TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
118


__ADS_3

Brian bergegas pulang setelah melihat keluarga tuan rustam terkapar tak berdaya


Brian yang sudah sampai di kediamannya langsung masuk ke dalam kamar membersihkan diri dan ikut terlelap bersama sang istri.


Hari ini adalah pesta pernikahan bunga dan Jefri, tampak pernikah tersebut sangat mewah, Briana benar-benar memberikan mereka hadiah lengkap


Semua terkagum-kagum melihat dekorasi pelaminan apalagi pestanya di adakan di salah satu hotel termewah


Anak buah Handoko yang di tugaskan menculik Rika, sesuai petunjuk dari Sinta tapi nihil Rika tak mereka temukan di mana pun


Sementara Jefri dan Bunga sudah berada di hotel, Sofi yang menemani bunga merasa terharu bagmana tidak semua biaya di tanggung oleh Briana sebagai hadiah saat melihat semua persiapan untuk pernikah adiknya membuat Sofi terkagum-kagum


Jefri dan orang tuanya yang berada di kamar hotel tak percaya saat Sofi mengatakan pernikahan tersebut akan di laksanakan di salah satu hotel Guetta apalagi saat melihat persiapan pernikahan bunga dan Jefri membuat ke dua orang tua Jefri sangat kagum


"Sayang aku tak percaya kau menikah dengan sangat mewah, ternyata Sofi benar-benar memberikan yang terbaik untuk adiknya." ucap mama Jefri, Jefri hanya mengaguk setuju


Handoko Inging menculik pengantin di dalam hotel tapi sayang pengamanan hotel yang sangat Ketat membuat tuan Handoko tak dapat berkutik


Jefri dan bunga kini sudah berada di atas pelaminan, para tamu juga sudah berdatangan, tampak tuan Handoko dan Sinta menatap tak suka pada keluarga Jefri dan bunga


Semua orang terkejut saat kedatang Galang dan Deni yang di kenal sebagai perwakilan keluarga Guetta apalagi mereka berdua hadir bersama, tampak Sofi langsung tersenyum menyambut ke dua koleganya tersebut


Membuat semua tamu undangan termasuk keluarga Jefri sedikit bingung dan bertanya-tanya apa hubungan Sofi dengan keluarga Guetta sampai-sampai ke dua orang kepercayaan Guetta bersama-sama hadir di acara ini, biasanya hanya satu orang yang akan mewakili, apalagi sepertinya Sofi juga akrab dengan mereka


"Selamat ya kini janjimu pada kedua orang tuamu sudah terlaksana." ucap Galang


"Terimakasih tuan muda, Tanpa bantuan taun dan keluarga tak akan ada kami saat ini." ucap Sofi, walaupun Galang asisten tapi dia adalah anak angkat tuan Guetta dan sangat di sayang oleh Erina dan David


"Kenapa kau selalu memanggilku seperti itu, aku ini hanya asisten." ucap Galang

__ADS_1


"Tuan asisten di mata orang yang tidak tau tapi di mata semua yang mengetahui tentang keluarga Guetta semua juga tau bertapa pentingnya anda di hati mereka." ucap Sofi membuat Galang Tersenyum dan berlalu bersama Deni yang terus mengekor padanya


"Terimakasih tuan muda Deni sudah hadir di acara ini." ucap Sofi sambil memberikan hormat


"Kau ini, jangan terlalu formal, aku juga rekan kerja mu." ucap Deni sambil tersenyum dan berlalu


Tuan Handoko melihat Galang dan Deni terbesit sebuah ide brilian apalagi Jefri tak sebanding dengan Galang ataupun Deni, senyum terukir indah di wajah tuan Handoko


"Sinta apa kau tau ke dua pemuda tampan yang di sana." tanya Handoko


"Aku baru melihat pria yang setampan itu." puji Sinta


"Mereka tak hanya tampan tapi mereka sangat kaya raya, bahkan harta Jefri hanya seujung kuku harta Mereka." ucap tuan Handoko


