
Di kediaman need tampak Brayen pulang dengan wajah sumringah sambil menghampiri istrinya
Rani menatap Brayen dengan tatapan yang sulit di artikan, "kok udah pulang ." tanya Rani saat melihat Brayen masuk ke dalam kamar
"Biasa mau ambil jatah tiga kali sehari." ucap Brayen dengan senyuman mesumnya dengan semangat
Brayen mendekati Rani, spontan Rani menutup hidungnya, membuat Brayen menautkan alisnya bingun
"Kakak Kenap bau sekali." ucap Rani berusaha menjauh
"Mendengar perkatan istrianya membuta Brayen terbelalak dan shock, " tapi sayang aku baru selesai mandi di kantor bagaman bisa kau mengatakan aku sangat bau." ucap Brayen
"Aku merindukan ayahku aku Ingin menemuinya." ucap Rani cuek lalu keluar dari kamarnya tanpa menoleh pada Brayen
Membuat Brayen tertegun atas sikap istrinya dia tak mengerti apa yang terjadi pada istrinya
Need yang berada di perusahan langsung pulang setelah mendapatkan pesan dari putrinya, Need masuk dengan sumringah di sambut Rani dengan senyuman hangatnya lalu memeluk ayahnya
Brayen yang memperlihatkan tingkah istrianya membuatnya bingung
"Ayah sangat wangi." puji Rani, need yang di puji Tersenyum sumringah apalagi melihat wajah menantunya yang tampak frustasi membuatnya semakin bahagia
"Apa ayah sudah makan, Rani sudah memasakkan makanan kesukaan ayah." ucap Rani
__ADS_1
"Sayang aku juga belum makan dan aku sangat lapar." ucap Brayen mencari perhatian Rani
"Di meja ada banyak makanan kau kan punya tangan." ucap Need sedangkan Rani mengaguk setuju atas ucapan ayahnya
Membuat Brayen langsung berpikir yang tidak-tidak apa istrinya Sudja di santet atau dia memasukan kuntilanak yang menyukai mertuanya
Dengan terpaksa Brayen berjalan menuju meja makan, tampak tak ada siapapun di Sana selain mereka bertiga
Setelah duduk Rena langsung mengambilkan piring untuk ayahnya beserta lauknya
Brayen mengambil makan sendiri tanpa layanan dari istri tercinta, Need sangat terharu dan bahagia karena mendapatkan perhatian dari putrinya kembali
Sedangkan di kediaman David tampak Lusi yang sedang menginginkan sesuatu, tapi dia ragu memintanya pada Brian
"Nona muda apa ada sesuatu yang anda inginkan." tanya asisten tersebut
"Apa Brian sedang sibuk." tanya balik Lusi
"Tuan pasti tidak sibuk kalau nona menghubunginya." ucap asiten tersebut
"Benarkah, baiklah aku akan meneleponnya." ucap Lusi lalu pergi mengambil ponsel miliknya
Brian yang sedang bekerja, masih fokus dengan leptopnya, ponselnya berbunyi, membuat Brian mengehentikan kegiatannya
__ADS_1
"halo sayang." ucap Brian di balik telepon
" Sayang apa kau sedang tak sibuk." tanya Lusi
"Aku tidak sibuk sayang ada apa." tanya Brian
"Bisakah kakak kembali ke rumah." tanya Lusi
"Tentu saja aku akan segera kembali." ucap Bria lalu mematikan pangil tersebut
Lusi Tersenyum sumringah setelah menelepon suaminya, Lusi duduk di ruang tengah untuk menunggu Brian
Tak kurang dari lima belas menit tampak mobil Brian sudah terparkir sempurna, Brian langsung masuk dalam sambut Lusi
Brian dan Lusi kini berada di dalam kamar merek, tampak Brian sudah berpakaian santai
"Ada apa sayang menyuruhku pulang apa yang di dalam kangen ayahnya." tanya brian
Lusi menatap Brian, "sebenarnya aku ingin makan buah mangga yang berada di kebun belakang, tapi harus di panjat oleh kakak." ucap Lusi
Brian yang tadi sangat bersemangat langsung, merasa tubuhnya mencair, apalagi pohon mangga Tersebut sangat tinggi dan banyak semuanya, membuat Brian tidak tau harus berkata apa, tapi tak mungkin menolak keinginan istrianya.
jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya
__ADS_1