
"Bagaman apa semuanya sudah di laksanakan." tanya Erina. " semua Sudah beres sayang bahkan dia akan berpikir bahwa Suaminya yang membawa semua hartanya." ucap David sambil tersenyum penuh arti
"Benarkah, kau memang selalu membuatku puas sayang ucap Erina sambil tersenyum nakal pada David
"Waktunya membalas untuk semua yang telah aku lakukan untuk mu." ucap David dengan senyuman mesumnya
"Membuat Erina sumringah, siapa yang nolak." ucap Erina yang sudah terkontaminasi dengan otak mesum tingkat iblis sang Suami
Sedangkan di kediaman Desalan tepatnya di dalam ruang kerjanya tampak Desalan bersama ayahnya sedang berbicara
"Ayah apa maksud ayah mengatakan bahwa pernikahan Yema dan cucu anak teman ayah akan segera di laksanakan." tanya desalan
"Kemarin nyonya Helena istri Sutoyo,memberikan kabar bahwa dia akan datang bersama putra ke dua keluarga Sutoyo." ucap kakek Yema
"Tapi ayah , ayah kan tau kita belum membuktikan kebenaran tentang anak tersebut." ucap Desalan
"Nyonya Helena mengatakan dia mempunyai bukti tes DNA antara putranya Roby dan Sutoyo." ucap kakek Yema
__ADS_1
"Tapi ayah apa tidak sebaiknya kita membicarakan hal tersebut setelah Yema menyelesaikan kuliahnya." ucap Desalan
"Ayah sudah terlanjur berkata pada nyonya Helena kalau dia berhasil membuktikan kematian putra Sutoyo dengan mendiang istrinya yang bernama Bima dan memberikan bukti tes DNA dan kalung yang kami buat untuk cucu kami masing-masing, maka aku sepakat untuk mempercepat pernikah tersebut." ucap kakek Yema
Desalan tampak terdiam entah apa yang ada di otaknya saat ini, setelah pembicaraan tersebut desalan keluar menuju kamar kedua putrinya, desalan masuk ke kamar Yema, Desalan duduk di tepi ranjang putrinya sambil melihat Yema yang terlelap
Tanpa sengaja mata Desalan melihat sebuah gambar di bawah bantal Yema, David langsung mengambil gambar tersebut
Mata Desalan terbelalak saat melihat Galang dan Yema berfoto saling berpelukan dengan bibir saling menempel
Desalan sampai di kediaman David , para penjaga langsung memberi hormat dan pelayan langsung membuka pintu
Desalan yang melihat Galang sedang bercengkrama dengan Briana di ruang tv, Desalan mendekati Galang
"paman ingin bicara denganmu." ucap desalan
Galang yang tadi sedang bercanda langsung menoleh kearah suara tersebut, Galang tampak terkejut melihat wajah gusar Desalan dan penuh kecemasan
__ADS_1
"Apa paman baik-baik saja." tanya Briana yang melihat perubahan wajah pamannya
"Paman baik-baik saja, paman hanya ingin berbicara dengan Galang di ruang kerja ayahmu, bisakah kau sekalian memanggil ayahmu sedari tadi aku telepon ponselnya tak di angkat." ucap Desalan,Briana hanya mengaguk lalu bangkit menuju kamar ke dua orang tuanya
Sedangkan di dalam kamar David yang sedang berniat menjalankan aksi mesumnya bersama istrinya, harus menghentikan aksi mesum mereka Karen Briana mengetuk pintu lumayan keras, membuat David terpaksa membuka pintu
"Apa kau tak tau ayah sedang berusaha membuat adik untuk mu." ucap David yang keceplosan
Membuat Briana langsung melotot tak percaya dengan apa yang di katakan oleh ayahnya, Semetara Erina yang mendengar hal tersebut langsung mengumpat ke arah David , membuta David hanya dapat memukul mulutnya yang kadang tak ada filter
"Ayah jangan bercanda, ingin membuat adik, apakah ayah sudah merencanakan hal tersebut." tanya Briana
"Sudah lupakan apa yang ayah katakan sekarang ada apa?, sampai kau mengetok pintu kami dengan brutal." ucap David
Briana memajukan bibirnya mendengar perkatan ayahnya. " ada paman Desalan di ruang kerja dia mencari ayah, dia bersama kak Galang, tadi paman mengajaknya bicara." ucap Briana
jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya
__ADS_1