TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
133


__ADS_3

"Baiklah katakan apa yang kau ketahui." tanya David setelah salah satu pria yang paling muda sudah duduk di hadapannya


"Kami di suruh oleh ibu tiri Galang yang bernama Nyonya Helena, ini rekamannya aku sempat merekam saat nyonya Helena memarahi bos kami." ucap pria tersebut menyerahkan alat perekam mini miliknya


"Baiklah kau cukup pengertian kau bisa bekerja di sini, pengawal akan membantumu." ucap David


Galang terpaku di tempatnya setelah mendengar penuturan preman tersebut, "sekejam itu kah dia, kenapa berniat untuk membunuhku." ucap Galang, dia tak menyangka bibi sekaligus ibu tirinya berniat untuk membunuhnya padahal selama ini Galang sudah merelakan segalanya apalagi harta peninggalan orang tuanya tak sebanding dengan harta yang di berikan oleh orang tua angkatannya


"Ayah." pangil Galang, membuat David langsung menoleh dan memeluk puteranya, walaupun Galang datar dan Kaku tapi jujur saja perasannya sangat sensitif soal keluarga


"Sudahlah ayah tau apa yang kau rasakan, kau sekarang punya keluarga lengkap bicarakan mamamu yang akan mengurus ibu tiri mu." ucap David


Membuat Galang semakin terisak dalam pelukan ayahnya padahal dia menyayangi ibu tirinya karena masih kakak dari ibu kandungnya


Sementar di kota J tepatnya di dalam sebuah kamar, tampak Helen dan seorang pria yang merupakan ayah kandung Roby


"Sayang apakah sudah ada kabar dari para preman yang kau sewa untuk mencari anak tersebut." tanya Helena

__ADS_1


"Kau tenang saja Mereka pasti akan berhasil membunuh anak tiri mu itu." ucap pria tersebut yang masih berbaring di bawah selimut yang sama dengan Helen


"Kita harus segera ke kita A untuk mendesak keluarga besar Arinja untuk melaksanakan perjodohan yang akan menguntungkan kita, karena aku tak mau ada Maslah apalagi anak tersebut belumlah di ketahui di mana timbang." ucap Helena


"Tapi bagaman dengan permintaan mereka kalung dan bukti kematian anak tersebut, merak mau menjadikan roby sebagai gantinya asalakan kita dapat memperlihatkan hal tersebut." ucap pria tersebut yang bernama Naim


"Kita akan memalsukan semuanya, aku sudah menyuruh pelayan untuk mengambil gambar kalung yang mereka jadikan sebagai perjanjian." ucap Helena


"Baikalah kita akan secepatnya ke kota A untuk menyusul putra kita." ucap Naim


Brayen keluar hendak menemui Brian di markas mereka, saat akan melangkah keluar tanpa sengaja Brayen melihat sang ayah mertua di usir dari dalam kamar entah apa yang terjadi sehingga need di usir dari kamar lalu berjalan menuju kamar tamu


Karena mendesak Brayen langsung pergi di markas tampak Brian sedang menunggu Brayen di ruang kerjanya dengan tangan kanan mereka di pengawal pelindung


Brayen langsung masuk dengan tergesa-gesa, apa benar berita yang aku terima." ucap Brayen yang berada baru saja menutup pintu ruang kerja Mereka yang berada di markas mereka


Pria tersebut memberi hormat pada Brayen terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan sang ketua

__ADS_1


"Benar ketua Minggu ini kami sudah mengawasi beberapa pria dengan ? berusaha mencari jalan untuk masuk ke sana tapi yang aneh mereka sepertinya bukan kelompok yang sama." ucap tangan kanan Brayen


Jadi maksudnya ada dua kelompok berbeda dengan tujuan yang sama yaitu mencari pintu sumur minyak istana." tanya Brayen


"Benar ketua kelompok satunya adalah orang asing ." ucap tangan kanan Brayen yang bernama muji


"Apakah ada hal yang lain sehingga kau menghubungi kami." tanya Brayen


"Tampaknya ada seseorang yang sedang membangun sebuah markas dekat dengan istana dan lokasinya sangat rahasia untung kami tak senganja mengelilingi istana sejak adanya insiden orang yang berniat meracuni raja jadi kami memutuskan memeriksa semua tempat ." ucap muji


Membuat Brayen dan Brian saling menatap


"Baikalah terus awasi pembangunan. markas Tersebut kalau perlu masuk beberapa orang sebagai mata-mata." ucap Brayen


Muji memberi hormat lalu pergi dari tempat tersebut.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya

__ADS_1


__ADS_2