TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
3


__ADS_3

dari arah pintu tampak Brayen datang dengan membawa bubur yang ada di tangannya


"mau apa kau kesini ," tanyak Brian sambil mengahalagi Brayen yang ingin melihat wanita yang berada di ranjangnya


"aku membawakannya bubur hangat dia pasti kekurangan cairan dan lapar," ucap Brayen


"gak usah sok peduli kalian berdua keluar dari kamar ini,nanti aku sendiri yang akan memberikannya obat ," ucap Brian sambil mendorong Brayen dan Tedi untuk keluar


begitu Brayen dan Tedi sudah berada di depan pintu tanpa perasan Brian menutup dan mengunci pintu tersebut


"apa yang kalian lakukan di sini,jangan bilang kalian melakukan taruhan lagi,"ucap Tedi


" aku mau kembali dulu mau tidur," ucap Brayen tak menangapi perkatan Tedi


Tedi mendengus sebal dasar kulkas dua pintu tidak kakak tidak adik sama saja Tedi langsung keluar dari apotek tersebut dan kembali ke rumahannya


sementara Brian mengompres jidat gadis tersebut, Brian menatap wajah gadis cantik tersebut yang membuat jantungnya berdetak sejak pandangan pertama


Brian dapat dengan jelas melihat beberapa bekas luka dan beberapa pukulan,Bria hanya bisa mengoleskan salep pada luka yang tampak saja

__ADS_1


sementara di sebuah rumah mewah tampak seorang wanita sedang murka keren kemenakannya belum juga kembali setelah tadi dia memukulnya karena makan


"dasar perempuan ****** dia pasti sedang menjual dirinya di jalan," ucap wanita tersebut sambil melihat ke arah pintu


"ada apa ?kenapa mama marah-marah," tanyak seorang wanita cantik yang penampilannya sangat dewasa


"itu si babu saya suruh dia pergi beli gula sampai sekarang tidak kembali,' ucap sang mama


"dasar babu sialan kenapa juga si papa pake acara nampung dia segala, kenapa gak di bawa ke pantai asuhan saja kemarin," ucap wanita tersebut


" mama juga menolak kemari Waktu papa nyuruh bawa ke rumah tapi setelah mama pikir-pikir kan lumayan kita bisa jadikan pembantu gratis ," ucap sang mama


"eh Rika tunggu mama ikut dong ke salon udah lama gak perawatan," ucap mama Rika


kedua wanita tersebut langsung masuk ke mobil untuk pergi ke salah satu salon tebaik dan termahal


sementara di tempat Brian gadis manis tersebut mengerjab kan matanya berkali-kali karena bingung sedang berada di mana


"apa aku sudah mati," ucap gadis cantik tersebut

__ADS_1


"kau ini masa hanya kenak air hujan orang mati ," ucapan Brian sontak membuat wanita tersebut langsung menatap ke arah Brian


langsung memeriksa tubuhnya, bertapa terkejutnya saat melihat pakaiannya sudah di ganti


"apakah tuan yang menolongku ," tanya gadis tersebut


"tentu saja aku yang menolong mu,kau pikir siapa yang menolong mu," ucap Brian


gadis tersebut semakin meremas pakennya


"jadi tuan juga yang Menganti paken ku ," tanyak gadis tersebut membuat Brian mengerti


"lalu siapa lagi yang menggantikan bajumu selain aku,memang kau melihat orang selain Kita berdua di kamar ini," ucapan Brian menyadarinya gadis cantik tersebut bahwa dia sedang berada di sebuah kamar dengan seorang pria asing


wajah gadis tersebut semakin pucat, terlihat jelas ketakutan di wajahnya membuat Brian sungguh tak tega mempermainkannya lagi


"tenanglah ada bibi tadi yang membantuku mengantikan pakaian mu yang basah,aku bukan orang jahat aku kebetulan baru membuka apotek ini dan baru tinggal di daerah ini ," ucapan Brian membuat wanita tersebut langsung bernapas lega


"terimakasih tuan karena sudah menolong ku,entah apa yang harus aku berikan untuk membalas kebaikan tuan ," ucap gadis tersebut.

__ADS_1


jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2