
Eliana yang malang, Elizabeth yang terbuang. Dua nama yang berbeda tapi di miliki orang yang sama. Keburukan nasibnya karena lahir dari hasil perselingkuhan.
Kini lagi lagi terjadi, ingatannya kembali, obat anti depresi cukup lama tidak di konsumsinya dan di tambah tragedi yang baru saja menimpanya.
Nina telah tertidur lelap, Eliana tidak berani mendekat. Dia hanya menatap putrinya dengan berdiri di ujung tempat tidur. Air matanya tak berhenti menangis. Benci dengan keadaan dirinya.
Putri semata wayangnya tidak mengenalinya. Elizabeth tidak ingin hidup. Dia sudah menitipkan Nina kepada Julia. Elizabeth akan pergi jauh, menemui Jade yang sudah berani mengubah wajahnya.
Sekarang Julia menemui Kendrick atas perintahnya. Mungkin dengan sedikit cerita Julia, Kendrick akan mendapat gambaran tentang kejadian kemarin.
Dia membenci wajahnya yang sekarang. Bahkan beberapa tanda lahir yang ada di tubuhnya juga di hapus oleh Jade.
Awalnya sesaat setelah beberapa polisi wanita dan juga Julia mencoba menenangkannya, Elizabeth membersihkan seluruh tubuhnya, menyadari tanda lahir lenyap begitu saja, Elizabeth masih berpikir jernih mungkin keadaan kulitnya lumayan bagus sehingga beberapa luka bekas siksaan Kendrick bisa hilang dengan cepat.
Tapi setelah Elizabeth keluar dari kamar mandi dan di bantu oleh Julia, Elizabeth melewati cermin. Terkejut mengira seseorang berada di ruangan yang sama dengan dirinya.
Eliana meraba wajahnya, sangat cantik tapi bukan Elizabeth yang dulu.
"Eli, aku tau itu kamu." Ucap Julia lalu memeluk erat tubuh Elizabeth. Julia menangis sesunggukan, berbanding terbalik dengan Elizabeth. Elizabeth mendorong tubuh Julia hingga terbentur tembok, untung saja dorongan itu tidak keras.
"Aduh." Ucap Julia, dia tau Eliana marah.
"Kamu yang melakukan ini?" Tanya Eliana, wajahnya kini memerah. Kemarahan membuat otot lehernya mengeras di tambah giginya bergemeletuk.
"Bukan, tentu saja bukan!" Jawab Julia, Julia memberikan isyarat dengan satu jarinya di depan bibir.
"Kendrick? Kurang ajar!" Hardik Elizabeth.
Dia hendak keluar pintu kamar mandi namun di halangi oleh Julia.
"Dengarkan! Kendrick juga tidak tau, dia menganggap kamu adalah orang lain. Aku tau kalau kamu adalah Elizabeth setelah melihat hasil tes DNA yang di lakukan oleh Matheo." Julia mencoba menerangkan. Sejatinya dia juga merasa kasihan melihat Elizabeth.
Elizabeth tertunduk lemas, tanpa daya dia ingin berdiri. Satu tangannya berpegangan pada ujung bathup.
"Siapa saja yang tau kalau aku adalah Elizabeth selain kamu?" Tanya Elizabeth lirih, kemudian dia mengusap ke dua pipinya di depan cermin, merasa asing dan aneh.
__ADS_1
"Matheo dan dokter Noela." Jawab Julia pelan, dia menguwatirkan pembincangannya terdengar oleh Nina.
"Pantas saja Nina tidak mengenaliku." Ucapan Elizabeth dengan nada sedih, menelan salivanya kasar.
"Lalu katakan siapa yang telah lancang merubah wajahku?" Elizabeth butuh jawaban, setidaknya dia akan menanyakan pada orang itu tujuan merubah wajahnya.
"Kemungkinan Jade Eman, putra dari Carlos Eman. Pemilik store tempat kita bekerja dulu." Ucap julia tegas.
"Apa?!" Tanya Elizabeth tak percaya. Elizabeth membelalakkan matanya seakan tak percaya. Dia tidak pernah bersinggungan dengan Jade, lalu mengapa laki laki itu merubah hidup Eliana menjadi kacau!
"Jade Eman putra dari Carlos Eman, laki laki yang di benci Kendrick?" Tanya Elizabeth memastikan, seakan dia tidak percaya.
"Kamu tau?" Kata kata Julia menyelidik.
"Kendrick pernah bercerita padaku." Ucapan Eliana dengan kacau.
"Ceritakan padaku semuanya." Permintaan Elizabeth tidaklah sulit, tapi ada keraguan di mata Julia.
