
Selama tujuh tahun menyandang nama besar nyonya Kendrick tapi tak sekalipun dia merasa puas, apalagi kehadiran dirinya tidak dianggap oleh suaminya, selain harta berlimpah dan nama besar suaminya dia tidak pernah merasakan kenikmatan selain itu.
Suaminya tidak pernah meliriknya apalagi menyentuhnya. Susah payah membuat suaminya bertekuk lutut, tapi hasilnya nihil. Dan sekarang dia harus melihat suaminya membawa dua wanita lain ke dalam rumahnya.
Rasa marah dan sakit hati kini kian meledak, tangannya mengepal, kuku kuku jari tangannya menembus hingga ke dalam daging hingga mengeluarkan darah berwarna merah. Nyonya besar merasa jengah dengan topeng yang di kenakan selama ini.
Berapa kali dia mencoba menyingkirkan Elizabeth. Hanya demi mendapatkan Kendrick dia bisa melakukan apapun. Kali ini dia harus mencari orang yang bisa membantunya tak perduli harus turun tangan sendiri.
"Leyton sayang, apakabarmu pagi ini?" Tanya nyonya Kendrick saat melihat putra kesayangan suaminya tengah berada di ruang makan, ada beberapa macam roti baik yang manis ataupun tawar sudah di persiapkan pelayan. Seperti biasa pelayan akan melayani kebutuhan Leyton.
Leyton tersenyum menyadari kehadiran mamanya.
"Kalian pergilah, biar aku yang menemani tuan muda Leyton." Ucap nyonya Kendrick kepada dua orang pelayan yang berdiri di belakang Leyton.
"Tapi." Protes dua pelayan bersamaan. Dia takut meninggalkan tuan mudanya karena seringkali nyonya Kendrick menyiksanya. Padahal dia putra Kandungnya.
Hanya sebuah kode lirikan dua pelayan itu tau kalau nyonya besar marah. Ke duanya pergi ke dapur menyelesaikan pekerjaannya yang lain.
"Leyton, apa masih ingat tentang janjimu? Mama menagihnya sekarang. Ok." Rayu nyonya Kendrick kepada putra semata wayangnya.
Leyton menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Leyton mulai mahami keinginan mamanya tanpa harus menerangkan. Wanita itu sudah merubah putranya menjadi anak yang licik.
Sementara itu di kantor besar Kend Group, proyek Cahaya Timur mendapatkan keuntungan yang sangat besar. Kerja samanya dengan Jede Eman secara tak langsung memberikan manfaat bagi ke dua belah pihak. Tapi menurut laporan Santa, Jade bertindak arogan kepada Carlos dan Luci. Jade kerap menyiksa ke duanya. Carlos dan Luci di asingkan di pulau terpencil di bilangan pulau kecil di Kolombia.
Kendrick tidak perduli dengan tragedi yang menimpa Carlos dan Luci. Baginya selama proyek Cahaya timur tidak mendapatkan masalah ataupun kerugian artinya semua di batas ambang aman.
"Coba kamu cari di pulau mana Carlos dan Luci di asingkan?" Perintah Kendrick, dia berdiri di lantai teratas tepatnya di depan kaca gedung perkantoran miliknya. Memandang barisan gedung gedung yang berada di sekitar kantornya.
"Bos, bukankah sebaiknya kita tidak ikut campur?" Ucap Marco mencoba mengingatkan. Baginya hubungan majikannya dengan Jade tidaklah berjalan baik. Jika di tambah masalah lagi, tentu saja akan semakin membesar.
"Hanya untuk berjaga jaga. Siapa tau kita membutuhkan informasi itu untuk Elizabeth." Ucap Kendrick. Suatu saat dia akan memberitahukan kalau Elizabeth adalah putri Carlos, anak hasil hubungan gelap ibunya.
__ADS_1
"Baik." Jawab Marco singkat. Dia mulai menghubungi Vito, agar segera mengerjakan permintaan Kendrick.
Di park Hause Bogota, Eliana mengunjungi kamar dokter Noela. Ke duanya duduk di balkon kamar tamu yang di tempati oleh dokter Noela. Pemandangan langsung menghadap ke taman dengan bunga aneka warna.
Sebelumnya pintu kamar dokter Noela di ketuk, sebuah suara memanggil namanya, Noela tau kalau pemilik suara itu adalah Elizabeth.
Noela bangun dari tempat tidur, mengangkat tubuhnya dan berjalan menuju pintu, Noela memutar gagang pintu kemudian mendorongnya hingga terdengar suara.
'Klek'.
Nampak wajah canggung Eliana.
