TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
166


__ADS_3

Brayen tak ambil pusing dengan ucapan ayah mertuanya, baginya itu ucapan ungkapan kasih sayang ayah mertuanya padanya


Sedangkan Need di dalam kamar mengumpat kesal pada menantunya tersebut


Need langsung masuk ke dalam kamar mandi, menggunakan sabun milik istrinya


Sedangkan di kamar Brayen tampak Rani mengerjakan matanya, melihat sudah jam makan malam


Brayen yang baru masuk ke dalam kamar langsung tersenyum melihat istrinya


"Sayang kau sudah bangunan." tanya Brayen sambil mendekati istrianya


Rani langsung memeluk tubuh suaminya yang menurutnya sangat harum


Sayang kau semakin harum saja ucap Rani sambil mengeratkan pelukannya, Brayen Tersenyum gemas pada istrianya


Rani membersihkan dirinya, sedangkan Brayen menunggu Rani dengan memeriksa ponsel miliknya


Rani keluar dengan penampilan yang lebih segar, mereka berdua turun ke bawah untuk makan malam bersama


Tampak Need dengan senyuman merekahnya menunggu putri tercintanya

__ADS_1


Rani Tersenyum saat melihat ayahnya, saat hendak mendekati Need tiba-tiba Rani berhenti dan menutup hidungnya


"Kenapa sekarang ayah yang jadi bau dan Brayen yang jadi harum." ucap Rani


Need langsung menatap tajam Brayen yang sudah memakai sabun mandinya dan kemudian menatap Eni, sedangkan yang di tatap cuek bebek


"Karena ada seseorang yang telah mencuri sabun ayah dan yang lain memakai sabun tersebut tanpa berniat mengembalikannya." ucap Need menyindir Eni dan Brayen


"Benarkah, tega sekali mereka mengambil sabun ayah, tapi maafkan aku ayah tak bisa berdekatan dengan ayah karena aku mual mencium bau sabun baru ayah." ucap Rani


Need mengepalkan tangannya, dia sangat kesal ada istri dan menantunya yang membuatnya harus berjauhan dari putrinya


Sementara di kediaman David tepatnya di kamar Brian, Lusi yang merasa bersalah terus menagis


Brian langsung mencim bibir istrinya agar berhenti menangis


Benar saja tangisan Lusi berhenti, "udah jangan nangis ayo kita makan malam." ucap Brian


Brian dan Lusi keluar tampak Brian berjalan dengan sedikit pelan karena bokongnya masih terasa nyeri


David dan Erina menatap bingun pada Brian yang berjalan seperti orang yang menahan sakit

__ADS_1


Bahkan saat duduk Brian duduk dengan sangat perlahan-lahan


"Ada apa denganmu kenapa berjalan seperti itu dan ada apa dengan bokong mu." tanya David


Lusi langsung menunduk Semetara Brian menatap ke dua orang tuanya, "tadi tak sengaja terjatuh." ucap Brian


"Benarkah apa yang terjadi seperti itu sangat sakit membuat mu sedikit tak nyaman ." ucap David


Lusi semakin menunduk membuat Erina yang sedari tadi melihat menantunya tertunduk, " ada apa nak apa terjadi sesuatu padamu sayang." tanya Erina penuh kelembutan pada Lusi


Lusi mendongak langsung menangis " Brian sakit karena aku yang meminta mangga muda di kebun belakang sehingga Brian terjatuh." ucap Lusi sambil menangis


Sontak David dan Erina tertawa terbahak-bahak mendengar perkatan Lusi, membuat Lusi langsung terkejut sedangkan Brian melanjutkan makannya tanpa berniat mengubris ke dua orang tuanya yang menertawai dirinya


"Apa ayah dan ibu tidak marah padaku." tanya Lusi karena sejak tadi merasa takut mertuanya akan marah


"Ayah dan mama tak akan marah kalau kau mau kau bisa menyuruhnya memanjat pohon lain selain pohon mangga, ayah dan mama tak keberatan sama sekali." ucap Erina tanpa perasan dan David mengaguk setuju


Membuat Lusi tersenyum dan m lanjutkan makanya dengan damai, sedangkan Brian mendelik melihat ke dua orang tuanya.


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya

__ADS_1


__ADS_2