
Sedangkan di kediaman need setelah kembali dari hotel Need tampak sangat bahagia apalagi Eni
Beberapa hari berlalu Brayen dan Rani akan pindah ke kediaman mereka sendiri, tampak seluruh keluarga sangat sedih begitupun Rani tapi apa daya
Sedangkan Brayen terus tersenyum melihat keluarga tersebut seolah-olah jauh berpisah padahal rumah keluarga mereka saling berdekatan, hanya beda beberapa blok saja membuat Brayen mengeleng
Brayen dan Rani masuk ke dalam mobil, Brayen melaju menuju rumah baru mereka, Rani bingung kenapa menuju rumah mertuanya tapi kemudian Brayen masuk ke dalam sebuah rumah mewah tak jauh dari rumah keluarga besar Guetta
Brayen langsung keluar dari mobilnya dan langsung membuka pintu, Rani Langsung keluarga dan melihat rumah di hadapannya, apa ini rumah kita tanya Rani karena sangat bahagia karena rumahannya tak jauh dari rumah ke dua orang tuanya dan juga tak jauh dari rumah mertuanya
"Bagaimana sayang apa kau menyukai rumah kita tanya." Brayen sambil tersenyum penuh arti
Mereka masuk ke dalam rumah tampak pelayan sudah siapa
Sedangkan di rumah keluarga Desalan tampak desalan sangat sedih karena Galang akan pindah ke rumah yang sudah di siapakan oleh Erina dan David
Galang dan Yema Langsung berangkat meningalakan kediaman desalan Tampak erina sudah menunggu mereka di depan rumah, mereka langsung berjalan ke sebelah rumah kiri David dan Erina tampak rumah mewah dengan halaman luas .
*
__ADS_1
*
*
Satu bulan telah berlalu, di sebuah rumah mewah tepatnya di dalam kamar mandi tampak seorang wanita sedang memegang alat tes kehamilan dengan hati kegirangan kerena mendapatkan dua garis merah
Eni keluar dari kamar mandi, keinginannya akhirnya terkabul untuk hamil lagi, karena selama ini need selalu membuang di luar benihnya, dan hal tersebut membuat Eni sangat kesal padahal dia ingin mempunyai anak laki-laki seperti yang lain tapi need berpikir Rani dan Rena sudah cukup baginya apalagi need sangat keras kepala
Sedangkan need sudah beberapa hari ini merasa sangat Ingin memakan rujak
Need yang sedang berada di perusahan miliknya tiba-tiba memangil asistenya
Mengingat hari ini David,desalan,need dan Lewis membuta janji makan siang bersama
Asistenya merasa heran atas tingkah laku atasnya yang tiba-tiba menginginkan rujak apalagi meminta mangga mudanya yang banyak
Setelah mendapatkan apa yang di inginkan need Langsung memakan Samapi ludes rujak Tersebut
Kini keempat pria itu sudah berkumpul di salah satu ruang VVIP restoran
__ADS_1
"Setelah beberapa bulan tidak bertemu akhirnya kita bisa bertemu." ucap david
"Need ada apa dengan mu sejak tadi kau seperti menahan sesuatu dan wajahmu sedikit pucat." ucap Desalan
"Entahlah mungkin karena aku memakan rujak tadi pagi sehingga aku ingin muntah." ucap Need
Membuat ketiga pria tersebut saling menatap satu sama lain kalau menatap Need penuh arti, "kenapa dengan kalian menatapku seperti itu." tanya Need
"Apa mungkin Eni sedang hamil." celetuk David
"Mana mungkin aku selalu membuang di luar tak pernah membuang di dalam dan Eni memakai pil pencegah kehamilan." ucap Need
Tapi kau seperti orang yang sedang ngidam apa kau yakni, munkin saat itu kau tak sadar melakukannya sehingga kau membuang benihmu di dalam dan Eni tak meminum pil penunda kehamilan." ucap David
Need berpikir sejenak sesaat kemudian matanya terbelalak saat mengingat kejadian di hotel di mana Brayen memberikannya jamu begitupun Eni, dan dia melakukanya dari malam sampai pagi dengan menumpahkannya di dalam
"Brayen menantu laknat." teriak need membuat David Langsung menyemburkan minumannya tepat mengenai wajah Lewis dan Desalan.
jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya
__ADS_1