
Luka pada tubuh Kendrick sudah di obati oleh dokter Noela. Yang paling parah adalah luka bekas tancapan garpu yang ada di lengan Kendrick.
"Bekas luka yang ada di tubuhmu begitu banyak bahkan sulit untuk di hitung."
"Itulah laki laki."
Percakapan di antara Kendrick dan Noela sedikit kaku.
"Sayang sekali, orang yang mengenalmu akan berpikir, wajah setampan kamu tapi kulit tubuhnya tidak semulus wajahnya."
"Aku tidak membutuhkan penilaian orang lain."
Kendrick menelan ludah kasar, jika dulu mereka membicarakan masalah seperti hal itu, itu tidak akan mengganggu pikirannya. Tapi sekarang, setelah Noela mengandung anaknya, kenapa menjadi kaku. Kendrick mengenakan pakaian yang baru saja di siapkan oleh Marco. Sedikit menjauh dari tempat duduknya. Dokter Noela peka akan tindakan Kendrick dan dia menyadari perasaan Kendrick tidak untuk dirinya.
Sementara itu Eliana hanya memperhatikan keduanya dari posisi duduknya. Eliana menyembunyikan separuh wajahnya dari balik selimut.
Malaikat kecil pemberian Noela di genggamnya erat erat, matanya tak beralih dari dokter Noela.
Dokter Noela mencoba mendekati Eliana, bertumpu pada ke dua lututnya dan sedikit berjongkok, agak sedikit sulit dengan posisi seperti itu di karenakan perutnya yang sudah mulai membesar.
Awalnya Eliana ketakutan tapi karena dokter Noela yang sudah memberinya mainan kecil berbentuk malaikat, Eliana mulai berani membuka diri.
Eliana mengusap lembut wajah dokter Noela, seakan mencoba mengenali wajah wanita di depannya. Tangan Eliana kemudian berpindah ke bagian perut dokter Noela. Dokter Noela membiarkan perbuatan Eliana hanya demi menghilangkan rasa takut wanita itu.
Tentu saja Noela tak menyia nyiakan kesempatan itu. Sedikit menyibak selimut dan meraih ke dua tangan Eliana, Eliana hanya menuruti tindakan dokter Noela.
"Keluarlah, aku akan membersihkan tubuhnya, berikan kemeja putihmu untuk mengganti pakaiannya." Ucap Noela di tujukan kepada Kendrick. Setelah memberikan satu kemejanya kepada Noela, Kendrick berjalan ke luar pintu dan mencari keberadaan Marco.
"Kita ke ruangan operator CCTV."
"Baik." Jawab Marco singkat.
Marco mengikuti Kendrick dari belakang, Kendrick hanya ingin mengetahui mengetahui bagaimana awal kedatangan Eliana.
Marco membukakan pintu untuk Kendrick, kemudian memerintahkan operator untuk mengoperasikan rekaman beberapa jam sebelumnya.
Operator sudah memainkan kursor pada komputer, gambar vidio mempertihatkan kejadian beberapa jam yang lalu dengan posisi kamera merekam area pintu masuk.
"Pelankan gambar." Perintah Kendrick.
"Bos lihat bagian ini." Suara Marco sedikit keras.
Tampak pada rekaman Elizabeth berjalan tertatih tatih. Beberapa kali terjatuh, tapi gaun putih yang di kenakannya tampak sudah kumal dan kotor.
"Ok, kamu lihat sudut kamera di area parkir." Perintah Kendrick.
Dia ingin melihat rekaman dari sudut pandang berbeda dan sedikit jauh.
Operator kembali mengoperasikan komputernya, tampak rekaman vidio dengan gambar yang hampir sama.
"Sepertinya kita harus melihat vidio rekaman dengan posisi lebih jauh." Ucap Kendrick.
__ADS_1
"Tapi itu tidak mungkin dari CCTV kita bos, hanya kepolisian yang memilikinya."
"Ok, hubungi orang kita yang ada di dalam, katakan kalau aku meminta rekaman itu."
"Baik bos."
Kendrick kembali ke kamarnya, masih ada Noela di dalam.
"Sudah selesai." Ucap Noela.
"Bagaiman dengan lukanya?"
"Di bagian lutut, sepertinya itu luka lama, dan mengalami infeksi. Kemungkinan luka itu belum sembuh dan kembali terkoyak. Tapi aku sudah mengobatinya, untuk sementara waktu bantu dia jika harus ke kamar mandi.
"Ok."
"Aku memerintahkan asistenku untuk mengambil contoh darah Eliana, semoga tidak seperti dugaanku. Tetapi dari ciri cirinya sama." Ucap Noela.
Saat ini Eliana sudah tertidur di lantai, hanya selimut tebal yang menemaninya. Tubuh yang kecil itu meringkuk kedinginan, Kendrick merasa tidak tega. Ingin rasanya memindahkan tubuh kecil Eliana ke kasur busa yang biasa di tempatinya.
"Tapi luka pada tubuhnya begitu banyak, selain luka di lutut masih banyak bekas luka yang lebih parah."
"Hanya binatang yang tega melukai seorang wanita, atau itu mungkin Jade Eman?" Tanya Kendrick. Mengatakan orang lain sebagai binatang karena sudah menyiksa wanita, padahal dia juga berlaku sama.
"Mungkin juga Jade yang melakukannya. Tapi di lihat dari lukanya sepertinya bekas..." Belum selesai ucapan Noela, terdengar ketukan pintu menghentikan pembicaraan mereka.
Kendrick membuka pintu, tampak Marco bersama Matheo datang bersamaan.
"Genderang perang apa? Dan siapa yang mengatakannya padamu?" Tanya Kendrick, dia sudah mulai melirik Marco.
"Bos, bukan aku." Ucap Marco sambil membungkukkan sedikit badannya.
"Ahh di sini tembokpun punya telinga." Ucap Matheo.
"Bos, aku sudah dapat rekaman yang di maksud, kepolisian sudah mengirim copiannya." Ucap Marco memotong, karena dia merasa bersalah pada bosnya, sudah membocorkan informasi tentang kejadian sebelumnya.
Ketiga laki laki itu meninggalkan Dokter Noela dan Eliana menuju ruang operasional CCTV.
Sesampainya di ruang operator CCTV, Marco memerintahkan anak buahnya untuk memasukkan data ke dalam komputer.
Rekaman mulai di putar, cukup lama mereka mencari kejanggalan pada gambar bergerak itu.
"Kenapa belum juga terlihat?" Tanya Kendrick mulai tak sabar.
"Apa kamu tidak meminta kepastian jam atau lokasi?" Tanya Kendrick.
"Sudah bos, karena sudah sesuai perkirakan."
"Memperkirakan apa? Buktinya tidak ada apa apa!" Sela Matheo.
Marco tidak suka ucapan Matheo, karena menganggap di luar kuasanya.
__ADS_1
"Coba lebih di percepat."
"Baik." Jawab Marco singkat.
Gambar bergerak mulai di percepat, hingga terlihat bagian yang mencurigakan.
"Stop." Nada bicara Kendrick dengan intonasi tinggi.
"Coba dekatkan gambar." Perintah Kendrick kepada operator.
Gambar di dekatkan bahkan di perjelas. Tampak sebuah mobil APV tengah menurunkan seseorang dari pakaiannya adalah Eliana.
"Bos benar Eliana, tapi siapa yang mengantarkannya?" Tanya Marco.
"Perjelas plat nomor."
Operator memperjelas gambar itu dan tetlihat seri plat nomor bukan berasal dari wilayah barat.
"Ini kode nomor wilayah selatan." Ucap Matheo.
"Intinya Eliana bukan kabur, tetapi ada seseorang yang mengantarnya." Ucap Kendrick.
Tapi sayangnya, ketiga laki laki itu tidak mengenali siap yang sudah mengantar Eliana.
"kalau begitu kamu selidiki siapa pemilik mobil itu."
"Baik."
"Lihat ini." Teriak Matheo mengejutkan Kendrick.
Terlihat pada rekaman vidio, bagaimana Eliana berjalan tertatih, padahal jarak di turunkannya dirinya dari kendaraan dan club malam adalah cukup Jauh. Elizabeth beberapa kali terjatuh kakinya berdarah. Bahkan tampak pada layar, gaun putih yang di kenakannya mulai kotor dan berdarah.
Menyaksikan rekaman yang menyedihkan itu, Kendrick teringat akan kejadian pengusiran Elizabeth, tiba tiba hatinya dingin dan membeku. Tangannya mengepal, urat pada nadinya membiru.
Sangat sakit!
Kendrick tau kelanjutan vidio di depannya. Dan untuk apa lagi dia menyaksikannya."Hentikan, aku akan menemui Noela."
Setelah mengucapkan itu, Kendrick langsung beranjak pergi kembali menemui Noela.
Setelah kembali ke dalam kamar, dia menyuruh Noela pergi untuk beristirahat.
"Bagaimana keadaannya?"
"Lumayan baik, sepertinya dia mulai tenang."
"Trimakasih, kamu bisa pulang sekarang."
"Ya aku pulang, dan aku harap kamu mengabari keluarganya, bagaimanapun ada seseorang yang tengah mencarinya. Tidak perduli dia Jade atau siapapun." Saran Noela.
"Itu urusanku, trimakasih." Ucap Kendrick, lagi dan lagi Noela kecewa dengan sikap Kendrick.
__ADS_1
Trimakasih untul Like Komen and Vote Gracias.