
"Wah kau sangat beruntung karena kami memang telah memilihkan seorang wanita yang baik untuk mu sebagai hadiah aku yakin kau pasti akan suka." ucap Brayen
Membuat Reva menatap Brayen dengan tatapan yang sulit di artikan, "apa tuan sedang bercanda." tanya Reva
"Kami tidak bercanda mereka akan menjadi saksi dari semua keputusan malam ini." ucap Brayen dan semua mengaguk spontan
Reva menatap satu persatu pria di hadapannya dengan perasan bingung siapa sebenarnya yang mereka ingin jodohkan dengannya
"Bolehkah saya tau dengan siapa tuan akan menjodohkan saya ." tanya Reva
"Tentu saja dia adalah cucu nenek yang tadi kita ambil mangga mudanya, kau jangan berpikir kami menukar dirimu dengan mangga muda, kami hanya merasa cucu nenek tersebut sangat cocok denganmu karena ayahnya adalah orang kepercayaan kami, dan kami berempat akan memberikan hadiah berupa rumah beserta isinya sebagai hadiah pernikahan kalian." bagaiman menurut mu." ucap Brayen dengan senyumnya
Reva mengehela nafas panjang, ternyata dirinya di tukar dengan mangga muda, pantas saja nenek tersebut terus melihatnya
__ADS_1
"Apakah tuan memiliki foto atau semacamnya." tanya Reva
"Ini fotonya yang di berikan nenek kami juga belum melihatnya tapi kami yakin pasti di cantik kalau tidak cantik kita bisa membuatnya jadi cantik...
jaman sekarang jadi cantik itu mudah tinggal operasi plastik kau bisa memiliki wajah secantik artis korea." ucap Brian
Nampak seorang wanita berpakaian muslim lengkap dengan cadarnya, Membuat Revan menautkan alisnya dari mana bisa tau dia cantik apa tidak kalau yang tampak hanya matanya saja pikir Reva
Karena penasaran Brian mengambil foto yang berada di tangan Reva, spontan mereka terkejut karena hanya mata saja yang tampak
Brayen berpikir sejenak, "begini saja, kau bisa mengeceknya saat besok kita melamar sebelum acara ijab kabul, kalau dia cacat maka aku yang bertanggung jawab, tapi kalau jelek nanti Brian yang bertanggung jawab, tapi kalau kau kabur maka mereka berdua yang akan tanggungjawab." ucap Brayen sambil menunjuk Galang dan Deni
Galang dan Deni spontan langsung duduk di antara Reva agar tidak kabur
__ADS_1
Reva benar-benar tak habis pikir dengan isi pikiran ketuanya tapi tak mungkin dia bisa kabur kalau sudah ketuanya memerintahkan
"Baiklah ketua aku bersedia menikahi cucu nenek tersebut tapi jika nanti kami tidak cocok satu sama lain setelah enam bulan menikah aku dan dia akan berpisah." ucap Reva
Brayen berpikir sejenak kemudian Tersenyum, "baiklah kami setuju tapi jika dalam enam bulan ternyata kau mencintai istrimu kau harus siap jalani misi yang aku berikan." ucap Brayen sambil tersenyum simpul
"Tapi ketua misi itu kan khusus wanita bagaman bisa kau menyerahkan misi tersebut padaku." ucap Reva
"Itu terserah padamu Kan kau sendiri yang duluan memberikan syarat kami hanya mengikuti mu saja." ucap Brayen tanpa dosa
Baiklah aku akan menikah dengan cucu nenek tersebut, tanpa syarat apapun aku akan berusah menerima semua kekurangannya aku yakin dia memakai baju tersebut karena malu dengan penampilannya sediri." ucap Reva percaya diri
"Sebaiknya kau jangan terlalu percaya diri kau tau wanita itu memakai baju syar'i untuk menutupi auratnya agar tak di lihat yang bukan muhrimnya." ucap Galang membuat yang lain mengaguk
__ADS_1
"Tapi tuan kalau memang hanya mau tutup aurat kenapa harus dengan cadar berasa kaya prajurit pelindung kalau sedang bertugas." ucap Reva
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya