Cinta Wanita Kumal

Cinta Wanita Kumal
Dua Lelaki Berkuasa


__ADS_3

Melihat wajah dengan tampang yang di buat buat, seolah menjelaskan kwalitas manusia sesungguhnya.


Tampan tapi berhati busuk. Tetapi di antara lelaki yang berseteru memang terikat pada satu simpul, egois dan culas.


Dua lelaki yang sama berkuasa, mempertaruhkan harga diri hanya demi wanita yang kini tergeletak tak berdaya.


Tapi keberuntungan jatuh kepada Kendrick, dia bukan lelaki baik, tetapi paling tidak dia sangat mencintai Elizabeth.


Baik keduanya mempunyai kubu masing masing. Kekuatan demi memperebutkan satu wanita.


Jade Eman begitu murka saat mengetahui Eliana di bawa pergi Kendrick, saat semua mata tertuju pada satu titik, betapa terkejutnya dirinya. Wanita yang ada di dalam gendongan Kendrick adalah Eliananya. Begitu bodohnya dia terbuai oleh bujuk rayu seorang model cantik blasteran. Jika saja anak buahnya tidak memperingatkannya tentu sampai detik sekarang Jade Eman masih dalam mode terlejut.


Mengumpat pada Carlos ayah angkatnya dan juga Luci calon ibu mertuanya.


Dengan langkah lebar dia mengikuti kepergian Kendrick, sayangnya Kendrick dan anak buahnya jauh lebih sigap, mereka sudah mempersiapkan kendaraan demi mengantisipasi situasi apapun.


Sesampainya di rumah sakit, Kendrick berlari sambil membopong tubuh Eliana, tidak berselang lama baik dokter ataupun perawat sudah siaga. Siapa yang tidak takut dengan iring iringan mobil yang mendatangi rumah sakit?


Eliana sudah di berikan pertolongan, di dalam kamar darurat para dokter bertarung demi keselamatan wanita ini.


Beberapa saat kemudian Jade tiba bersama Carlos dan Luci, langkah mereka terlihat buru buru. Apa lagi wajah Jade memerah menahan amarah. Tapi bagaimana lagi, dia kalah pamor di bandingkan Kendrick.


Matheo tiba bersama Jade.


"Apa yang kamu lakukan? Membawa wanita tunangan Jade! Kamu berniat memulai peperangan?"


"Lalu bagaimana dengan kamu? Bukankah kamu kuasa hukumku? Kenapa kamu tiba bersama Jade!"


Kendrick terlihat kesal, bagaimana tidak, Uang yang di dapat Matheo adalah berasal dari dirinya, tapi mengapa bisa satu mobil bersama musuh?


"Menurut kamu, aku harus jalan kaki kesini!"


"Kalau perlu, aku tidak suka orangku berhubungan sama keluarga tengik itu."


Yang di maksud Kendrick keluarga tengik adalah Jade dan Carlos.


Jade mendekati Kendrick, dia tidak suka Kendrick mencampuri urusannya. Baru saja satu langkah kakinya hendak mendekati Kendrick, todongan senjata sudah menempel tepat di dahinya.


"Kamu mau apa? Kamu kira mudah untuk membunuhku?" Ucap Kendrick. Sedikit sombong, demi menghadapi lawan, atau musuh lamanya.


"Lihat sekitarmu."


Ucap Kendrick menggertak. Ternyata anak buah Kendrick sudah bersiaga.


Bukan Kendrick yang di takutkan Jade dan Luci, tapi bagaimana jika dokter mengetahui penyakit Eliana yang sebenarnya. Dia tidak mau itu terjadi.


"Ok, cukup! Eliana adalah tunanganku, dan aku yang berhak memilih siapa dokternya." Ucap Jade menggertak Kendrick.


"Dia sudah di dalam dan dokter ahli sudah menanganinya." Jawab Kendrick tenang.

__ADS_1


"Ya tapi mereka tidak cukup baik untuk menangani Eliana."


Kemudian Jade mencoba menerobos, mendorong tubuh Kendrick dengan bahunya Walaupun tindakannya sia sia.


Anak buah dari Kendrick dan Jade bersiaga. Mereka saling memamerkan nyali. Tapi tidak ada yang lebih garang dari pada Marco.


"Hentikan! Di sini yang berhak menentukan adalah Jade, Kendrick cukup, kamu sudah memiliki keluarga dan jangan ikut campur. Dan apa hubunganmu dengan Eliana." Hardik Luci, membela Jade.


"Dan apa hubungan anda dengan Eliana." Balas Kendrick mencoba memancing.


"Karena dia anakku."


"Anak? Anak dari Carlos?"


"Ya!"


"Kalau begitu hanya ibu tiri." Luci menelan ludahnya kasar. Melirikkan matanya kepada Carlos agar membantunya.


Di luar dugaan Carlos malah memberi angin kepada Kendrick.


Luci sangat marah kepada Carlos.


"Tidak bisa di andalkan!"


