
Sementara itu di sebuah perusahaan tampak Steve sedang duduk di kursi kebesaranya menunggu asistenya membawakan kabar terbaru tentang lusi
Tampak asisten Steve masuk dengan raut wajah yang terlihat cemas membuat Steve menautakan alisnya binggung kenapa wajah asistennya seperti itu
"Maaf tuan ada informasi yang sangat penting tentang nona Lusi yang anda cari." ucap asisten Steve
"Ada apa cepat katakan padaku." ucap Steve
"Menurut informasi yang kami dapat nona Lusi sudah menikah dengan seorang pengusaha ." sontak saja ucapan asistennya bagaikan petir di siang bolong
"Tidak pasti ada kesalahan dalam informasi tersebut kalian jangan sembarang mana mungkin dia sudah menikah dia baru saja menyelesaikan sekolahnya, mungkin saja itu Lusi yang berbeda dengan nama yang sama." ucap Steve tak terima
"Tapi tuan bagaman kalau benar bahwa nona Lusi sudah menikah." tanya asisten Steve
"Aku ingin kau mencari detail tentang suami Lusi." ucap Steve
Asisten Steve memberi hormat lalu mundur melangkah keluar dari ruangan atasnya tersebut
Steve terduduk lemas di atas kursi kebesaranya sambil melihat keluar ke arah pintu yang sudah tertutup
__ADS_1
"Tidak aku berjuang menjadi anak yang sangat patuh bahkan berjuang hingga berhasil mendirikan perusahaan yang sangat kokoh demi untuk kembali padamu." ucap Steve sambil mengusap wajahnya kasar
Sementara itu Brian yang berada di ruangannya sedang serius berpikir, tiba-tiba ponselnya berdering membuat Brian langsung mengakat pangan tersebut yang berasal dari istrinya
"halo sayang ada apa, apa kau menginginkan sesuatu." tanya Brian sambil tersenyum dengan ponsel di telinganya
"Sayang aku Ingin makan siang bersamamu di luar." ucap Lusi di seberang telepon
Baiklah sayang aku akan menjemputmu, kita akan makan sian bersama
Sementara itu Steve yang sedang gundah gulana menunggu informasi dari asistenya
Tiba-tiba asisten Steve datang " maaf tuan anda lama menunggu, aku hanya mendapatkan informasi bahwa nona Lusi menikah dengan pengusaha tampan kaya raya." ucap asisten tersebut
Tidak ada tuan informasi yang kami dapat hanya mengatakan dia seorang pengusaha tampan yang kaya raya
Ponsel Steve berdering Tampak pangilan dari seseorang yang mengajarkannya makan siang di luar
Sedangkan Brian yang baru keluar dari ruangannya bertemu Galang, yang juga sepertinya hendak keluar
__ADS_1
"Apa kau akan keluar." tanya Brian
"Iya kebetulan aku ad janji makan siang di luar." ucap Galang
"Oh baiklah aku juga kebetulan ingin mengajak istri Ku makan di luar ." ucap Brian
Setelah berbicara Brian dan galang berpisah, sedangkan di kediaman Brian nampak Lusi yang sudah bersiap untuk keluar makan siang dengan suaminya
Brian melajukan mobilnya menuju kediamannyan dengan hati bahagia , Lusi yang sudah menunggu sedari tadi langsung menghampiri suaminya yang masih berada di dalam mobil
"Sayang sepertinya kau sudah bersiap untuk pergi makan." ucap Brian sambil keluar membuka pintu untuk istrinya
"Entahlah sayang aku sangat bersemangat untuk makan siang denganmu." ucap Lusi sambil masuk ke dalam mobil milik suaminya
Brian tersenyum melihat ekspresi istrinya yang sangat mengemaskan saat melihatnya
"Sayang memang kau ingin makan di restoran yang mana." tanya Brian
"Aku ingin ke restoran milik mama ku ingin makan ayam bakar di sana." ucap Lusi, Brian hanya mengaguk
__ADS_1
Kini Lusi dan Brian sudah menuju ke sebuah restoran miliki orang tuanya karena sedari tadi Lusi ingin makan masakan di resto milik mertuanya itu.
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya