TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
121


__ADS_3

"Maaf tuan muda." ucap Rendra


Setelah drama di depan pintu, mereka masuk ke ruang meeting, stelah semua duduk pada posisinya, Rendra langsung menyuruh Briana melakukan presentase di hadapan para kolega perusahan


Rendra dan Alvin tercengan saat melihat proposal yang di buat Briana begitu detail dan tanpa cacat apalagi saat di memeberikan persentase sangat luar biasa


Semua orang bertepuk tangan setelah mendengar presentase dari Briana, sedangkan Alvin dan Rendra tak bergeming mereka sangat terkejut dengan apa yang di kerjakan oleh Briana yang hanya seorang anak magang bisa membuat proposal sesempurna itu dalam waktu kurang dari lima belas menit dan membawakan materi dari proposal dengan sempurna


"Wah tuan ternyata kariyawan anda tidak hanya cantik tapi sangat cerdas." ucap salah satu kolega Alvin


"Maaf tuan dia hanya anak mangga di perusahaanku." sontak semua kolega Alvin terkejut dengan ucapan Alvin, anak magang saja sudah sempurna seperti itu apalagi kariyawan Alvin yang Sudah lama bekeraja, pikir para kolega Alvin


"Wah sangat luar biasa aku tak sabar bekerja sama dengan anda tuan." ucap pria tersebut


Setelah rapat selesai, Alvin dan Rendra yang di ikuti Briana masuk ke ruangan Alvin


"Baikalah sekarang apa yang kau inginkan karena telah membuat kerja sama dengan perusahaan lain sukses." tanya Alvin


"Aku tak ingin apa-apa, aku hanya mau pindah ke bagian penelitian." ucap Briana


"Selain pindah ke bagian penelitian dan keluar dari perusahaan kau boleh meminta apapun." Alvin

__ADS_1


"Kalau begitu aku tak menginginkan apapun." ucap Briana


Membuat Alvin dan Rendra melotot tak percaya, biasanya orang akan meminta harta atau apapun untuknya, tapi Briana tak menginginkan apapun


Briana langsung menuju kursinya dia malas berdebat dan malas melihat ke dua pria di hadapannya


Alvin dan Rendra saling memandang dan memberi kode


Rendra keluar dari ruanga Alvin, sedangkan Alvin sudah kembali ke kursi kebesaranya


Tapi belum juga lima menit duduk tiba-tiba datang pria dan wanita yang langsung masuk siapa lagi kalau bukan James sang adik dan silvia yang merupakan mantan pacar Alvin yang sekarang menjadi selir James


Alvin bangkit dan duduk di hadapan ke dua orang tersebut dengan santai, ke dua orang tersebut tak menyadari ada orang lain di ruangan tersebut, karena meja Briana yang berada di pojokan dan tertutup


"Ada apa kalian datang ke mari." tanya Alvin dia sudah biasa menghadapi dua orang manusia laknat yang ada di hadapannya


"Aku hanya berkunjung karena sedang berlibur bersama selir kesayanganku." ucap James


"Sayang aku sangat haus dan sedikit lapar." ucap Silvia


Sementara Briana yang berada di mejanya terus mendengarkan dan melihat yang terjadi di hadapannya

__ADS_1


"Alvin menghela nafas panjang, nona Briana biakan kau membantuku untuk membawakan minuman dan cemilan." ucap Alvin


Sontak saja James dan Silvia langsung mengarahkan pandangannya, tampak Briana langsung berdiri dan menuju kulkas yang berada di belakangnya yang lengkap dengan berbagai makan dan minuman serta alat pembuat minuman


Briana langsung membawakan minuman dan cemilannya, James tertegun melihat Briana yang sangat cantik dan anggun walaupun tanpa senyuman di wajah wanita tersebut


"wanita yang sangat cantik sayang kalau hanya menjadi seorang asisten di perusahan." ucap James meremehkan


Setelah menyimpan makanan tersebut Briana kembali ke mejanya memeriksa pekerjaan yang di kirim oleh Sofi Tidak ingin mengubris kata-kata pria yang menurut Briana seorang mata keranjang


"Wah pantas pantas kak lebih betah di perusahaan dari pada tinggal di istana, ternyata kakak menyimpan berlian." ucap James


"Kau sebaiknya jangan mengangu nya dia hanya kariyawan magang." ucap Alvin


"Kau tidak usah berdusta aku yakin kalian punya hubungan atau jangan-jangan dia adalah calon istrimu." ucap James sambil tersenyum mengejek


"Sebaiknya kau membawanya ke istana untuk di kenalkan, karena sebentar lagi aku akan di jodohkan dengan putri dari kerajaan benua." ucap James dengan pedenya


Briana mengehetikan jemarinya yang sedang mengetik sesuatu lalu mendengar perkatan James tentang di jodohkan dengan putri kerajaan benua, membuat Briana menautakan alisnya lalu tersenyum misterius.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya

__ADS_1


__ADS_2