Semua tidak ada yang mau mengalah, baik kubu Kendrick ataupun Juan. Bahkan menjelang pagi Eliana belum sadarkan diri. Meminta penjelasan perawat yang hilir mudikpun percuma.


beberapa saat kemudian Eliana tersadar. Dokter keluar bersama seorang perawat.


Jade bersama Kendrick bersamaan memasuki kamar darurat.


"Kendrick!" Ucap Matheo. Dia harus menyadarkan temannya.


"Hanya keluarga saja dan kamu bukan siapa siapanya."


Kendrick menghentikan langkah kakinya, yang di ucapkannya benar. Dia bukan siapa siapanya Eliana. Jika saja boleh jujur dia pantas di sebut orang luar. Terlihat senyum kemenangan di mata Luci.


Sementara itu di kamar darurat, saat Eliana mengetahui dirinya terbaring, sedikit ketakutan ketika tersadar wajah Jade sudah ada di depannya. Beringsut membelakanginya.


Jade tidak pernah sekalipun membentak ataupun menyakiti secara langsung kepada Eliana. Namun perasaan tidak nyaman jika berdekatan dengannya sudah menandakan kalau Jade bukan manusia yang baik.


Memberikan obat depresi dengan dosis tinggi tanpa di sadari oleh Eliana, menghentikan terapi pada lutut dan memaksa Eliana menggunakan kursi roda adalah salah satu tindak kekerasan yang di lakukan Jade.


Perasaan cinta Jade adalah semata mata karena kecurigaannya pada Carlos, memberikan sebagian hartanya kepada Eliana.


Apalagi dia mengetahui kalau Eliana atau Elizabeth adalah wanita yang di cari musuh terbesarnya.


Semua perlakuan Jade ini di dukung dan di bantu oleh Luci, awalnya Carlos mendukung saat pertama kali Jade mengatakan kalau memberikan obat depresi demi membantu Elizabeth melepaskan atau melupakan siksaan Kendrick. Tetapi tindakan itu malah semakin menjurus menguasai kehidupan Eliana.


Sebagai ayah tentu saja tidak merelakan di tambah dia baru saja menyadari kalau Elizabeth adalah putrinya.

__ADS_1


Carlos yang dulu garang kini semakin tua, kekuasaannya juga tidak seperti dulu. Usia menghambat semunya.


Jade Eman mengusap anak rambut Eliana. Memberikan sentuhan halus di pipi Eliana, mengecup lehernya.


"Ada apa? Apa yang terjadi? Bagaimana bisa kamu pingsan dan bersandar di bahu lelaki lain selain aku?"


Tubuh Eliana menegang, syarafnya seakan terkena tegangan seribu mega watt. Tapi dia berusaha tenang.


"Aku tidak tau tiba tiba aku tersadar di kamar ini." Ucap Elizabeth terbata bata.


"Lalu apa yang di katakan laki laki itu hingga kamu terpingsan?"


"Aku lupa."


"Lupa ha? Apa mau aku bantu agar kamu bisa mengingatnya." Ucap Jade di telinganya.


Tangan Jade menelusup ke dalam baju rumah sakit yang di kenakan Eliana, mengusap punggung halus itu. Tangan itu terus bermain di sana.


Elizabeth merasa tidak nyaman, menahan nafasnya dan memejamkan mata. Jika dia benar benar mencintai Jade, seperti yang pernah di katakan mamanya, mengapa rasanya seperti ini? Ketakutan dan jijik!


"Kamu menyukainya?"


Kemudian tangan Jade berpindah ke depan, dia semakin membungkukkan kepalanya. Saat ini tangannya berpindah ke bagian depan tubuh Eliana.


"Jade."


"Hmmm."


"Ini rumah sakit."


"Aku tau, bahkan mama dan papa di ada di luar. Masalahnya apa. Diam dan nikmati saja sentuhanku?"


Jade memeluk erat tubuh Eliana dari belakang, mencium rambut Eliana dan menghirupnya dalam dalam, aroma mint masuk ke hidungnya dan masuk ke otaknya. Jade semakin nekat menaikkan seluruh badannya ke atas brankar yang di tempati Eliana.


Eliana memejamkan matanya rapat rapat. Bukan menikmati tetapi rasa jijik dan ketakutan.


Tangan Jade terus bermain di perut Eliana, meraba dan sedikit remasan. Dia benci kehilangan Elizabeth, apalagi kembali ke tangan Kendrick. Keegoisan dan serakah.


Tangan itu kian naik, meraba dua harta kembar yang di miliki Eliana. Meremas dengan sedikit kekerasan.


"Sakit."


"Sakit? Akan lebih sakit jika kamu tidak menurut. Minggu depan kita menikah!"


Saat Jade menikmati remasan itu, sesuatu di bawah sana mulai mengeras. Dia mulai berpikir lebih.


' Cklek brak'.


Suara pintu di dorong secara kasar.

__ADS_1


Trimakasih untuk yang menanti novelku. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. Gracias🥰


__ADS_2