TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
130


__ADS_3

David yang sedang berkumpul bersama keluarganya meningalakan ponselnya di ruang kerjanya sehingga dia tak mendengar panggilan telepon dari ponselnya, sedangkan need sudah uring-uringan karena David tak mengakat teleponnya


Brayen menautkan alisnya saat melihat ponselnya, ternyata pangilan dari bapak mertua


Brayen langsung mengakat panggilan tersebut tak berselang lama mereka sama menutup ponselnya


Brayen mendekati ayahnya dan membisikan sesuatu, David bangkit meningalakan keluarganya yang sedang bercengkrama dengan keluarganya dan masuk ke ruang kerjanya


David mengambil ponselnya dari atas meja kerjanya, alisnya menaut sempurna saat melihat beberapa pangilan tak terjawab dari need


David menelepon need yang sedang merayu istrnya agar tak menghukumnya


Need tampak tersenyum saat melihat pangilan dari David


"Sayang lihatlah ini telepon dari David ." ucap need memperlihatkan telepon dari David pada Eni sambil menekan spiker pada ponsel

__ADS_1


"Halo need ada apa kau menghubungi ku." tanya David


Aku ingin bertanya mengenai barang-barang ku karena istriku menemukan pakaian dalam wanita dan itu buka milik istriku." ucap need masih terhubung dengan telepon


"Oh itu punya Alen dia meminjamkannya padamu kare.......!!!," ucap santai David yang membuat need langsung terbelalak, sedangkan Eni langsung menagis


Need langsung menutup telepon tersebut tanpa permisi dan berlari mengejar istrinya sebelum Eni membuka pintu kamar


"Sayang maksud david Alen adalah deslan." ucap need


Membuat Eni menatap tajam need "kau tak usaha berbohong hanya karena tubuh deslan tak se kekar kalian dan wajahnya yang imut dan tampan seperti opa-opa Korea bukan berati kalian bisa mengatakan bahwa dia seorang bisa kau jadikan kambing hitam." ucap Eni membela deslan


"Apa kau pikir aku bodoh manamungkin aku akan percaya padamu, dia saja berhasil mencetak tiga gol dan kau hanya dapat mencetak dua gol saja." ucap Eni


Membuat need meradanga mendengar perkataan istrinya, "astaga sayang ini bukan masalah yang mengahasilkan lebih banyak tapi kenyataannya adalah Alen memang adalah desalan di masa lalu." ucap need meyakinkan

__ADS_1


"Aku tak percaya terkecuali kau bisa membuktikan hal tersebut, apa kau pikir aku akan dengan mudahnya percaya pada perkatan mu ." ucap Eni


Sementara David bingung karena need menutup sepihak panggilan telepon dasar need gak ada akhlak aku doakan semoga dia tidur di sofa." ucap David seraya meletakan kembali ponselnya tak lama kemudian dia kembali mengambil ponselnya dan menelepon seseorang


Sedang need langsung menelepon desalan yang sedang berada di ruang kerjanya menatap ponselnya sekilas lalu melanjutkan kerjanya kembali, tapi deslan tak mengangkat panggilan tersebut membuat need sangat frustasi membayangkan akan puasa dan tidur di sofa


Karena malam sudah semakin larut terpaksa need harus puasa dan tidur di sofa dan berjanji akan menyelesaikan besok dan akan membawa desalan,David dan lewis sebagai saksi kunci kejadian paken dalam wanita yang berada dalam tas miliknya di saat dia pingsan tak berdaya


Sementara itu di kediaman David tampak Brayen dan Rani akan kembali ke kediaman mereka


"Ayah apa terjadi sesuatu sehingga ayah mertuaku menelpon." tanya Brayen saat akan ijin untuk pulang


"Tidak ada bisa masalah wanita, oh iya apa kau akan langsung pulang ." tanya David


"Oh tolong kau singah belikan mertuamu martabak manis biar hidupnya lebih manis." ucap David, membuat Brayen hanya mengaguk

__ADS_1


"Galang ayah ingin bicara padamu di ruang kerja." ucap David, membuat Galang langsung mengaguk dan mengikuti langkah kaki ayah David .


jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2