TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
112


__ADS_3

Sementara itu di kediaman orang tua Jefri, tampak keluarga besar Jefri Sudah datang karena dua hari lagi adalah acara pesta pernikahan Jefri dan bunga


Undangan sudah di sebar, keluarga Sinta yang mendapatkan undangan tersebut terlihat sangat kesal


Tuan Handoko meremas undangan yang baru saja datang, tapi kemudian dia teringat ide putrinya


Tuan Handoko menelepon seseorang, setelah menelepon tuan Handoko tersenyum sumringah


Sementara di kediaman need tampak sepasang suami istri yang sedang melangkah menuju meja makan untuk sarapan, karena hari ini Brayen akan mulai masuk kerja


Setelah makan, ke dua pengantin Beru tersebut tampak tak mau berpisah, ada-ada saja perbuatan Brayen agar bisa kembali untuk bertemu istrinya, membut need dan Rena jengah melihat ke dua pengantin tersebut yang ijin untuk pergi sudah satu jam tapi tak kunjung pergi


"Sayang aku gak usah ke kantor besok aja ya." ucap Brayen


"Tapi tadi kakak Deni nelepon katanya ada rapat penting dan kalian harus hadir." ucap Rani, yang tadi tak senganja mendengar pembicaraan Deni dan Brayen


"Brayen melihat istrinya, atau ikut aja ke kantor yuk." ajak Brayen


"Tapi sayang aku malas keluar, emang jam berapa rapatnya." tanya Rani


"jam sepuluh sayang." ucap Brayen


"Aduh sayang cepat ke kantor." ucap Rani sambil membisikkan sesuatu ke telinga Brayen, membuta Brayen langsung melangkah pergi setelah mencium tangan mertuanya


Need bernapas lega setelah kepergian Brayen yang sepertinya anak TK saja kalau mau ke kelas tak mau melepaskan mamanya


Rena mengehembuska nafas kasarnya melihat kemesraan adik kembarannya di pagi hari, kemudian sekelebat ide muncul di kepalanya dia bergegas menuju kamarnya dan bersiap untuk keluar


Di kediaman David tampak Lusi yang sedang bersama Erina sedang membuta cemilan


"Sayang apa kau Ingin melanjutkan kuliah atau melakukan kegiatan di luar." tanya mama Erina pada menantunya


"Aku tergantung Brian aja nanati, tapi kalau aku gak pengen kuliah pengen di rumah aja ngurus Brian." ucap Lusi mantap


"Oh gitu, yang penting kamu nyaman dan bahagia kami semua pasti mendukung." ucap mama Erina

__ADS_1


Membuat Lusi sangat terharu, mertuanya sangat memperhatikannya, bahkan mertuanya selalu bertanyak apa dia nyaman atau tidak di setiap dia melihat dirinya


Di perusahan tampak Brayen dan Brian yang sedang mengikuti rapat dengan para kolega bisnis mereka, seorang pria yang menjadi salah satu kolega mereka tampak memerhatikan wajah si kembar dengan cermat


Sedangkan si kembar pura-pura cuek saja, apalagi si kembar juga tak terlalu mengenal orang yang ada di hadapannya


Deni dan Galang saling menatap melihat pria tersebut terus menatap ke dua setan kuadrat


"Maafkan aku karena melihat kalian seperti itu aku hanya melihat wajah kalian dengan seksama, aku tak menyangka ucap beberapa kolega bisnis ku Memnag benar Kalian memang sangat Tampa." ucap pria tersebut


Brian dan Bayern hanya tersenyum tipis melihat hal tersebut


"Bolehkan saya mengajak anda untuk makan siang bersama, aku akan sangat senang jika bisa makan bersama dengan kalian." ucap pria tersebut Brian dan Brayen saling melirik


"Maaf tuan istri saya sudah menunggu saya untuk makan mereka, ucap Brayen


Membuat pria tersebut cukup terkejut dengan ucap pria di hadapannya pasalnya tak ada yang mengetahui bahwa si kembar telah menikah


"Maaf aku tak tau kalau tuan Sudah menikah." ucap pria tersebut


Setelah pertemuan Brayen dan Brian langsung kembali ke kediaman mereka masing-masing


