
Sontak Edi langsung membeku mendengar teriakan Brian, sementara Rahma yang baru pertama kalinya melihat Brian langsung terpanah
" Jawab apa yang kalian lakukan pada istriku." tanya ulang Brian
"Kami tidak melakukan apapun!!!." ucap Rahma
"Bohong tuan muda wanita ini membentak dan menarik nona dengan kasar agar berlutut di hadapannya." ucap pelayan tersebut
Rahang Brian mengeras tatapannya menyala melihat dua orang yang ada di hadapannya
Tapi belum juga Brian mengeluarkan sumpah serapahnya, Lusi tiba-tiba saja tak sadarkan diri untung saja Brian masih merangkul Lusi sehingga Lusi tak jatuh
Melihat hal tersebut Brian semakin panik, spontan Brian mengakat Lusi dan membawanya menunju rumah sakit, takut-takut istrinya sakit
Sementara para pengawal Brian membawa paksa Edi dan Rahman
Brian langsung masuk ke dalam rumah sakit tampak mama Eni terkejut melihat Brian dan istrinya
"Aunty." pangil Brian pada Eni
"Sayang apa yang terjadi dengan istrimu." tanya eni
"Entahlah aunty aku tak tau dia tiba-tiba pingsan." ucap brian
"Baiklah aku akan memeriksa istrimu." ucap Eni lalu masuk ke UGD
Eni keluar dan tersenyum, "aunty sudah pindahkan Lusi di kamar rawat dan akan ada dokter lain yang akan memeriksanya untuk memastikan sesuatu ." ucap Eni dengan senyuman
Lusi yang sudah berada di ruang perawatan, masih memejamkan matanya
Tak berselang lama dokter wanita datang langsung memberi hormat pada Eni
Brian hanya melihat saja apa yang di lakukan oleh dokter tersebut, " sepertinya tebakan dokter benar pasien positif." ucap dokter tersebut
Eni langsung melompat kegirangan dan memeluk Brian dan mencium seluruh wajah Brian
Membuat dokter tersebut menyembunyikan senyuman, Brian bingung kenapa aunty langsung mencium wajahnya
"Aunty ada apa, sepertinya aunty bahagia sekali." ucap brian yang belum tau apapun
__ADS_1
Sedangkan Erina yang mendengar dari pelayan tentang menantunya yang pingsan di minimarket langsung bergegas ke rumah sakit
"Eni." pangil Erina, Eni langsung melihat sahabatnya dan memeluk, selamat kita akan punya cucu bisik Eni saat memeluk Erina
Saat pelukan Eni dan Erina terlepas, Erina langsung mencium Bria seperti yang Eni lakukan lalu beralih melihat menantunya yang tak sadarkan diri dan mencium seluruh wajahnya
Mama ada apa sebenarnya kenapa sepertinya kalian sangat bahagia." tanya Brian yang benar-benar mulai frustasi dengan tingkah ke dua wanita paruh baya yang ada di hadapannya
"Mama akan segera memiliki cucu dan kau akan segera menjadi ayah." ucap Erina kembali memeluk tubuh Brian
Brian terdiam setelah mendengar perkataan mamanya otaknya masih meresapi ucapan sang mama
"Apa aku akan menjadi seorang ayah, istriku hamil." ucap Brian kegirangan lalu memeluk namannya setelah itu dia ke bangkar istrinya memeluk dan mencium Lusi
Lusi yang tersadar dari pingsannya, bingung melihat Brian terus mencium wajahnya apalagi dia tak tau sekarang dia berada di mana
Lusi mengerjab melihat sekelilingnya, tampak mama Erin dan mama Eni mendekatinya
Sayang apa kau tidak apa-apa, apa ada yang sakit." tanya Brian yang sangat khawatir akan keadaan istrianya apalagi sekarang ada hasil pertemuan ubur-ubur dan segitiga Bermuda
"Iya sayang apa kau baik-baik saja apa kau menginginkan sesuatu." tanya Erina
Brian langsung mengambil air minum di meja dan memberikannya pada Lusi
"Sebaiknya setelah kau sadar kita akan ke ruangan dokter kandungan untuk memeriksa keadaan janin mu." ucap eni
Lusi terbengong mendengar perkatan mama Eni, tapi belum juga Lusi sadar akan keterkejutannya, Brian langsung mengendong Lusi menuju ruangan dokter kandungan, bersama mama Erina dan Eni