Julia menceritakan semua kejadian yang menimpa Elizabeth termasuk Kendrick yang telah menyesal pernah menyakiti Elizabeth. Ekspresi Elizabeth saat mendengarkan cerita Julia begitu sedih, hatinya seperti teriris. Tapi sayang, kali ini Kendrick menyerah untuk mencari keberadaan Elizabeth dan mulai jatuh cinta dengan Eliana.
Tapi Eliana tidak percaya begitu saja, Kendrick tetaplah Kendrick. Seorang mafia yang haus akan kekerasaan, laki laki itu akan selalu menjadikan wanita sebagai objek mainan.
Sedikit rahasia yang mungkin akan membuat hubungan antara Julia dan Matheo menjadi renggang. Julia tidak keberatan.
"Dan tentang Diego, tolong sampaikan agar Kendrick membebaskannya. Dan jangan katakan aku adalah Elizabeth, biarkan dia kembali kehilangan Eliana, aku akan menemui Jade Eman. Toh Kendrick sudah menikah. Apalagi pernikahannya sudah cukup lama."
"Kamu yakin, kamu tidak ingin mengenal istrinya?" Tanya Julia dan di balas anggukan oleh Elizabeth.
"Biarlah Semua menganggap diriku Eliana, ini untuk sementara, tidak ada artinya mengenal istri Kendrick."
"Kamu yakin? Bukannya lebih baik bicara terus terang siapa dirimu terutama pada Kendrick?" Tanya Julia memastikan.
"Tidak. Malam ini bolehkah aku tidur bersama Nina?" Tanya Elizabeth meminta ijin pada Julia.
"Tentu saja, Nina putrimu. Dan kamu berhak." Ucap Julia, dia begitu tidak tega melihat kesedihan Elizabeth.
__ADS_1
Ke duanya keluar dari kamar mandi, beberapa polisi wanita sudah tidak ada di tempat, Nina tidur di atas ranjang besar milik Matheo. Apartemen Kendrick tentu tidak bisa di tempati untuk sementara waktu.
Setelah pertemuan Julia dan Kendrick, Matheo terlihat merajuk, saat di beritahu Kendrick kalau Embre adalah mantan kekasih Julia.
"Itu dulu! Dan aku sama sekali tidak tau kalau dia bekerja di kastil timur." Julia mencoba menerangkan kepada Matheo.
"Aku percaya, hanya saja wanita seperti kamu bisa tertarik dengan laki laki receh seperti Embre?" Matheo cemburu tetapi tidak di perlihatkan.
"Itu dulu!" Elak Julia, bahkan dirinya merasa bodoh.
"Cih dasar tidak berprinsip!"
"Matheo jika kamu masih seperti ini, kita benar benar putus!" Bentak Julia mengancam, akhirnya Matheo mengalah walaupun kecemburuannya belum hilang.
Di Kastil barat terlihat kesibukan, para pelayan tengah mempersiapkan kamar tamu untuk di tempati seseorang. Seseorang yang masih menjadi misteri.
Kamar yang di persiapkan untuk Eliana, bersebelahan dengan kamar Noela. Kamar tamu jarang sekali di tempati kini dirubah dengan nuansa moderen.
"Brengsek! Ini tidak mungkin! Teriak nyonya Kendrick di kastil timur, Berta tidak berani membantah. Majikan wanitanya nampak tidak senang karena akan ada satu wanita lagi yang akan tinggal di kastil barat.
"Di mana Embre!" Bentak nyonya Kendrick.
"Belum menampakkan batang hidungnya sudah dua hari ini nyonya." Jawab Berta ketakutan. Berta selalu menjadi sasaran kemarahannya.
"Brengsek! Cari sampai dapat, tanya pada kepala pelayan. Sebelumnya ikuti aku ke kastil barat." Nyonya Kendrick berjalan cepat keluar pintu, menuruni tiga anak tangga lalu melalui jalan setapak memanjang, kanan kirinya di tumbuhi aneka tanaman bunga, setelah tiba di kastil barat nyonya Kendrick menaiki lima anak tangga lalu mendorong pintu dengan keras.
Pertama kali yang di lihatnya adalah dokter Noela, perutnya terlihat semakin membesar, Noela tengah duduk di sofa depan televisi sambil menikmati sepiring biskuit pemberian Maria.
"Kamu!" Ucap nyonya Kendrick. Noela memutar kepalanya, melihat siapa yang datang kemudian dia kembali mengarahkan pandangannya ke siaran televisi.
"Perempuan gak guna!" Bentak nyonya Kendrick, Noela tak mengindahkannya.
Baru saja tangannya mendekati kepala Noela, hendak menjambak rambut, seseorang memasuki pintu kastil.
"Kendrick!"
__ADS_1
Berta sialan! Kenapa Berta tidak memberitahuku, dan aku tidak mendengar suara mobil.
Umpat nyonya Kendrick.