TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
241


__ADS_3

"Baiklah aku akan membersihkan tubuhku dulu kita bisa keluar atau bersenang-senang ucap Steve


"Sepertinya otak kita sedang connect kita akan bersenang-senang seperti saat kita berada di luar negeri dulu." ucap Jefri


"Apa kata masalah untukmu jika sampai istrimu tahu kita akan kemana dia pasti akan marah." ucap Steve


"Kalau istriku sangat pengertian asalkan aku tak melakukan perbuatan-perbuatan buruk di luar apalagi sampai menggoda wanita dia akan mengerti tapi yang penting kita tak bertemu dengan kakak iparku wah dia wanita yang sangat mengerikan aku aku aku sangat takut padanya." ucap Jefri


"Memang ada apa dengan kakak ipar mu apa dia wanita tua yang mengerikan." tanya Steve


"Umur kita dengan hanya beda satu tahun dia adik kita tapi dia sangat tegas dan auranya begitu menakutkan dia jarang tersenyum dan selalu menatap tajam aku bukan takut tapi aku sangat menghormati dirinya dia sangat kaku dan dandanannya juga seperti wanita kuno Kau pasti akan terkejut melihatnya dia wanita yang sangat-sangat kuno dengan pakaian yang bisa dipakai dikatakan adalah katagori wanita zaman purba apalagi rambutnya yang selau di ikat seperti pramugari Membuatnya tampak tua ." ucap Jefri menceritakan tentang Sofi

__ADS_1


"Kau jangan bercanda mana ada wanita zaman sekarang dengan model seperti itu Kau terlalu melebih-lebihkan walaupun Kakak iparmu jelek tapi tidak mungkin penampilannya sejelek itu." ucapkan Steve


"Terserah kau mau berkata apa yang jelas aku sudah menceritakan Bagaimana tentang kakak iparku dia benar-benar sangat kaku entah apa yang dipikirkannya sampai dia berpakaian seperti itu membuat para pria sangat anti padanya." ucap Jefri


Sementara itu di tempat Sofi berada tampak Sofi sedang berada di kediaman Deni karena rose Ingin makan makan yang pernah Sofi buat untuk Briana dan kebetulan rose pernah mencicipinya sehingga rose meminta pada Deni untuk mengudang rose kerumahnya untuk memasak


"Sofi maaf yah membuatmu datang ke mari." ucap Deni merasa tidak enak pada asisten Briana tersebut


"Tuan muda tidak usah sungkan aku tau nyonya sedang ngidam." ucap Rose yang mengerti bahwa rose sedang hamil


"Tapi sayang kan kak kak Sofi nya sudah selesai masak dia pasti ingin segera pulang." ucap Deni merayu istrinya

__ADS_1


"Tapi aku ingin mendadani kak Sofi biar aku dandani dulu setelah itu dia boleh pulang." ucap Rose merayu


Deni menatap Sofi dengan perasaan yang bercampur aduk apalagi dia tahu Sofi memang tidak suka berdandan dia lebih nyaman dengan wajah polos miliknya dan kacamata besarnya


"Baiklah nyonya Kau boleh mendandani ku sesuai yang nyonya inginkan." ucap Sofi dengan senyuman manisnya


"Wah benarkah Kakak memang yang terbaik aku sangat menyayangi Kakak ayo Sekarang kita ke kamar aku ingin membuat Kakak tampil cantik malam ini." ucap Rose


Rose langsung melangkah menuju kamarnya diikuti oleh Sofi mereka masuk ke kamar setelah dua jam berada dalam kamar rose pun keluar diikuti oleh Sofi


Saat mereka keluar nampak nampak orang-orang tercengang melihat ke arah sofi tapi Sofi tak menyadari hal itu karena dia tak sempat melihat penampilannya

__ADS_1


Sofi bergegas keluar dari kediaman Deni dengan dandanan yang yang dibuat oleh Rosa karena Sofi sedang terburu-buru karena Briana menyuruhnya melakukan sesuatu di suatu tempat.


Jangan lupa like, komen, vote, dan, hadiahnya


__ADS_2