Begitu masuk ke ruangan, Lusi langsung di baringkan ke tempat tidur yang sudah di sediakan di dalam ruanga tersebut
Perawatan mempersiapkan ala USG, Bria dan yang lain melihat apa yang di lakukan oleh dokter tersebut, "ini dia masih kecil ya usia kandungannya baru tiga Minggu dan sepertinya ada dua." ucap dokter tersebut membuat Lusi dan Brian semakin mendengar kabar tersebut
David yang sedang bekerja, mengehetikan kegiatannya dan menyusul istrianya ke rumah sakit saat Erina memberitahukan kabar bahagia tersebut, bahkan David langsun menyuruh kepala keuangan di perusahaannya memberikan bonus pada para karyawan atas kehamilan pertama menantunya
David yang sudah berada di rumah sakit melihat istrinya dan anaknya baru keluar dari ruangan pemeriksaan, David langsung memeluk putranya dan beralih ke pada menantunya
Setelah Melakukan pemeriksaan dan di berikan beberapa vitamin, Davi, Erina, Brian dan Lusi langsung kembali pulang ke kediaman mereka
Sedangkan di kediaman David tampak kakek Andrew dan nenek anita,Galang, Brayen, Deni,Yema,Yena, Rani, Briana dan Rena sedang membuat pesta kejuta untuk Lusi
__ADS_1
Semua orang Sudah menunggu kedatangan Lusi
David bingung kenapa kediamannya terlihat sepi dan lampu di ruang tamu mati, para penjaga tak ada yang mau menatep ke arah David
Begitu mereka masuk ke ruang tamu, lampu langsung menyala, tampak semua orang sedang menunggu mereka dengan ruangan yang sudah di hiasi
Lusi sangat terharu melihat semuanya, dia tak menyangka mendapatkan keluarga yang begitu perhatian dan sayang padanya
Selamat sayang semua wanita langsung berganti memeluk Lusi, Galang juga bersiap memeluk Lusi, tapi Brian sudah terlebih dahulu maju dan memeluk semua pria yang hendak memeluk Lusi
Di kerajaan benua tampak pangeran Ajima sangat kegirangan kerena akan memiliki cicit
Setelah makan malam bersama, Lusi dan Brian langsung beristirahat di dalam kamarnya
Saat masuk ke kamar Lusi langsung mengatakan niatnya Ingin memakan eskrim yang tadi tidak sempat dia beli saat di supermarket
Mengingat kejadian di supermarket membuat Brian geram untung saja kandungan Lusi tidak apa-apa
Brian pun langsung mengantarkan Lusi ke supermarket, pasalnya Lusi merengek meminta ikut untuk memilih sendiri eskrim yang ingin dia makan
Sementara itu di markas besar si kembara tampak Rahma dan Edi sedang berdebat di dalam kurungan
"Dasar kau wanita bodoh seharusnya kau jangan menghina wanita tersebut, Sekarang apa yang harus kita lakukan tuan muda Brian pasti tak akan mengampuni kita." ucap Edi
"Mana aku tau kalau wanita miskin itu berhasil menjerat tuan muda kaya raya." ucap Rahma
"Jaga ucapanmu, kau tak mengenal bagaimana keluarga tuan muda." ucap Edi
"Kau ini kenapa sangat takut kau kan salah satu keluarga Guetta, tidak mungkin mereka akan membunuh kita." ucap Rahma percaya diri
"Beda keluarga dan orang yang di angap keluarga, aku hanya orang luar di keluarga Guetta." ucap Edi
"Apa maksudnya bukanya kau adalah keluarga besar Guetta, bahkan kau adalah manejer di perusahan Guetta." ucap Rahma
"Aku memang manejer, tapi ayahku hanyalah seorang sopir kepercayaan keluarga Guetta, ketika ayah ku meninggal tuan David membantu ibuku dengan membiayai kebutuhan kami dan menyekolahkan kami sampai ke luar negeri." ucap Edi
Sontak saja Rahma sangat terkejut dengan perkatan Edi, Rahma berpikir Edi adalah keluarga Guetta.
jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya
__ADS_1