datang dengan memakai baju terbalik, membuat semua orang menahan senyumnya, karena Rama terkenal dengan sangat perfeksionis dalam berpakaian
Membut Rama langsung melihat tubuhnya dan kembali ke kamar untuk merapikan pakaiannya
"Sepertinya kalian sengaja ingin bermain denganku, pasti kali tak menyangka bahwa kembaran Bastian adalah wanita seperti ku." ucap Briana
Pria tersebut menatap intens wajah Briana yang cantik, dia terhipnotis melihat mata biru Briana
"Apa boleh aku tau siapa yang memberikan ide konyol tersebut." tanya Brian
"Tangan kanannya bernama Risi sedangkan ketuanya bernama gerdo." ucap pria tersebut tanpa beban dia tidak tau wanita seperti apa Briana
Briana tertawa terbahak-bahak mendengar nama ke dua orang tersebut, membuat para pengawal merinding di buatnya
"Wah aku tak sabar bertemu ke dua orang tersebut." ucap Briana
Dari arah kandang lembut seorang pengawal berlari dan langsung menghadap Briana
__ADS_1
"Maaf nona si lembut mengamuk." ucap pengawal tersebut
"Memang apa yang terjadi." tanya Briana
"Coki membuat kesalahan dengan menginjak ekor si lembut saat membersihkan kandang si lembut, sehingga si lembut langsung mengigit nya." ucap pengawal tersebut
"Oh begitu tenang saja pengantin coki baru saja datang, sungguh pria yang beruntung bisa membersihkan kandang si lembut." ucap Briana
Membuat pria tersebut menautkan alisnya menatap wanita di hadapannya dan bertanya dalam hati siapa si lembut dan coki
"Aku akan mengampuni nyawamu karena berniat membunuh saudara kembar ku, kau akan menggantikan coki membersihkan kandang si lembut semoga kau bisa terus hidup, sampai tuan mu menejmput mu." ucap Briana
Briana bergegas ke kandang si lembut yang sedang emosi dengan mata memerah karena ekornya di injak dan di pukul oleh coki
"Sayang kau tak apa-apa." tanya Briana sambil mendekati si lembut dan menyuntikan sesuatu ke ekor si lembut
Pengawal bersama pria yang di tahan sudah berada di depan pagar, tampak Briana di dalamnya, mata pria tersebut terbelalak saat melihat Briana sedang bermain dengan ular piton raksasa, apalagi melihat interaksi mereka membuat pria tersebut merinding
Briana yang sedang bermain dengan si lembut mengarahkan padanganay pada pria di luar kandang, "sayang lihat itu adalah tukang bersih-bersih mu yang baru, kau juga bisa bermain dengannya, dia berniat menyakiti Bastian." ucap Briana
Membuta piton raksasa tersebut yang sedang bermain bersama Briana mengalihkan pandangannya ke arah pria tersebut, membuat pria tersebut pucat Pasih dan gemetar, dia tak menyangka nasibnya akan se tragis ini, dia pikir si kembar sangat kejam dengan Membuatnya menjadi Pooh, ternyata ada yang lebih kejam dari mereka berdua
Memang benar kata pepatah di atas langit masih ada langit
"Saya mohon nona saya akan melakukan apapun untuk anda, asalakan saya jangan di masukan dalam kandang ular." ucap pria tersebut
"Kau sudah menyingung si lembut dengan memangilnya ular aku tak dapat menolong mu." ucapan Briana sontak membuat pria tersebut langsung panik dengan keringat dingin bahkan sampai pipis di celana
"Bau apa ini." ucap Briana saat mencium bau Pesing
"Maaf nona sepertinya dia kencing di celana." ucap pengawal yang memegang pria tersebut
"Bersihkan dia dan ajari dia cara membersihkan kandang dan suruh dia membaca buku peraturan tentang si cantik agar dia tidak di makan sebelum waktunya." ucap Briana
Membuat pria tersebut langsung lemas tak berdaya, "ini sama saja membunuhnya secara perlahan, wanita di hadapannya sangat sadis, dia tak bisa membayangkan bagaimana bisa Briana menjadi seorang putri dia pasti palsu." pikir pria tersebut.
__ADS_1
jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya