Cinta Wanita Kumal

Cinta Wanita Kumal
Sumsum Tulang Belakang


__ADS_3

Kamar ruang VIP yang di tempati Leyton kini di rombak, cat yang biasanya berwarna putih sudah di ganti menjadi biru langit. Gambar gambar pahlawan Marvel mendominasi setiap sudut dinding. Mainan mahal dan tivi kabel juga di sediakan. Suasana ruangan benar benar di samakan dengan kamar yang ada di kastil barat. Hal itu di lakukan Kendrick semata mata agar putra kesayangannya merasa terhibur.


Walaupun ternyata hasilnya tidak memuaskan. Leyton tetap bersedih dan letih, dia tidak ada tenaga untuk memakai semua fasilitas yang di berikan. Leyton hanya ingin sembuh.


Sudah satu minggu sejak sakitnya Leyton. Kondisi kesehatan Leyton semakin menurun, anak kecil yang biasanya ceria sekarang semakin kurus. Lingkaran pada mata yang menghitam, bibir kering dan kerontokan pada rambut.


Keceriaan Leyton kini menghilang, bocah laki laki pelindung Nina kini tergolek lemah. Selang berisi cairan penambah nutrisi ataupun obat terhubung di jarum infus, menancap ke dalam urat tangan yang semakin lama semakin mengecil.


Tapi semangat anak Leyton tidak pudar, demi kesembuhan dia menelan semua rasa pahit yang di sodorkan oleh perawat.


Ke dua kakinya terbungkus kaos kaki tebal. Suhu pada ruangan di turunkan hingga batas normal, hal itu di lakukan karena kondisi Leyton acap kali mendapat serangan demam tanpa sebab.


Hampir tiap hari hidung Leyton berdarah, bahkan sekarang gusi juga mulai berdarah, sehingga dokter hanya menyarankan mengkonsumsi bubur.


Sejak saat itu perubahan pada Kendrick mulai nampak, Kendrick semakin menjauh dari Elizabeth, semua tau kalau Leyton adalah putra kesayangannya. Bujukan Matheo agar tidak menyalahkan sepenuhnya kepada Elizabeth tidak berarti apa apa.


Kendrick memang tidak secara langsung menyalahkan Elizabeth, tapi dengan sikap Elizabeth merasa sadar diri.


Julia setia menemani Elizabeth, karena bagaimanapun juga kehamilan Elizabeth semakin membesar


Berapa kali Elizabeth meminta maaf, rasa penyesalan dan bersalah. Padahal kondisi yang di alami Leyton bukan kesalahan Elizabeth.


Masi melekat dalam ingatan Elizabeth sehari setelah Leyton di rawat di rumah sakit besar Bogota, hasil tes laboratorium keluar.


Tidak ada yang menyangka kalau kondisi Leyton seperti itu karena penyakit yang di deritanya yaitu Kanker, bukan karena salah makan.


Ketika Kendrick berbicara di forum dokter dengan membaca hasil diagnosa, seketika kepala Kendrick seakan di hantam batu sebesar bola kasti. Dunia seakan kiamat, Kendrick menyapu semua yang ada di atas meja dokter.


'Prankkkk'. Suara benda berjatuhan.


"Aku mau kamu cek ulang, tidak mungkin putraku sakit kanker." Bentak Kendrick, tangannya mencengkeram krah pakaian dokter itu. Dokter sangat ketakutan.


"Tapi saya sudah melakukannya dua kali, dan hasilnya sama." Jawab dokter itu ketakutan, bahkan dokter itu berharap hasil tesnya beda, agar terbebas dari kemurkaan sang mafia, menyesal rasanya menerima sang putra mahkota, tapi bagaimanapun juga ini adalah tanggung jawab dokter. Di ruangan itu tidak hanya ada satu dokter ahli, tapi ada 10 dokter ahli dan kepala perawat, mereka bahkan harus mengumpulkan keberanian untuk menghadapi sang penguasa.


"Kalau begitu lakukan lagi!" Teriak Kendrick, kemudian melepaskan cengkraman pada dokter itu dan membantingnya kembali ke kursi hitam.

__ADS_1


Matheo yang berada di sampingnya ikut prihatin, dia belum pernah melihat keterpurukan Kendrick hingga seperti ini. Pria yang biasanya tegar kali ini bisa menangis.


Matheo pernah melihat Kendrick menangis yaitu pada saat kematian palsu Elizabeth lalu sekarang.


"Kendrick sebaiknya redam emosimu, dari pada menyalahkan dokter lebih baik menanyakan solusinya, apa sebaiknya yang di lalukan." Bujuk Matheo. Tapi Kendrick masih tidak bisa berpikir jernih.


