TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
267


__ADS_3

"Brian Bagaimana menurutmu Apa pendapatmu dari tadi kau hanya diam saja." tanya Brayen saat melihat saudaranya tampak diam tak bergeming


"Sebenarnya aku setuju dengan pendapat kalian semua tapi begini kita juga harus memberitahu Reno dia setuju atau tidak itu bukan masalah tapi kita harus memberitahu dan meminta dia untuk menerima konsekuensi apa yang diperbuat oleh kakeknya karena kalau kita melakukannya tanpa sepengetahuannya itu akan memicu dendam baru biar bagaimanapun dia tetap lah cucu dari pria tersebut ucap Brian bijaksana


Semua yang berada di ruangan tersebut mengerti benar apa yang dikatakan Brian biar bagaimanapun Reno tetaplah cucu dari kakek tersebut jika mereka tidak memberi tahu Reno pasti akan tambah membuat salah paham Reno akan sedikit mendendam biar bagaimanapun tak ada yang mengetahui isi hati seorang manusia


Sementara itu di markas Reno tampak Reno dan kakeknya sedang berdebat di ruang kerja Reno

__ADS_1


Kakek aku mengatakan ini semua demi kebaikan kita semua Aku ingin kakek berhenti melakukan sesuatu yang merugikan untuk kakek sendiri dan juga juga aku, Aku ingin kakek dan aku bisa hidup tenang di luar negeri aku mohon kakek lupakan semuanya dan kita kembali ke luar negeri Aku ingin hidup tenang." ucap Reno


"Tidak aku tidak akan kembali ke luar negeri Aku tak akan hidup tenang sebelum membalaskan dendam putriku Sampai matipun Aku tak akan pernah mau kembali ke sana kau memang laki-laki pengecut percuma aku membesarkanmu kau memang tidak berguna Aku akan melakukan sendiri hal tersebut kau tak perlu lagi mengatakan apapun." ucap kakek Reno seraya bangkit dan keluar dari ruangan Reno


Dengan marah kakek Reno keluar dari ruang kerja Reno dia membanting kasar pintu ruang kerja reno, Reno langsung terduduk lemas di sofa


Reno dengan perasan yang berkecamuk mengangkat telepon tersebut setelah berbicara dengan Brayen, Rino menghela nafasnya kasar dia bingung harus melakukan apa tapi dia tak bisa melakukan apapun saat ini apalagi dia sudah menemukan fakta bahwa ternyata yang bersalah adalah ibu , Kakek serta neneknya tentang apa yang akan terjadi, dia akan kembali ke luar negeri setelah dia kembali berbicara pada kakeknya dia ingin hidup tenang tanpa dendam dia ingat perkataan ibunya sebelum ibunya meninggal dia harus hidup dengan baik dan menjadi orang baik

__ADS_1


Kakek Reno sangat kesal dan marah wajahnya memerah menahan amarah dia langsung menelepon seseorang "segera persiapkan kita akan mulai menyerang kerajaan benua dan juga membunuh raja Bastian." ucap Kakek Reno setelah mengatakan hal tersebut Kakek Reno langsung menutup telepon dan membanting semua barang-barang yang ada di kamarnya


Brayen yang berada di markasnya setelah menutup telepon dia menatap semua yang ada di ruangan tersebut "kita akan melakukan penyerangan malam ini juga sepertinya si tua bangka itu akan segera bertindak jadi kita harus segera membunuhnya." ucap Brayen


"Baiklah aku akan mempersiapkan orang-orang kita." ucap Reva lalu memberi hormat dan undur diri


"Aku akan mempersiapkan senjata yang akan kita gunakan karena selama ini sepertinya kakek tua itu sudah memesan beberapa senjata canggih dari luar negeri." ucap Brayen lalu bangkit menuju leb pribadi miliknya.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2