TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
69


__ADS_3

Brian dan Lusi sudah masuk ke dalam kamar pengantin, Lusi tak mau melihat Brian


Sedangkan Brian dengan usilnya terus mendekati Lusi, "sejak tadi aku ingin sekali melakukan ini, ucap Brian langsung memeluk Lusi, Lusi berusaha memberontak, tapi tenaganya tak sebanding dengan tenaga Brian


"Apa yang kau lakukan, lepaskan aku, jangan berpikir kau bisa menyentuhku seenaknya." ucap Lusi dengan suara yang kurang jelas dari balik dada Brian


Tapi Brian tak peduli dengan ucapan Lusi dia Sudah sangat rindu pada sang pemilik hatinya Tersebut


"Berhenti bergerak atau aku akan membawamu ke surga dunia melalui ranjang yang kau duduki saat ini." ucapan Brian sontak menghentikan Lusi dari pemberontakannya


Membuat Brian langsung Tersenyum dan terus memeluk dan mencium wangi Lusi yang paling dia sukai


Jantung Lusi berdetak sangat kencang saat mencium aroma tubuh Brian seolah-olah aroma tersebut sangat familiar


Stelah puasa mencium dan memeluk Lusi, Brian langsung melangkahkan kakinya ke dalam kamar mandi, sebelum dia melanjutkan aksinya dia akan bertemu dengan Brayen dan yang lain


Sementara Lusi yang masih di atas ranjang terdiam kaku atas perlakukan Brian

__ADS_1


Brian yang sudah selesai dengan aktivitas mandinya langsung berganti pakaian, "apa yang kau pikirkan, tegur Brian yang melihat Lusi melamun


Lusi yang tersadar langsung memandang Brian, " itu bukan urusanmu, " ingat jangan berharap ada malam pertama, karena aku masih mencintai kekasihku." ucap Lusi


"Aku akan ke luar, bersihkan dirimu, ingat jangan berpakaian terlalu seksi atau aku tak akan melepaskan mu." ucap Brian sambil mengedipkan matanya dan keluar


Di ruang keluarga tampak keluarga besar menunggu Brian, semua orang kompak tertawa saat melihat Brian, ternyata video saat dia memelas Talah tayang perdana


Brian hanya bisa, diam tak berkutik melihat hal tersebut, pipinya sudah sangat merah karena menahan malu


tadi aku mendengarnya sebelum ijab kabul ada yang bersedia mengantikan aku untuk menikahi Lusi, siapa yang mengatakannya." tanyak Brian yang tadi tak konsentrasi mendengar ucapan Deni, karena sedih


Briayen dan Galang langsung menunjuk Deni, Brian langsung menatap Deni, ini aku berikan hadiah untuk mu, ucap Brian, membuat Brayen langsung menjauh begitupun Galang


Tak sedetik Deni langsung merasakan gatal di tubuhnya, "tuan muda aku mohon." ucap Deni


"Tidak rasakan itu selam satu jam dan aku akan menyuruh Rosa untuk melihatmu agar kau tau bagaimana rasanya gatal tapi tak bisa di garuk-garuk." ucap brian

__ADS_1


"Tuan ku mohon jangan lakukan itu jangan panggil Rose, bagmana, kau aku ganti dengan hadiah pernikahan untuk tuan, salah satu perhiasan yang baru saja di beli oleh nenekku." ucap Deni


Membuat Brian menatapnya, "kau pikir aku akan tertarik dengan perhiasan nenekmu, nenek buyut ku meninggalkan perhiasan asli dari leluhurnya." ucap Brian


Deni merutuki kebodohannya, jelas saja perhiasan keluarga Brian banyak, nenek buyut Ambar membagikan perhiasannya pada para cucu-cucunya secara rata


"Bagaiman kalau aku akan, memberikan hadiah pernikah berupa toko bunga pada Lusi." ucap deni mendapatkan ide, Karen Lusi sangat menyukai bunga


"Baikalah ini penawarnya, aku ingin toko itu sudah siap Minggu depan." ucap Brian, membuat Deni bernapas lega


"Apa kau meningalakan istrimu sendiri." tanyak brayen yang sudah kembali duduk, " iya tadi aku menyuruhnya mandi." sebelum aku turun


"Apa kau sudah berpesan padanya untuk tidak meminum apa pun pemberian mama atau nenek." sontak pertanyaan Brayen membuat Brian langsung bangkit dan berlari menuju kamar pengantin miliknya.


Sementara itu nenek Anita dengan sebuah gelas melangkahkan kakinya ke sebuah kamar.


jangan lupa, like, komen vote dan hadiahnya

__ADS_1


__ADS_2