Matheo berpikir jernih, dia mulai mengmbil inisiatif untuk bertanya.


"Lalu sebarapa parah kondisi Leyton?" Tanya Matheo pada salah satu dokter yang duduk di depannya. Dokter itu tidak menjawab tetapi mempersilahkan rekan dokter lainnya untuk bicara.


"Cukup parah." Jawab dokter ragu ragu.


'Brak'. Suara meja yang di pukul oleh tinju Kendrick. Semua orang berjungkit kaget.


"Tahan emosimu, kita harus tau kondisi Leyton, agar kita mendapatkan solusi terbaik untuk pengobatan Leyton." Matheo menenangkan emosi Kendrick.


"Jalan satu satunya adalah tali pusar dari adik atau sumsus tulang belakang orang tuanya. Atau kemoterapi. Jawab dokter berkacamata tebal.


Hati Kendrick hancur, dia tidak tega anak sekecil Leyton harus mengalami pengobatan yang menyakitkan. Dia tidak mau anaknya menjalani proses kemoterapi.


"Apa yang hamil adalah ibu kandung?" Tanya dokter.


"Bukan, dia ibu sambung." Jelas Matheo.


"Oh, itu tidak bisa, walaupun memiliki kesempatan hanya sekian persen." Dokter senior menjawab.


"Jadi menurut dokter benar benar anak kandung? Dan yang lainnya peluangnya kecil" Tanya Matheo meyakinkan lagi.


"Ya." Jawab dokter singkat.


"Itu artinya?" Matheo memastikan.


"Masih ada waktu selama delapan bulan, Jadi ada kesempatan. Cepat ambil keputusan, kita mengejar waktu." Jawab dokter senior. Dia yang paling di segani oleh semua dokter yang hadir.


Konfrensi dokter dan Kendrick sudah selesai, dokter meninggalkan ruangan. Hanya tertinggal Kendrick dan Matheo.

__ADS_1


Kendrick sangat terpukul, satu tangannya menopang kepalanya dan tampak terlihat kusut.


"Lalu apa yang akan kamu lakukan?" Tanya Matheo.


"Menunggu Elizabeth melahirkan, dan langsung ambil tali pusar bayinya." Jawab Kendrick ringan.


"Kalau tali pusar itu cocok untuk Leyton. Jika tidak? Artinya kamu sudah membuang tujuh bulan kesempatan. Sebaiknya jangan buang buang waktu. Buat Eva hamil, dengan begitu kamu masih ada kesempatan ke dua."


"Aku tidak bisa." Jawab Kendrick yakin.


"Kenapa tidak bisa?" Tanya Matheo.


"Tidak bisa ya tidak bisa!" Jawab Kendrick mulai Emosi, bagaimana dia menghamili Eva kalau melihat wajahnya saja sudah tidak berhasrat.


"Apa susahnya! Tinggal buka celana dan pakaian terus lakukan itu!" Ejek Matheo.


Tiba tiba tinju Kendrick jatuh ke wajah Matheo. Matheo tidak sempat mengelak.


"He, stop! Aku cuma mencairkan suasana. Lagi pula ada inseminasi buatan. Kamu tidak perlu melakukan itu."


"Tutup mulutmu! Aku sumpal pake tinjuku!" Bentak Kendrick. Matheo salah memberi candaan di waktu tidak tepat.


Suasana kembali hening, Kendrick masih memikirkan langkah apa yang harus di lakukan. Benar ucapan Matheo, dia tidak bisa membuang waktu. Jika menunggu kelahiran Elizabeth dia membuang waktu tujuh bulan yang tersisa.


Dan jika melakukan tes tali pusar sekarang itu bisa membahayakan janin yang di kandung Elizabeth.


"Kendrick, jangan berpikir terlalu dalam, sekarang cepat lakukan tes kecocokan sungsum belakangmu, siapa tau cocok dengan begitu kamu bisa mengesampingkan saranku tadi.


Mendengar ucapan Matheo, Kendrick merasa otaknya semakin menumpul. Ada harapan kecil di matanya. Dengan kata lain ini peluang sangat besar, Leyton adalah memang anak kandungnya dari Eva. Tentu sumsum tulang belakang akan cocok, batin Kendrick.


"Kemana?" Tanya Matheo, saat melihat Kendrick tiba tiba berdiri dari tempat duduknya.


Kendrick tidak menjawab, tapi Matheo mengejarnya. Di lihat dari arah berjalan Kendrick, ternyata dia menuju laboratorium.


Ke duanya berharap cemas.

__ADS_1


__ADS_2