TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
148


__ADS_3

Yena mengetuk kamar Yema tapi tak ada jawaban, Yena kemudian masuk ke dalam, melihat ranjang tampak kosong kemudian mengecek ke seluruh kamar tapi tak ada tanda-tanda keberadaan Yema


Yena kemudian langsung turun ke bawah karena tak menemukan Yema, indah yang melihat putrinya turun


"Di mana Yema kenapa tak turun bersamamu." tanya indah


"Dia tak berada di kamarnya, aku sudah mencarinya." ucap Yena


"Kemana dia sepagi ini kenapa dia tak ada di kamarnya." ucap indah sambil menyiapkan sarapan


Sementara itu di sebuah hotel, tepatnya di kamar Helena tampak Helena sedang bersiap begitupun Roby yang berada di kamar sebelah


Roby yang sudah bersiap-siap langsung keluar dari kamarnya dan mengetuk kamar, mamanya


Kini Helena dan Roby sudah berada di dalam mobil mereka akan menuju rumah keluarga desalan


Sedangkan di kediaman David, tepatnya di dalam kamar Galang tampak sepasang kekasih di bawah selimut yang sama, masih asyik saling memberikan kehangatan

__ADS_1


Galang mengerjab matanya, kepalanya sedikit sakit melihat sekelilingnya, tapi kemudian dia menyadari sesuatu ada seseorang yang sedang memeluknya posesif


Mata Galang terbelalak saat menyadari tubuhnya polos dan ada seorang wanita di sampingnya, Galang spontan langsung melihat wanita yang tidur di dada bidangnya dengan tubuh yang sama-sama sepertinya polos satu hal yang pasti dia adalah Yema kekasihnya


Galang menutup matanya dia bingung apa yang terjadi padanya dan kenapa Yema bisa berada di dalam kamar tidurnya


Yema mengerjab tapi pandangannya terpaku pada dada seorang pria yang ada di depan wajahnya, spontan Yema langsung melihat ke atas mata Yema terbelalak ketika menyadari pria tersebut adalah Galang


"Apa yang terjadi kenapa aku berada di sini." tanya Yema yang belum menyadari bahwa dirinya dan Galang sedang sama-sama polos


Galang masih bungkam dia Bingun harus menjawab apa karena dia juga tidak tau bagaman Yema sampai berada di dalam kamarnya


Membuat Galang sontak terkejut, " apa yang terjadi?, apa yang sudah kau lakukan padaku." tanya Yema


"Aku juga tidak tau sayang tapi aku psti akan bertanggungjawab atas apa yang telah aku lakukan padamu." ucap Galang


Membuat Yema terdiam dan menangis, Galang langsung memeluk tubuh Yema spontan, tapi sialnya sang kereta cepat malah stom tak terkendali membuat Galang sakit kepala

__ADS_1


Sedangkan Yema yang merasakan sesuatu menempel di perutnya dan menusuk kuat membuatnya ingin memegang benda tersebut, Galang langsung melepaskan pelukannya, "sayang sebaiknya kita membersihkan tubuh kita karena aku akan menemui orang tuamu." ucap Galang.


Galang langsung bangkit menuju kamar mandi untuk mengeluarkan apra penumpang kereta miliknya


Hampir satu jam Galang berada di dalam kamar mandi, sedangkan Yema dengan sabar menunggu Galang sambil memikirkan apa yang terjadi semalam


Sementara itu di kediaman keluarga desalan, semua orang sedang mencari kebenaran Yema, Apalagi ponselnya masih berada di dalam kamarnya, membuat semua orang bingun akan keberadaan Yema


Desalan yang baru terbangun, merasa bingung karena semua orang tampakanya sedang sibuk mencari sesuatu


Desalan yang berpikir mungkin mereka sedang mencari barang dengan santai langsung menuju meja makan sambil mengambil koran untuk di baca, sesekali meminum kopi yang di siapkan oleh indah


Karena melihat istrinya juga tampak sibuk mencari membuat Desalan bingung


"Sebenarnya apa yang kalian cari sampai segitunya." ucap deslan


"Putri mu Yema menghilang dan kami sedang mencarinya." ucap indah

__ADS_1


jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2