TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
188


__ADS_3

Melihat pohon mangga yang tinggi daunnya membuat para wanita tersebut sangat sedih apalagi tiga wanita hamil yang sedari tadi air liurnya sudah hampir mau keluar


Pak Dedi tukang kebun Langsung menghampiri para wanita tersebut, "maaf nona mangganya sudah habis tadi pagi di ambil sama tuan muda sebelum ke kantor." ucapan papa Dedi membuat para wanita saling melihat


Rani Langsung menelepon suaminya melalui pangil video berharap mangga tersebut masih ada, sedangkan para calon papa dengan lahapnya makan mangga muda dengan sambel rujak


Ponsel Brayen berbunyi membuat Brayen menghentikan makannya dan melihat ponselnya yang ternyata istri tercinta


Hai sayang tumben telepon sore gini." tanya Brian sambil kegirangan karena di telepon istri tercinta


"Sedang apa sepertinya rame." ucap Rani dengan mimik wajah yang sulit di artikan


"Dengan riang Brayen berkata oh Kami sedang memakan mangga muda dengan bumbu rujak rasanya sangat nikmat sungguh." ucap Brayen sambil memperlihatkan sisa bumbunya saja

__ADS_1


Para calon ibu yang mendengar celotehan Brayen dan melihat apa yang mereka lakukan di sana, wajahnya langsung berubah masam tak ada senyuman sama sekali di wajah ibu ibu-ibu hamil itu apalagi tak ada mangga satu pun yang tersisa


Semua serempak mengeluarkan ponsel untuk menghubungi suami Mereka masing-masing


Tak berselang beberapa menit tampak Brayen, Brian, Deni dan Galang masuk ke dalam kediaman keluarga David


Sedangkan istri mereka duduk santai di sofa, sedangkan para gadis Langsung menghindar secepat kilat dari pertikaian yang terjadi antara ibu hamil Vs calon ayah


Semua menatap istri mereka masih, "apa kalian sudah kenyang." tanya Rani ketua geng ibu hamil, para pria serentak mengeleng


Sedangkan para gadis ternyata masih dengan kebiasaan lama mereka suka mengintip.....Rena ikut mengaguk saat para bumil mengaguk, Briana Langsung memukul pelan kepala Rena, " kenapa kau juga ikut mengaguk ." tanya Briana


"Maaf aku terbawa suasana." ucap Rena tanpa malu, yang lain hanya mengeleng saja

__ADS_1


Sontak saja ancaman dari para istri membuat mereka ketar ketir sediri apalagi mereka membawa satu kantong yang isinya sekitar dua puluh biji


"Tapi sayang di mana kami harus mencari pohon mangga yang berbuah sedangkan pohon mangga di belakang adalah satu-satunya pohong yang berbuah di sekitar sini." ucap Brayen


Memang unik tapi mangga di kebun belakang keluarga David akan berbuah jika musim buah mangga telah lewat sepertinya buah itu seperti tuanya tak ingin ada yang menyayangi dirinya


Terserah kalian cari ke mana waktunya satu jam dari sekarang, sontak saja ke empat orang tersebut langsung bergegas menyuruh anak buah mereka mencari di man ada pohon mangga muda


Reva kebetulan menemukan pohon mangga di sebuah rumah sederhana di sebuah gang sempit yang di huni oleh nenek dan cucunya tapi Reva hanya bertemu dengan si nenek sedangkan cucunya sepertinya tak pernah keluar kamar


Reva menelepon Brayen, tanpa kata ke empat pria tersebut langsung meluncur ke rumah tersebut


Melihat mobil tuanya Reva Langsung keluar dari mobilnya, "maaf tuan saya menunggu di sini karena kita harus masuk ke dalam lagi Karen sempit kita harus jalan kaki." ucap Reva

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya


Maaf tadi tidak sengaja up dua kali


__ADS_2