TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
73


__ADS_3

Rena dan polisi tersebut sudah masuk kedalam mobil dan duduk dengan nyaman


"Katakan kau akan ke mana." ucap polisi tersebut


Polisi tersebut menautakan alisnya mendengar alamat yang aka di tuju oleh Rena, karena kediaman tersebut adalah kediaman sepupunya, ya yang mnehan Rena adalah Michael anak Lewis yang seorang perwira polisi yang menjabat sebagai kepala lantas


"Apa kau tak salah alamat." tanyak Michael


Rena langsung melihat ke arah Michael, "maksudnya gimana." tanyak Rena yang tak mengerti


"Kau yakin akan ke alamat ini ." tanyak Michael


"Iya aku yakin seratus persen semakin cintaku padamu." ucap Rena, membuat Michael geleng-geleng kepala di buatnya


Tak terasa mereka sampai di depan pekarangan rumah keluarga David, Michael langsung turun di ikuti Rena yang kebingungan karena polisi tersebut ikut turun


"Pak pol mau ke mana, kok ikut masuk , pak pol mau ketemu orang tua aku ." ucap Rena dengan pedenya


Tapi Michael tak mempedulikan ucapan Rena dan terus masuk ke dalam, mau tidak mau Rena mengikuti Michael dari belakang


Saat masuk tampak semua orang masih asik berkumpul di ruang tengah dengan berbagai kubu tentunya, ada kubu nenek-nenek dan menantunya, ada kubu bapak-bapak, ada kubu kakek-kakek, kubu para gadis dan kubu para pria

__ADS_1


Semua orang menatap ke arah Michael dan Rena, "kalian saling mengenal." tanyak nenek Elisa


Ke duanya mengeleng, karena memang tak saling kenal


"Kok bisa bareng, kamu kenak tilang." tanyak Tika


"Iye Tante." ucap Rena


Semua orang mengaguk mengertia, Michael bergabung bersama para pria sehabis menyalami semua orang tua begitupun Rena


"Wah ternyata kau langsung menilang hati anak paman need." ucap Bastian jahil, membut Michael yang meneguk minumannya tersedak di buatnya, membuat para pria tersebut sontak tertawa


Sementara itu Rena yang baru datang langsung berkenalan dengan Briana dan yang lain dan mereka langsung akrab sama saat Rani tadi baru datang


"Semua saling memandang, kami juga sedang menunggunya tapi dia juga belum muncul." ucap rose


Sedangkan Briana terdiam sambil menatap Rena dan menatap sekitarnya


Need yang Sudah sangat kahwatir pada putrinya langsung berdiri untuk mencari putrinya, sementara David, desalan dan Lewis membiarkan need melakukan sesuka hatinya


Need mencari Rani di segala penjuru toilet tapi nihil, need langsung melangkah ke ruang kontrol di mana rekaman setiap sudut rumah David , penjaga memberi hormat dan mempersilahkan need masuk untuk melihat rekaman, tapi rekaman saat putrinya menuju toilet ternyata rusak dan tak ada jejak putrinya kembali hanya saat dia pergi terlihat di ruang tengah

__ADS_1


Need bergegas menemui David, " ada apa denganmu kenapa kau lari-lari kaya orang kesetanan." tanyak David


"Tolong putriku hilang saat akan ke toilet dan jejaknya tidak ada sama sekali." ucap need


David mengehela nafas panjang, lalu mengehembuska nya dia yakin seribu persen pasti putranya yang Sudah menculik putri need


Nenek Anita dan nenek Elisa yang melihat gelagat papa need langsung tersenyum dan saling mengaguk


"Ada apa David apa ada sesuatu yang terjadi." tanyak nenek Anita di temani nenek Elisa, membuat semua orang langsung melihat ke arah mereka karena suara nenek Anita yang sengaja di besar-besarakan


Need langsung terdiam sesaat karena semua orang sudah memandangnya, dengan ragu-ragu need berkata, Rani hilang, membuat semua orang sontak terkejut, hanya beberapa orang saja yang biasa saja saat mendengar hal tersebut.


Baikalah kita akan mencari ke semua kamar, terkecuali kamar pengantin kita tak boleh memeriksanya


"Aku, nenek Elisa, mama Erina dan mama eni akan memeriksa ke Kamara Brayen, yang lain silahkan periksa ke tempat


lain ." ucap nenek Anita


Membuat jantung need berdetak sangat kencang, jangan sampai kejadian yang di alaminya dulu kini terjadi pada putrinya


"Kenapa tidak kami saja yang ke kamar Brayen." tanyak need

__ADS_1


"Karena kau seorang pria yang mempunya seribu hal negatif tentang Brayen, aku takut kau menyalahkan Brayen walaupun di tidak salah." ucapan nenek Elisa membuta need diam seribu bahasa.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2