TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
158


__ADS_3

"Maaf pak aku pikir tadi jatuh." ucap Rena


"Nona kayanya niat bangat pengen di tilang gimana kalau saya tilang aja." ucap polisi tersebut


"Benar pak saya di tilang." tanya Rena dengan semangat 45


"Ya tapi saya tilang hatinya nona saja ya." ucap polisi tersebut lalu terkekeh


Membuat Rena langsung manyun tak jelas akibat gombalan pak pol tersebut


"Gak usah pak makasih atas niat baiknya tapi hati saya sudah ada penunggunya." ucap rena


"Wih cantik-cantik pelihara jin." ucap polisi tersebut, membut Rerna mendelik, langsung tancap gas tapi belum lima puluh meter ada petugas yang menahannya


"Selamat pagi nona tolong surat-surat kelengkapan anda." ucap petugas tersebut


Rena langsung menatap petugas di hadapannya, saat menyadari siapa petugas tersebut, Rena terbelalak dan spontan menutup wajahnya, Prau tersebut adalah wakil Mikhail yang melihat mereka saat ciuman, Rena telah melupakan kejadian tersebut tapi saat melihat petugas di hadapannya dia mengingat kembali kejadian tersebut, membuat Rena langsung menutup wajahnya dan memperlihatkan STNK dan SIM miliknya


Petugas tersebut Tersenyum sumringah saat menyadari wanita di dalam mobil tersebut adalah wanita yang di sukai atasnya


"Baiklah sekarang silahkan kekuar dan ikut denganku sepertinya anda harus di tahan karena STNK dan SIM Anda palsu, silahkan anda membela diri setelah tiba di kantor." ucap wakil Mikhail

__ADS_1


Rena terbelalak mendengar perkatan petugas tersebut , belum juga Rena menjawab mereka sudah tiba di ruangan Mikhail


Rena semakin menunduk tampak beberapa bawahan Mikhail sedang melapor karena sweeping telah berakhir


"Si pemilik jin kok ke tangkap." ucap petugas tersebut mengagu Rena


Rena semakin tertunduk, Mikhail memberi kode agar semua meningalakan ruangan tersebut


Petugas tersebut segera meninggalkan ruangan Mikhail, Mikhail menatap Rena dengan tatapan yang sulit di artikan


"Sekarang katakan apa lagi pelanggaranmu kali ini." tanya Mikhail sambil mendekati Rena yang masih tertunduk malu


"Aku tidak tau." ucap Rena dengan suara kecil


"Tadi petugas yang mengantarku mengatakan pemalsuan." ucap Rena


"Apa?, dulu kau tak membawa surat-surat milikmu sekarang kau memalsukan surat-surat tersebut apa kau sadar apa yang kau lakukan bisa di hukum lima tahun penjara dan denda ." ucap Mikhail


Rena langsung mengakat wajahnya, sehingga wajah mereka tak berjarak , wajah Rena merona melihat Mikhail sedekat itu


"Sekarang aku pilih hukuman pribadi apa hukuman negara." tanya Mikhail

__ADS_1


"Membuat Rena terdiam sejenak, apakah aku boleh hanya membayar denda tanpa harus di hukum." tanya Rena berusaha negosiasi


"Karena aku pria sejati dan baik, maka aku akan memilihkan hukuman untuk mu." ucap Mikhail


Membuat Rena langsung menatap Mikhail dengan tatapan yang aneh


"Sekarang tanda tangan di sini Dan kau akan mendapatkan hukuman pribadi." ucap Mikhail


"Tapi hukuman pribadi tidak termasuk di penjara kan." tanya Rena, membuat Mikhail semakin gemas pada wanita yang ada di hadapannya entah sejak kapan wanita tersebut masuk ke dalam hatinya, bagaikan iblis kecil yang merasuk ke dalam hatinya


Mikhail yang sudah tak tahan menatap bibir merah Rena, tanpa aba-aba langsung mencium bibir Rena dengan lembut, membuat Rena hampir kehabisan nafas, melihat wajah Rena yang hampir kehabisan oksigen membuat Mikhail menghentikan kegiatannya


"Itu adalah salah satu hukuman pribadi dan hukuman yang lain akan aku kirim lewat pesan ." ucap Mikhail tanpa rasa bersalah


"Apa pelecehan juga termasuk hukuman pribadi." ucap Rena dengan polosnya


Membuat Mikhail langsung kembali menatap Rena.


"Ya kau bisa meminta pertanggungjawaban pelaku pelecehan tersebut dengan minikahi mu ." ucap Mikhail


Membuat Rena membeku mendengar perkatan Mikhail.

__ADS_1


jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya


__ADS_2