TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
115


__ADS_3

"Ayo kita turun kita harus membuat perhitungan dengannya." ucap mama Rika


"Tapi bagaimana kita akan melakukanya, apa mama tak melihat pengawal yang menjaga Lusi."


"Sebaiknya kita pangil ayahmu agar dia bisa membawa beberapa preman untuk membantu membuat perhitungan dengan Lusi." ucap mama Rika


Rika menelepon ayahnya dan memberitahukan apa yang terjadi, tak berselang beberapa lama tampak tuan rustam bersama beberapa preman bayarannya


Di depan makam ke dua orang tua Lusi, tampak Lusi sedang melepaskan rindu pada ke dua orang tuanya


"Ayah ibu maaf Lusi baru datang menjenguk ayah dan ibu, sekarang Lusi sudah menikah." ucap Lusi


"Ayah ibu maaf baru mengenalkan diri aku Brian suami Lusi yang tampan dan sangat mencintainya, kami akan segera memberikan ayah dan ibu cucu." ucap Brian sambil merangkul Lusi


Membuat Lusi merona di buatannya, setelah melepaskan rindua pada ke dua orang tuanya Luis dan Brian bergegas akan pulang apalagi tampak matahari akan terbenam


Tapi saat keluar dari area perkuburan Lusi sangat terkejut saat melihat tuan rustam dan keluarganya serta beberapa preman


Para pengawal langsung berjejer di depan tuan dan nona muda mereka tuan rustam Tersenyum meremehkan


"Ada apa kalian menghalangi jalan tuan dan nona muda kami." tanya salah seorang pengawal


"Kalian tidak usah ikut campur kalian hanya di bayar oleh wanita itu kan, kami akan membayar kalian dua kali lipat asalkan kalian menyerahkan wanita tersebut." ucap tuan rustam


Membuat para pengawal menautkan alisnya karena bingung dengan perkatan pria paruh baya di hadapan mereka


Brian langsung maju di antara para pengawal dengan mengaden tangan Lusi


"Apa maksud kalian dengan berkata seperti itu apa kalian berani membawa seorang istri dari pangeran benua dan menantu grup Guetta." tanya Brian


Membuat tuan rustam sangat terkejut dengan perkatan seorang pemuda tampan yang sepertinya sangat kaya raya


Sedangkan Rika dan ibunya saling memandang tak percaya

__ADS_1


"Kalian jangan menipu kami, kami tau dia hanya anak yatim piatu, mana mungkin dia menikahi seorang pangeran, apalagi menjadi menantu grup Guetta." ucap tuan rustam


"Sepertinya kalian memang ingin mengantarkan nyawa pada kami, aku Brian Guetta tak pernah lepaskan seseorang yang akan menyakiti keluargaku apalagi istriku." ucap Brian


Sontak tuan rustam terkejut mendengar nama Brian Guetta, nama pemilik B&B


"Kau pasti berbohong kau Hanyalah pria yang di sewa oleh Lusi sebagai pasangannya ." Brian mengalihkan pandangan pada Rika


"Sepertinya kau tidak puas dengan pelajaran yang di berikan adik perempuanku dan asistenku Galang ." sontak saja ucap Brian membuat ketiga orang tersebut terdiam, mengingat apa yang terjadi saat ulangtahun perusahaan di mana Mereka kehilangan semuanya


Rika mengeleng tak percaya pada kenyataan yang ada di hadapannya Bagaimana bisa Lusi menikah dengan seorang pria tampan yang sangat kaya raya dan pria tersebut adalah seorang pangeran, membuat Rika benar-benar iri dengan Lusi


"Kalian menipu kami, dan kau Lusi semua ini adalah akibat perbuatanmu, kau yang membuat kami jadi gelandangan, cepat kembalikan milik kami." ucap Rika dengan pedenya


"Iya kembalian saja semua, kau sekarang sudah memiliki suami kaya raya, harta secuil itu tak akan ada artinya untuk mu, anggap saja sebagai balasan atas jasa kami yang sudah membesarkan mu." ucap mama Rika


Lusi langsung maju ke hadapan tiga orang benalu tak tau diri kini mereka saling berhadapan


"Apa jasa kalian memebesarkan ku apa kalian sudah lupa apa yang kalian lakukan, kalian mengatakan bahwa kedua orang tuaku meningalakan utang yang sangat banyak dan kalian menyuruhku menjadi pembantu di rumahku sendiri, bahkan kalian menyiksaku dan melarang ku makan saat aku lapar." ucap Lusi dengan air mata yang mengalir, membuat Brian langsung memeluk istrinya dan membawanya ke dalam mobil dan memberi kode pada salah satu pengawalnya


Tuan rustam menjadi panik sendiri dengan situasi yang ada di hadapannya, para pengawal langsung menangkap ke tiga orang tersebut


"Apa yang kalian lakukan bebaskan kami." ucap tuan rustam yang terus meronta, begitupun Rika dan mamanya


"Sebaiknya kalian berdoa agar tuan memberikan hukuman ringan untuk kalian karena telah berlaku kasar pada istrianya." ucap salah seorang pengawal


Mobil yang membawa tuan rustam dan keluarga sudah melaju meninggalkan pemaknaan menuju markas si kembar


Sedangkan Lusi dan Brian yang berada di dalam mobil terus berusaha menenangkan Lusi yang tak henti-hentinya menangis


"Sayang aku mohon berhentilah menangis, kalau sampai ke dua mertuamu melihat kau menagis aku bisa mendapatkan ceramah." ucap Brian


Membuat Lusi mengehentikan tangisannya, walaupun matanya masih sembab

__ADS_1


"Aku hanya tak habis pikir mereka bukan meminta maaf malah kembali meminta harta yang bukan hak mereka sama sekali, apa mereka tak memikirkan perasanku." ucap Lusi


"Karena di otak Mereka hanya ada harta sehingga mata dan hati mereka tertutup oleh harta, karena di dunia ini yang penting bagi mereka hanyalah harta." ucap Brian


Membuat Lusi menatap Brian dengan tatapan yang sulit di artikan, " ternyata suamiq sangat bijaksana dan baik, aku sungguh malu melihat keluarga ku bertindak seperti itu, Mereka benar-benar tak punya malu ." ucap Lusi


"Kalau mereka punya malu dari awal mereka tak akan menipumu apalagi mereka adalah keluarga terdekat mu." ucap Brian, membuat Lusi menganguk setuju


Tak terasa mereka berdua sudah sampai di kediaman keluarga David, Brian dan Lusi keluar langsung menuju kamar mereka untuk membersihkan diri, apalagi makan malam sebentar lagi


Setelah membersihkan diri Lusi langsung ke dapur membatu ibu mertuanya meyiapakan makan malam walaupun banyak pelayan tapi Erina selalu memasak untuk keluarga


Sementara di markas besar tampak tuan rustam beserta anak dan istrinya, mereka langsung di masukan ke kurungan


"Hey apa yang kalian lakukan bebaskan kami." ucap mama Rika


"Sebaiknya kalian jangan berisik atau aku akan membuat kalian Diam untuk selamanya." ucap salah seorang pengawal


Membuat mama Rika spontan terdiam


"Ayah bagaman ini." tanya mama Rika


"Ayah juga sedang berpikir, bagaman caranya kita bisa keluar dari sini." ucap tuan rustam


"Bagaman bisa Lusi bertemu dan menikah dengan pria tampan dan kaya seperti Brian." tanya Rika yang masih belum menerima kenyataan


"Seharusnya kau yang tau tentang semua itu bukannya kalian yang selalu mengawasi Lusi." ucap tuan Rustam


"Tapi kami tak pernah melihatnya bersama pria manapun apalagi pria se kaya dan setampan Brian." ucap Rika


"Kalian saja yang teledor, buktinya dia bisa kabur dari rumah kita." ucap tuan rustam


Membuat Rika dan mamanya saling menukar pandangan, karena mereka yang telah mengusir Lusi dari rumah

__ADS_1


jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2