
David dan Galang keluar bersama saat akan menuju pintu utama Erina yang sedang duduk di ruangan tengah menonton TV, melihat ke dua orang tersebut
"Mau ke mana." tanya Erina pada David dan Galang
Membuat David terkejut dia pikir istrinya sudah tidur ternyata masih betah menonton TV
"Sayang kok gak nonton TV di kamar aja sekalian istirahat." ucap David
"Sedang pengen nonton TV di ruang tengah." ucap Erina, David hanya mengangguk
"Kalian berdua mau ke mana malam-malam begini." tanya Erina lagi
"Aku dan Galang Ingin menghirup udara segar di luar karena dia merasa iri pada Brayen dan Brian yang telah menikah sedangkan dia masih sendiri." ucap david menumpahkan segalanya pada Galang
"Aduh anak mama." ucap Erina sambil bangkit memeluk Galang, " kau tenang saja mama akan secepatnya membuatmu menikahi wanita yang kau cintai jadi kau tak usah iri dengan si kembar." ucap Erina
Galang menghela nafas panjang lalu tersenyum mengangguk
Baikalah kalian hati-hati dan jangan pulang terlalu malam." ucap Erina setelah kembali pada posisinya untuk lanjut menonton
David dan Galang telah sampai di markas Besara para penjaga langsung memberikan hormat pada David
David langsung membawa Galang ke ruang orang-orang yang di tahan, mata Galang melihat lori dan dori, Galang spontan berlari dan berhambur memeluk dori dan lori membuat David Tersenyum
__ADS_1
"Tuan." ucap lori dan dori setelah melepaskan pelukan dari Galang, " wah kalian semakin tampan setelah tinggal di pedesaan apa perlu aku pindahkan ke pedalaman agar kalian tambah awet." ucap David bercanda
Jangan tuan kami sudah cukup dengan seperti ini." ucap dori dan lori
David mengalihkan pandangannya pada beberapa pria yang berada di kurungan
Apa Mereka yang mencari putraku." tanya David
"Benar tuan mereka mencari tuan muda Galang sedari dulu." ucap lori
David menatap para pria tersebut, "ikat dan keluarkan mereka aku ingin bertanya pada mereka." ucap David
Para pengawal langsung melakukan perintah David
"Katakan padaku kenapa kalian masih mencari anak tersebut." tanya David
"Kami...kami di suruh untuk membunuhnya." ucap dengan polosnya salah satu penjahat membuta rekanya yang lain langsung menatap tajam
"Apa katamu kalian di suruh untuk membunuhku." ucap Galang sangat terkejut karena dia tak pernah menyangka ada orang yang ingin membunuhnya
Semua menatap ke arah Galang seorang pemuda tampan dengan pakain mewah
"Jadi kalian berminat membunuh putraku." ucap David membuat para penjahat tersebut sangat Terkejut setelah mendengar perkatan David yang mengatakan Galang adalah putranya pantas saja identitas Galang tak bisa mereka temukan
__ADS_1
"Maaf tuan kami tak akan melakukan itu jika kami tau dia adalah putra anda kami juga hanya di suruh." ucap salah satu preman
"Terlambat kalian telah datang ke kota A dengan niat untuk membunuh putraku, kalau pikir aku tidak tau dalang di balik semua ini." ucap David
Membuat para preman tersebut menelan ludahnya kasar
"Sekarang aku beri kalian pilihan, katakan semua yang kalian ketahui atau kalian akan mendapat hadiah dariku ." ucap David
Semua preman hanya saling menatap bicara dari mata ke mata, " baiklah kalian yang memintanya, persiapakan mereka masuk ke kandang Jena dan Joe biarkan mereka bermain di sana sepertinya Joe butuh samsak baru dan Jena butuh alat pemukul." ucap David
Para pengawal langsung membawa para preman ke kandang Jena dan Joe, tampak Joe sedang memukul pohon dan Jena sedang memukul kelapa, para preman melotot saat Melihat dua gorila dengan kegiatan masing-masing
"Yang tiga pakaikan baju samsak dan yang dua buat jadikan pemukul untuk memukul kelapa jena." ucap David menyuruh para pengawal
"Tuan aku mohon ampuni kami itu sama saja membunuh kami bila me masukan kami ke kandang gorila, aku akan mengatakan segalanya tuan ucap si preman polos yang baru bergabung
Baikalah yang lain masukan ke kandang dan biarkan yang satu ini berbicara denganku
"Tuan aku juga mau berbicara." timpal yang lain saat selesai di pakaikan baju
"Terlambat aku hanya membutuhkan satu saja, Jena ayah menitipkan mereka padamu dia Ingin menyakiti Galang yang tampan." ucap David
Jena langsung menatap ke empat orang tersebut dengan tatapan membunuh
__ADS_1
jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya