TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
249


__ADS_3

Steve berbinar mendengar perkataan Jefri, dia tadinya berpikir keras Bagaimana caranya agar dia bisa menginap di kediaman Jefri kini berbalik ternyata Jefri sendiri aku tawarkan untuk dirinya tinggal di kediamannya tentu saja hal itu akan disia-siakan oleh Steve


"Aku sungguh tersanjung mendengar permintaan istrimu sebenarnya aku mampir ke rumah tapi karena istrimu yang mengajak aku untuk tinggal dengan kalian baiklah aku menerima hal tersebut ucap Steve membuat Jefri terdiam dia bingung harus mengatakan apalagi dia tak berpikir bahwa Steve akan menerima ajakannya


Mereka berdua makan dengan lahap dengan perasaan yang berbeda satunya perasaan bahagia satunya perasaan bimbang karena tak menyangka bahwa akan dengan mudahnya Steve setuju untuk tinggal di kediamannya bukankah Steve orang sangat tertutup dan tidak ingin orang mengganggu privasinya tapi kenapa tiba-tiba dia menerima ajakannya


Setelah makan siang bersama dengan lesu Jefri kembali ke kantornya sedangkan Jefri dengan senyumnya kembali ke kantornya, sampai di ruangannya Steve langsung mendudukkan tubuhnya di kursi kebesaranya


Asisten Steve yang masuk ke dalam ruangan Steve merasa heran dengan perubahan yang cukup signifikan pada atasannya tersebut


"Selamat siang tuan muda maaf sepertinya Tuan sudah sangat bahagia hari ini." ucap asisten Steve

__ADS_1


"Oh kau sudah datang kebetulan sekali aku ingin menyuruhmu untuk mengambil barang-barangku dari rumah dan membawanya ke kediaman." Jefri ucap Steve


"Apakah Tuan akan tinggal di kediaman Tuan Jefri." tanya asiten Steve


"Ya aku berencana tinggal beberapa bulan di sana ingat kau harus membawa barang-barang tersebut secepatnya." ucap Steve


Di kediaman Jefri tampak bunga tersenyum dan menyiapkan kamar untuk Steve dan juga Sofi yang bersebelahan bunga sengaja menyiapkan kamar mereka bersebelahan agar dapat memuluskan rencananya


Sofi yang baru pulang dari kediamannya membawa barang-barangnya untuk dipindahkan ke rumah adiknya langsung masuk ke dalam tapi langkahnya terhenti saat melihat ada barang seseorang yang di pindahkan di sebelah kamar yang biasa dia tempati


"Sudah ini semua barang-barang yang Kakak yang Kaka sering pakai itu barang siapa." tanya Sofi

__ADS_1


"Oh ini barang-barang teman Jefri dia sangat kasihan dia tidak punya tempat tinggal karena rumahnya sedang direnovasi dan kalaupun dia tinggal di hotel itu kurang nyaman apalagi Jefri Sudah seperti saudaranya jadi Jefri menyuruhnya untuk tinggal disini untuk sementara waktu, kakak tak keberatan kan." tanya bunga


"Tentu saja aku tidak keberatan semua terserah padamu." ucap sofi sambil tersenyum merangkul adiknya


"Baiklah akan masuk dulu ke dalam kamar aku Ingin membersihkan tubuhku dan meletakan barang-barang ku dan setelah itu aku baru akan memasakkan sesuatu yang istimewa untuk untukmu." ucap Sofi, Bunga hanya mengaguk


Melihat Sofi masuk ke dalam kamar bunga tersenyum lalu melihat barang-barang Steve yang sudah berada dalam kamar yang dibawa oleh asistennya tadi


Jefri pulang dengan wajah lusuh dan juga lelah dia sangat frustasi karena Steve akan tinggal di kediamannya dia takut kalau sampai Steve dan sofi jatuh cinta itu akan menjadi beban tersendiri dalam hidupnya


Bunga yang melihat suaminya baru pulang bergegas menghampiri Jefri Yang sepertinya terlihat tidak bergairah "sayang ada apa denganmu Kenapa dengan wajahmu apakah mempunyai masalah." tanya bunga tanpa beban

__ADS_1


Jefri menghembuskan nafasnya kasar melihat istrinya dia hanya menggeleng tak mampu berkata apa-apa dia hanya dapat pasrah menerima apa yang terjadi yang berkuasa saat ini adalah wanita yang berada di hadapannya.


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya


__ADS_2