TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
193


__ADS_3

"Baiklah aku akan melihat wajahnya aku Ingin tau sejelek apa dia Sampai harus menutup wajahnya." ucap Reva hendak pergi tapi Brayen menahannya


"Tunggu kau duduk dulu, apa kau sangat penasaran baiklah mari kita bertaruh di sini jika wajahnya cantik kau harus mau menemani kami pergi memancing selama satu bulan dan kau yang harus menyiapkan segalanya." ucap Brayen yang rindu memangcing


"Baikalah tapi jika dia jelek tuan harus memberikan kapal yang baru tuan beli untuk pergi memancing ke padaku." ucap Reva yang memang hobi mancing


Brayen tertawa dalam hati karena kebodohan bawahannya Tersebut, "aku yakin kau akan menang, jadi kapan kalian berencana memancing kami penasaran dengan cerita kalian yang mengatakan memancing sangat mengasyikkan." ucap Galang


"Ya aku pasti menang karena perias pengantin sudah mengatakan bagaman wajah istri Reva." ucap Brayen sambil tertawa terbahak-bahak membuat yang lain ikut tertawa


"Kau tau saat kau memancing kau bahkan bisa melupakan istrimu, sangat asyik dan seru apalagi saat ikan memakan umpan mu rasanya gimana gitu ada sensasi nikmat mengemaskan ." ucap Brian menambahkan


"Wah pasti sangat mengasyikkan aku tak sabar ingin ikut memancing bersama kalian berdua." ucap Galang antusias

__ADS_1


Di dalam rumah tampak Reva mencari istrianya Sayfa tampak istrinya baru keluar dari kamar mereka, Reva mendekati Safa


"Aku ingin berbicara sesuatu di dalam kamar." ucap Reva Langsung masuk ke dalam kamar di ikuti Sayfa dari belakang


Reva yang tiba-tiba berhenti membuat Syafa menubruk punggung Reva sehingga Sayfa mengeluarkan suaranya " ah..." ucap Sayfa sambil memegangi jidatnya, mendengar suara Sayfa yang merdu membuat Reva Langsung membeku


Sayfa yang melihat suaminya nampak terdiam kaku Langsung melangkah ke hadapan Reva "apa mas baik-baik saja." tanya Sayfa dengan suara lembut selembut air sungai


Jantung Reva berdetak kencang apalagi Sayfa menatapnya, membuat jantung Reva serasa ingin meledak


Sedangkan Reva Langsung ke tempat di mana Brayen dan yang lainya Masih asik mengobrol tentang memancing


Reva datang dengan terburu-buru membuat semua orang menatapnya dengan tatapan bingung

__ADS_1


"Tuan tolong saya, sepertinya saya tekena penyakit jantung bawan." ucap Reva Membuat yang lain saling pandang tak mengerti


"Ada apa denganmu katakan pada kami." tanya Brayen


"Jantungku berdetak sangat kencang saat aku mendengar suaranya ." ucap Reva


Membuat semua langsung tertawa terbahak-bahak mendengar perkatan Reva, "kau ini hanya mendengar suaranya jantungmu sudah berdetak bagaman kalau melihat wajahnya bisa-bisanya jantung mu Langsung copot." ucap Brian yang masih tertawa


"Tuan aku serius, jantungku berdetak apa karena aku takut padanya sehingga membuat jantungku berdetak saat dia berbicara tapi suaranya sangat lembut tapi kenapa jantungku berdetak seperti saat anda membentku saat marah." ucap Reva dengan polosnya


Brayen membuang nafasnya dengan kasar melihat tangan kanannya yang selalu hidup di goa dari kecil karena Rev di didik khusus sebagai tangan kanan ketua sedari kecil sehingga tak bisa membedakan mana suara bergetar karena cinta, mana suara getaran karena takut sehingga membuta jantungnya berdetak


"Jadi kau sudah melihat wajah istrimu." tanya Galang, Reva mengeleng

__ADS_1


"Saat dia bertanyak padaku aku tak bisa menahan detak jantung ku sehingga aku langsung meningalkanya ." ucap Reva, semua orang membuang nafasnya kasar karena kelakukan Reva padahal mereka sudah menunggu Reva sedari tadi hanya untuk mengetahui pandang Reva tentang istrianya.


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya


__ADS_2