
Brian mau tidak mau, langsung melangkah menuju halaman belakang tampak pohon mangga yang lebat dan tinggi
Brian menatap pohon mangga tersebut sambil menelan silvanya, Lusi tersenyum melihat suaminya yang siap memanjat pohon tersebut
Para pengawal yang berjaga ikut melihat adegan di mana Brian siap untuk memanjat pohon
Brian menoleh melihat istrinya yang menatapnya dengan berbinar bahagia, membuat Brian ikut tersenyum, walaupun senyuman kecut mengingat ketinggian pohon tersebut
Brian baru akan memanjat pohon kakinya baru akan naik ke sebuah dahan tiba-tiba terdengar bunyi robek di bagian bawah serek membuat Lusi spontan melihat celana suaminya, Brian tak kalah terkejut saat menyadari celananya robek
Spontan Brian Langsung melompat turun dan menutup celananya yang robek
Lusi langsung tertawa terbahak-bahak melihat keadaan suaminya, sedangkan para pelayan dan penjaga hanya dapat menahan tawa mereka
Muka Brian memerah karena malu, Brian bergegas kembali ke ke kamar untuk Menganti celananya, sekarang dia memilih celana berbahan karet yang anti robek
Di kediaman need, Rani tak melepaskan need, bahkan dia menempel kaya prangko pada need
Brayen yang menyaksikan semua itu benar-benar menjadi galau, Eni yang melihat hal tersebut merasa bingung dengan sifat putrinya
__ADS_1
"Apa yang terjadi apa kalian bertengkar." tanya Eni ada Brayen
"Tidak bahkan tadi pagi dia sangat menyukai ku." ucap Brayen
"Apa ada hal aneh yang di lakukanya selain terus menempel pada ayah need." tanya Eni
"Ya dia mengatakan bahwa aku sangat bau dan dia tak peduli padaku, bahkan berusaha menghindari ku." ucap Brayen
"Apakah istrimu sudah datang bulan, bulan ini." tanya Eni
Brayen langsung terbelalak saat menyadari kalau selama ini dia belum pernah berhenti berolah raga malam dan siang
"Sebaiknya kau besok ke rumah sakit untuk memeriksa Rani apa kecurigaan kita benar kau langsung ke ruang mama ." ucap Eni, Brayen mengaguk setuju dengan perkatan mama mertuanya
"Mama bagaman caranya agar Rani tak mengatakan aku bau dan melepaskan ayah." tanya Brayen
"Mandi mengunakan sabun yang tak memiliki bau dan jangan mengunakan parfum yang biasanya kau gunakan." ucap Eni
Brayen bergegas ke kamar melaksanakan apa yang di perintahkan oleh mama mertuanya
__ADS_1
Sedangkan di kediaman David, tepatnya di halaman belakang, Brian dengan percaya diri sudah siapa dengan celana ketat-ketat melekat bagaikan penari ballet
Brian memanjat pohon tersebut dengan susah payah apalagi tubuhnya yang tinggi besar dan kekar, serta keahlian memanjatnya hanya memanjat istrinya tidak untuk memanjat pohon
Akhirnya dia sampai di mana dahan yang bisa dia pijaki untuk mengambil mangga
Brian Tersenyum kegirangan sambil mengatur nafasnya langsung memetik mangga tersebut
Para penjaga yang bersiap menangkap mangga tersebut langsung bersiap menerima mangga dari Brian
"Sayang berapa banyak mangga yang kau inginka." teriak Brian dari atas dahan pohon
"Aku hanya butuh lima buah saja sayang." teriak Lusi dari bawah
Satu persatu mangga di lempar oleh Brian dan di tangkap oleh para pengawalnya, sedangkan Lusi dengan semat menghitung mangga tersebut
Satu..,dua...,tiga.., empat...,lima...,.....buk... enam terik spontan Lusi berpikir bahwa itu mangga ke enam tapi saat menyadari bunyinya berbeda sontak Lusi langsung melihat ke arah pohon mangga tampak Brian terduduk di di tanah di dekat pohon mangga tersebut sambil meringis memegang ke dua pantatnya.
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya
__ADS_1