Rani dengan senyuman menyimpan cemilan dan langsung duduk di dekat ayahnya, sedang Eni dan nenek Elisa tampak santai melihat pemandangan tersebut, tapi belum juga Rani mendudukkan bokongnya terdengar langkah kaki seseorang membuat semua menoleh tampak Brayen yang sudah pulang, membut Rani tertegun sedangkan need di buat kesal setengah mati, baru saja dia ingin menghabiskan waktu dengan putrinya sudah ada pengganggu


Rani langsung bangkit, "sayang cepat bangat rapatnya." tanya Rani karena baru dua jam Brayen pergi


"Rapatnya cepat selesai sayang." ucap Brayen mengecup pucuk kepala istrianya lalu mencium tangan para orang tua


"Kenapa tak sekalian makan di luar." ucap need dengan nada ketus lalu bangkit menuju ruang kerjanya


Membuat semua mengeleng kepala atas perkatan need


"Ayah kenapa sepertinya dia marah." tanya Rani


Membuat semua orang saling menatap, "munkin ayah sedang menerima telepon tadi sehingga dia berbicara dengan orang lain bukan dengan kita, buktinya dia langsung masuk ke ruang kerja." ucap Eni asal padahal mereka tau kenapa need kesal

__ADS_1


Rani hanya mengaguk dan melihat ke arah Brayen, "sayang apa kau sudah makan siang." tanya Rani, Brayen langsung mengeleng


Rani Tersenyum, " ganti baju dulu aku akan menyiapkan makanan untuk mu


" ucap Rani


Sementara need mengintip dari ruang kerjanya berharap ada yang akan mengejarnya untuk, mengurangi kesedihan hatinya


Eni yang melihat suaminya mengintip dari pintu ruang kerjanya mengembuskan nafasnya kasar, lalu mengambil cemilan dan minuman untuk di bawa ke ruangan need.


Need yang melihat Eni akan ke ruangannya bergegas kembali ketempat duduknya berusaha terlihat sesantai mungkin


"Ini aku bawakan cemilan dan minuman buatan Rani." ucap Eni dan menaruh cemilan dan minuman tersebut di meja kerja need


Tapi tak mendapatkan respon apapun dari need, membuat eni sangat gusar melihat kelakukan suaminya


Sedangkan Brayen dan Rani sedang menikmati makanan sepiring berdua, membut jiwa jomblo Rena langsung meronta melihat pemandangan tersebut, Rena melangkah meminta ijin keluar, Rena mengambil kotak makanan di mana dia sengaja akan membawakan makan siang untuk pria incarannya, Rena Langsung menuju kantor lantas untuk mencari Mikhail


Para petugas yang melihat seorang wanita cantik dengan kotak makan di tangannya sedang mencari atasannya hanya bisa tersenyum sumringah, sambil mengikuti Rena yang di arahkan salah satu petugas menuju ruang Mikhail


Rena langsung masuk setelah mengetuk pintu tersebut, Mikhail sangat terkejut melihat kedatangan Rena dengan kotak makan di tangannya, apalagi sekarang Rena adalah kakak ipar dari Brayen tidak mungkin Mikhail akan berlaku tidak sopan seperti para wanita sebelumnya


"Hai maaf aku datang ke sini, aku membawakan mu makan siang." ucap Rena


Membuat Mikhail langsung tersadar dan hanya mampu mengaguk, apaalgi melihat senyuman Rena yang mengembang sempurna membuat Rena terlihat sangat cantik di mata Mikhail


"Bolehkan kita makan bersama aku jga belum makan." ucap Rena


Membuat Mikhail hanya mampu mengaguk


Sementara petugas di luar pintu menautakan alisnya biasanya akan ada adegan wanita keluar sambil menagis dan menyerahkan makanannya pada mereka


Tapi setelah menunggu lima belas Menit tak ada tanda-tanda akan ada adegan yang menguras emosi untuk sang wanita dan mendatangkan makanan untuk mereka, tapi tak berselang lama makanan datang dari pihak restoran yang Rena sengaja pesanan untuk anggota yang ada di ruang tersebut setelah tadi Rani melihat hal tersebut dia langsung mengirimkan pesan pada seseorang


Membuat para petugas tampak kegirangan karena ternyata wanita yang di dalam ruangan atasnya tak hanya mengingat atasannya tapi mengingat Mereka

__ADS_1


"Kalau ceweknya sepengartian ini aku akan mendukungnya, ucap salah satu petugas yang sedang menikmati makan siang Mereka, yang lain mengaguk setuju.


jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2