Membuat Sinta langsung berbinar menatap ke dua pria tersebut


"Benarkah mereka sangat kaya." tanya Sinta


"Jadi mereka yang banyak di bicarakan para pembisnis Karena kesuksesan mereka dan sebagai wakil B&B dan kerja sama mereka dengan perusahan Guetta." ucap Sinta


"Mereka adalah orang-orang kepercayaan yang bisa membuat kita menjadi orang yang kaya raya." ucap tuan Handoko


"Sebaiknya kau merayu yang bernama Deni karena dia cukup dikenal sebagai pecinta wanita." ucap tuan Handoko, membuat Sinta mengaguk setuju


Sinta tiba-tiba berjalan menuju Deni dan pura-pura terjatuh di hadapan Deni


Galang yang melihat hal tersebut langsung berkata, " kenapa ada sampah jatuh di sini." ucap Galang tanpa perasan


Dasar Galang dia kira Sinta kotoran hanya karena memakai baju kuning

__ADS_1


Membuat Sinta sangat malu, apalagi Deni yang tak menggubrisnya sama sekali, membuat Sinta semakin malu saja


Tuan Handoko pura-pura tak melihat kejadian tersebut, beberapa pelayang langsung menolong Sinta yang terduduk di lantai pesta, semua orang memandang Sinta remeh


"Apa dia tidak tau bagaman tuan Galang dan Deni, mereka sangat tak suka di dekati wanita saat berada di pesta apalagi memakai trik murah seperti itu." ucap beberapa orang yang tampak mengenal Deni dan Galang


Tuan Handoko yang mendengar hal tersebut cukup terkejut, tuan Handoko segera menarik putrinya keluar dari pesta tersebut


Begitu sampai di mobil Sinta dan tuan Handoko langsung masuk dan pergi meningalakan hotel tersebut, karena sudah terlanjur malu


Begitu tiba di kediaman Handoko dan Sinta langsung masuk, Sinta langsung berjalan cepat menuju kamarnya sedangkan tuan Handoko duduk di ruang tamu, istrnya tiba-tiba datang, "ayah sudah pulang cepat bangat." ucap mama Sinta


"Aku dan Sinta di permalukan di pernikahan Jefri. "ucap tuan Handoko


"maksudnya bagaman, apa mereka mengatakan sesuatu." tanya mama Sinta


"Mereka mengatakan Sinta sampah." ucap tuan Handoko


"Bagaman bisa mereka mengatakan hal itu, aku akan bertemu ke dua orang tua Jefri untuk membuat perhitungan dengan mereka, kita sudah mengalah tak mempermasalahkan penolakan Jefri tentang perjodohan, tapi mereka menghina kita dengan mengatakan putriku sampah aku tak terima." ucap mama Sinta


Tuan Handoko melihat istrinya lalu tersenyum penuh arti, "ibumu kebetulan dekat dengan ibu Desi yang merupakan pemilik perusahan Denis group, bagaman kalau kau meminta ibumu menjodohkan cucu ibu Desi dengan Sinta agar keluarga Jefri tidak sombong." ucap tuan Handoko sambil tersenyum tipis


"Aku akan ke rumah ke dua orang tuaku untuk membicarakan hal tersebut, walaupun hanya teman Arisan tapi mereka sering bertemu." ucap mama Sinta


Membuat taun Handoko langsung tersenyum dan memeluk istrinya, "kau memang yang terbaik, kau harus bisa meyakinkan ibumu agar membantu kita untuk merayu ibu anita agar mau menjodohkan cucunya." ucap tuan Handoko, mama Sinta hanya mengaguk setuju


Setelah merayu istrinya tuan Handoko langsung ke kamar untuk membersihkan diri


Sementara Sinta di dalam kamarnya membuang barang-baranya karena merasa kesal telah di permalukan oleh Galang apalagi tak ada orang yang menolongnya, hanya beberapa pelayan yang membantunya

__ADS_1


Pesta pernikahan Jefri dan bunga berjalan lancar, kini Bunga dan Jefri Sudah berada di dalam kamar mereka, Bunga langsung memebersihkan dirinya begitupun Jefri mereka tampaknya sanagat lelah setelah mengelar acara resepsi pernikahan mereka.


jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2