TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
80


__ADS_3

Sementara itu di sebuah pulau tampak need yang sudah terbangun dia melihat sekelilingnya, kedua alisnya langsung mengkerut saat di tak mengetahui di mana keberadan nya dan berpikir dia masih berada di dalam mimpi


Need keluar Kamara saat melihat keluar tampak pemandangan pantai uang menyambutnya,membuatnya yakin dia sedang bermimpi


Telinganya mendengar suara tawa dan canda berasal dari samping, dengan langkah cepat, need langsung melihat ke samping, tampak David, deslan dan Lewis yang sedang sarapan bersama


Need mendekati ke tiga orang tersebut, lalu duduk di kursi kosong


"Kenapa kalian berada di dalam mimpiku." tanyak need


Membuat ketiga pria tersebut saling menatap


"Hai need apa kau baik-baik saja." tanyak Deaslan


Membuat need menatap desalan dengan pandangan yang sulit di artikan, kemudian langsung menampar desalan, membuat deslan langsun meringis kesakitan


"Apa ini nyata, kenapa kau merasakan sakit." ucap need


Membuat desalan langsung memukul kepala need karena jengkel, "awu awu awu." pekik need saat merasakan kepalanya sakit


"Kenapa memukulku." tanyak need sambil masih mengelus kepalanya

__ADS_1


"Kau pikir saat kau menamparku tadi tidak sakit." ucap desalan


"Tunggu dulu kenapa aku bisa berada di tempat ini bukanya kemarin aku pingsan di rumah David." tanyak need


"Oh kami membawamu dalam keadan pingsan, karena kami setia kawan jadi kami tetap, membawamu serta walaupun dalam keadan pingsan." ucap Lewis


Membuat need menatap tak percaya pada ketiga pria di hadapannya, "kenapa kalian melakukannya, aku bahkan tak, menyiapkan apapun." ucap need


"Tenang saja semua kami siapakan kau boleh memeriksanya di kamar." ucap desalan


Need bangkit lalu memeriksa barang-barangnya, need Tersenyum dan bernapas lega saat melihat paken dalam wanita milik istrinya dengan aroma yang sama milik istrinya.


Sedangkan ketiga pria di luar tersenyum simpul, " semoga dia tak menyadari bahwa itu bukan pakain dalam milik eni." ucap desalan .


"Tunggu apa kalian tau aku pingsan karena apa." tanyak need yang entah kenapa kepalanya terasa sakit dan dia tak mengingat apa pun selain pingsan


Ketiga pria tersebut saling berpandangan, "kau pingsan terkejut karena Rani hilang saat pergi ke toilet dan untung saja kita dapat menemukanya." ucap Lewis


"Tapi aku bermimpi aneh, aku sepertinya menikahkan Rani dengan setan kuadrat." ucap Need


"Apa kau tak mengingat apa yang terjadi kemarin di pernikahan Brian." tanyak Desalan

__ADS_1


"Aku hanya ingat aku pingsan, tapi saat pingsan aku bermimpi aneh di mana aku menemukan putriku tidur bersama pria dan aku menikahkannya." ucap need


"Sebaiknya kau sarapan dan menenangkan pikiran mu terlebih dahulu, agar kau lebih tabah setelah mengingat yang telah terjadi." ucap David


Membuat need menatap David dengan tatapan yang sulit di artikan, " apa maksudmu dengan mengatakan hal tersebut, sepertinya kalian menyembunyikan sesuatu." tanyak need


"Kami hanya tak ingin kau pingsan kembali saat kau sudah mengingat apa yang terjadi, jadi sebaiknya kau makan terlebih dahulu Sebelum, kau pingsan kembali." ucap Lewis


"Kalian ini tidak munkin juga Rani menikah dengan Brayan menikah apalagi aku sendiri yang menjadi walinya, itu mustahil, apalagi putriku sudah punya kekasih dia pasti akan menolak Brayen." ucap need


Membuat ke tiga sangat iba dengan need, karena tak dapat menerima kenyataan yang terjadi sehingga membuatnya, berhalusinasi nasi dan mengagap yang terjadi hanyalah mimpi


"Ayo kita makan aku akan memenangkan pikiran, setelah pulang aku akan langsung menikahkan Rani dengan kekasihnya." ucap need sambil tertawa lepas


"Sepertinya dia sangat frustasi sehingga berusaha melupakan apa yang terjadi dan otak membuatnya berpikir kalau semuanya hanya mimpi belaka." bisik desalan ada Lewis


"Dia seperti seorang Pasian sakit jiwa yang terlepas, membuatku menjadi takut berada di sekitarnya ." balas Lewis


"Apa sebaiknya kita kembali saja agar dia bisa mendapatkan perawatan yang baik, sebelum dia benar-benar gila." bisik desalan


"Sepertinya ini hanya stress biasa saja, munkin dia bisa sedikit tenang jika mendapatkan udara segar." ucap Lewis

__ADS_1


jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2