"Eliana, masuk." Panggil Noela kemudian mengundangnya masuk. Eliana menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
Ada perasaan canggung saat melihat perut dokter Noela yang membesar. Eliana masih berpura pura amnesia, meraba perut Noela dengan telapak tangannya yang halus. Eliana tersenyum, mengingat saat kehamilannya dulu. Kehamilan dokter Noela tidak sebesar saat Eliana mengandung Nina, bahkan untuk melihat kuku jari kaki saat dia berdiri itupun sangat kesulitan. Saat itu perutnya sangat besar dan seolah bisa meledak.
"Sudah berapa bulan?" Tanya Eliana dengan tangannya masih melekat di perut Noela.
"Pemandangan di sini indah." Celetuk Eliana, dia mulai membuka pembicaraan.
"Apa kamu mau bertukar kamar?" Tanya Noela, Noela merasa kamarnya terlalu bagus untuk dia tempati. Kamar dengan dekorasi warna serba monokrom.
Eliana menggelengkan kepalanya, dia masih berpura pura amnesia, bak kucing yang pemalu Eliana memamerkan kepolosannya. Dia bahkan memuji kecantikan wanita hamil yang ada di depannya. Padahal sebelumnya, Noela tidaklah terlalu cantik. Berperawakan seperti seorang laki laki, tetapi kehamilannya kali ini sangat merubah penampilannya, sangat anggun.
Keduanya duduk di balkon, Maria datang membawakan kudapan dan minuman khas Kolombia. Udara sore yang sejuk, di tambah angin yang berhembus sepoi sepoi menambah suasana menjadi hangat.
"Eliana." Noela kembali membuka pembicaraan. Dia melihat tatapan mata Eliana tidaklah seperti Eliana saat amnesia, bahkan cenderung tatapan curiga.
"Hmm?" Jawab Eliana lirih, ada gurat kekecewaan dari suaranya.
"Maksudku Elizabeth." Ralat Noela. Noela mulai memancing amarah Eliana.
__ADS_1
"Siapa itu Elizabeth, aku Eliana." Jawab Eliana berkilah. Nada bicaranya sangat kesal. Eliana sedikit menjaga jarak. Dia tidak mau banyak terlibat masalah wanitanya Kendrick
"Sudahlah, jangan bersandiwara. Aku seorang dokter, jadi jangan coba coba berbohong padaku." Bujuk Noela.
Eliana tidak menjawab, dia curiga jika Noela berniat tidak baik padanya hanyalah sebagai sandiwara. Apalagi status keduanya sama, sama sama menjadi wanita simpanan Kendrick. Eliana berniat meninggalkan balkon kamar Noela, saat hendak beranjak pergi, Noela menahannya. Menarik salah satu tangannya.
"Duduklah, maafkan aku sudah membuatmu tidak nyaman." Bujuk Noela, dia merasa terlalu tergesa gesa.
Eliana kembali ke tempat duduknya, kursi besi tempa itu seakan mengunci pergerakannya karena sebenarnya dia tidak tau perasaan di hatinya menghadapi perempuan lain yang hamil karena ulah Kendrick, walaupun menurut cerita Julia, semua di awali jebakan nyonya Kendrick, tetapi kali ini Eliana benar benar sakit.
"Kamu marah atau cemburu padaku?" Tanya Noela, keduanya saling menatap, mata mereka seakan saling menggali rahasia masing masing.
"Apa pentingnya pertanyaan itu?" Tanya Eliana. Baginya bagai mana bisa kedua wanita selingkuhan menanyakan perasaan selingkuhan lainnya?
"Penting bagiku. Karena aku sebenarnya cemburu. Baik padamu atau istri Kendrick." Lagi lagi Noela mencoba memancing emosi Eliana demi mengungkap kesembuhan Eliana.
"Lalu apa hubungannya denganku?"
"Ada! Karena menentukan posisiku di hatinya." Ucapan Noela seakan mencurahkan isi hatinya.
"Lucu, kamu menuduhku sembuh dari amnesiaku. Dan sekarang kamu bilang marah dan cemburu padaku. Lihat perutmu! Bukankah itu merupakan jawaban bahwa kamu penting buatnya."
Ke duanya terdiam, Eliana benar tetapi tidak keseluruhannya benar.
"Eliana, taukah kamu kalau kehamilanku hanya sebuah kecelakaan. Dan sebenarnya baik aku atau istrinya tidak mendapatkan tempat di hatinya. Hanya kamu yang di rindukan selama ini. Tenang saja, setelah kelahiran anakku. Aku akan meninggalkan dia. Jika saja aku bisa membeli cintanya...."
"Omong kosong apa ini?" Bantah Eliana.
"Ya, ini bukan omong kosong. Aku tidak berharap banyak pada Kendrick. Aku harap kamu bersedia merawat anakku."
Eliana memandan Noela tidak percaya. Jika perkataan Noela benar sejujurnya Eliana merasa kasihan. Tapi sebenarnya posisi Eliana juga tidak berbeda di banding dokter Noela. Kendrick tidak benar benar mencintainya, dirinya di tempatkan sebagai sasaran kemarahan saja.
__ADS_1