
Meraka kembali ke tempat kerja setelah makan siang , nampak para wanita menatap tak suka pada Yema dan Yena karena selalu berada di dekat Deni dan Galang
Galang dan Deni langsung ke ruangan si kembar, tampak Brian dan Brayen sedang membicarakan sesuatu di ruangan kerja Brian
Galang dan Deni duduk dengan raut wajah yang berbeda, Galang tampak sangat bahagia sedangkan Deni tampak murung
"Ada apa dengan wajah jelek mu." tanya Brayen saat melihat wajah asistennya
"Wanita pujan ku mengagumi sahabatku yang dari seperti es batu sekarang berubah jadi pujangga." ucap Deni
Membuat Brayen sedikit bingung dengan ucapan Deni
"Siapa yang kau maksud, jangan bilang kau mengatakan perkatan itu untuk si es batu Galang ." ucap Brayen
"Siapa lagi es batu dan merupakan sahabatku, dia berubah bahkan dia menjadi pria paling romantis di kantor ini." ucap Deni
__ADS_1
Brayen dan Brian langsung menatap tak percaya, sedangkan Deni hanya cengengesan dengan wajah yang memerah karena malu
"Aku tak percaya kalau Galang sekarang menjadi seorang pujangga, baca puisi saja lidahnya keseleo apalagi hal yang berbau gomabalan." ucapa Brian, Brayen ikut mengaguk menyetujui ucapan saudara kembarnya
"Kalau tidak percaya kalian boleh memangil Yema dan Yena kemari untuk membuktikan ucapan ku." ucap deni
Sementara itu di Bandara tampak beberapa orang pria baru tiba, mereka bergegas ke sebuah perkampungan uang lumayan jauh dari kota
Sementara itu di sebuah ladang luas tampak sembuh rumah yang cukup besar dengan beberapa pekerja serta dua orang pria yang sudah cukup tua mereka adalah lori dan dori yang memilih tinggal di desa dan berkebun
"Apa kabar Galang dan keluarga besar david,aku merindukan mereka termasuk si kembar setan kuadrat." ucap dori sambil terkekeh geli
Tiba-tiba ada seseorang yang datang " maaf tuan di luar ada seseorang yang mencari tuan." ucap pekerja tersebut
Dori dan lori keluar tampak beberapa pria berbadan tegap, melihat dori dan lori dengan pandangan yang aneh
__ADS_1
"Maaf tuan-tuan siapa." tanya dori setelah duduk di sofa berhadapan dengan para pria tersebut
"Kami ingin bertanya mengenai anak yang kalian bawa lima belas tahun yang lalu, apa kalian mengingatkannya." ucap pria yang paling besar
Dori dan lori melihat tato di salah satu tangan para pria tersebut lalu tersenyum masam
"Sebaiknya kalian kembali ke kota ke J dan bilang pada pimpinan elang hitam yang merupakan ketua kalian agar jangan mencari anak tersebut." katakan ini peringatan dari lori dan dori." sontak saja semua pria tersebut langsung menatap tak percaya ke dua orang di hadapannya dari mana mereka tau bahwa, mereka adalah komplotan elang hitam
Para pria tersebut langsung pergi begitu saja, kelima pria tersebut Sudja berada di dalam mobil
"Bos apa tidak sebaiknya kita mengatakan apa yang ke dua pria tadi Katakan kita sampaikan pada ketua ." ucap salah seorang pria
"Tidak mungkin Mereka Hanya mengenal ketua saja sebaiknya kita terus mengawasi mereka, siapa tau saja mereka akan menemui orang yang kita cari." ucap pria yang di panggil bos
"Sepertinya Mereka mencari kematian dengan datang ke kota ini, aku sudah memberikan saran, tapi kalau mereka tak mengindahkan, silahkan terima resiko sendiri." ucap dori lalu tertawa terbahak-bahak, entah apa yang ke dua orang tua itu pikirkan.
__ADS_1
Sementara itu Roby yang baru tiba di kota langsung menuju apartemennya dia akan beristirahat sebelum mencari tau tentang Yema.
jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya