Cinta Wanita Kumal

Cinta Wanita Kumal
Kemarahan Leyton


__ADS_3

Kendrick tiba di kantor tepat waktu, pria dengan beribu predikat baik kehebatan ataupun gelar yang menakutkan. Satu jam yang lalu dia merasa kesal karena ulah Elizabeth, Elizabeth berani menentangnya bahkan benerapa kali mengajaknya bercerai.


Sampai detik ini Kendrick tidak mengetahui isi surat yang sudah di tandatanganinya. Kendrick berpikir semua akan lebih mudah jika Nina dan David masih bersama dirinya, dengan begitu Elizabeth akan berpikir beberapa kali untuk meninggalkannya. Tapi saat mengingat pada kejadian beberapa waktu lalu, Elizabeth dengan tega memalsukan kematiannya dan meninggalkan Nina demi berpisah dengannya. Hati Kendrick tiba tiba mengeras, Kendrick menekan ke dua sisi kepalanya, terasa berat dan kelelahan. Waktunya tak tersisa, hari harinya habis untuk menemani Noela.


Ada rasa bersalah kepada Elizabeth, perhatiannya yang seharusnya di bagi rata ternyata tidaklah cukup. Tapi perasaan itu di kesampingkan, sementara ini dia harus fokus kepada kesehatan Noela, harapannya setelah Noela sembuh dia akan berpisah dengan baik baik. Balas budi harus di bayarkan, bagaimanapun juga Noela banyak berkorban untuknya.


Marco melihatnya dari pantulan spion yang ada di atas kepalanya. Majikannya terlihat tidak baik baik saja, Marco mengenal Kendrick dengan baik, kondisi Noela yang tak segera pulih sangat menekannya. Sekali sekali Kendrick menengadahkan kepalanya, memejamkan mata dan membuang nafas kasar.


"Apa semuanya baik baik saja bos?" Tanya Marco.


"Teruslah menyetir, jika ada masalah lalu kenapa? Melapor padamu? Kamu bukan ibu ibu komplek bukan?" Jawab Kendrick kesal, sikap yang sangat emosinal dan tak perduli. Marco menelan ludah kasar, dia juga sangat kesal dengan mulutnya yang lemes.


Rapat tahunan pemegang saham tengah berlangsung. Tidak ada yang tak hadir dalam pertemuan rutin tahun ini. Baik pengusaha dari berbagai wilayah ataupun pusat. Desakan akan kemelut mulai terjadi, sebagian menampakkan wajah aslinya. Saham terbesar satu baris di bawah miliknya belum juga muncul. Beberapa wajah lama sebagian sudah menghilang, hanya di wakili oleh dua orang pengacara. Walaupun sebagian kecil menyampaikan mosi tak percaya terkait kemelut rumah tangga Kendrick, tapi pemilihan senator tentunya juga berpengaruh.


Penasehat politik yang di tunjuk oleh Kendrick mengatakan kehidupan pribadi di negara ini tidaklah cukup berpengaruh, di sini adalah negara bebas berpikir, tetapi untuk menjadi contoh yang baik, maka Kendrick harus membenahi masalah pribadi yang di alami termasuk urusan rumah tangga.


Sementara itu Elizabeth mendapat kabar mengejutkan, saat dia tiba di kastil barat, kemunculan Leyton benar benar di luar kebiasaan, sejak tragedi yang menimpa Eva hubungannya dengan Leyton tidak baik baik saja. Padahal rasa lelah di tubuhnya belum juga hilang, di tambah saat kepulangannya Elizabeth menjumpai Maria masih bekerja menjaga Eliana kecil, ternyata Kendrick benar benar tak mempercayai dirinya. Usaha keras Julia dan dirinya tak membuahkan hasil. Elizabeth harus membersihkan diri, mandi dan mencuci rambutnya. Surat perceraian sudah di tandatangani Kendrick bahkan hak perwalian Nina dan David juga sudah di tanda tangani. Lalu menunggu apa lagi? Elizabeth tinggal mendaftarkan perceraiannya di kantor catatan sipil. Dia tau Kendrick tidak akan melepaskan begitu saja. Tetapi Elizabeth sudah merencanakan dengan matang, bahkan tujuan kepergiannya juga sudah di persiapkan.


Elizabeth memasuki kamarnya, membersihkan wajah dengan toner air mawar, pikirannya melayang entah kemana, namun dia di kejutkan oleh dorongan pintu yang sangat keras bahkan pantulannya menabrak diding hingga bergetar.


'Brak'.

__ADS_1


Elizabeth membalikkan kepala, melihat Leyton dengan wajah penuh kemarahan. Elizabeth terkejut sejurus kemudian merasa bingung. Ada apa dengan Leyton hingga wajahnya penuh kemarahan? Apa Leyton masih menyalahkannya atas nasib yang menimpa Eva? Sedemikian besarkah kemarahan Leyton?


"Leyton? Ada apa? Kenapa kamu...?" Tanya Elizabeth, ucapannya belum selesai tetapi Leyton menghentikannya.


Leyton menyodorkan kertas putih bersegel yang sudah terkoyak. Leyton menyodorkan kertas itu kepada Elizabeth dengan tangan gemetar.


Elizabeth menerimanya, dia tidak mengerti maksud Leyton dan Elizabeth mencoba menetralisir keadaan. Elizabeth tidak langsung membaca, dia harus menenangkan keponakannya. Kalaupun Leyton marah bagi Elizabeth tidak masalah, toh sebentar lagi Elizabeth akan pergi, menjauhi kehidupannya bersama Kendrick.


"Leyton maafkan bibi Eli, jika kepergian bibi Eli membuat Leyton senang maka..."


"Baca!" Ucap Leyton tenang namun tegas, nada bicaranya yang santun dan tegas namun berbobot terlihat begitu mirip dengan Kendrick.


Elizabeth membaca kertas bersegel itu, Elizabeth membacanya perlahan, ada kalimat kalimat kedokteran yang menyulitkan, namun beberapa tulisan masih dapat di mengerti.


"Benarkah kamu ibuku?" Tanya Leyton sendu, mengapa perasaannya senang bercampur marah? Senang memiliki ibu seperti Elizabeth, marah karena merasa di buang.


"Ini pasti kesalahan." Sanggah Elizabeth.


"Kesalahan?" Wajah Leyton berubah kecewa, harapannya Elizabeth merasa bahagia memiliki anak seperti dirinya. Tapi Leyton sedih mengingat keadaannya yang sakit sakitan


"Maksud bibi bukan begitu." Bujuk Elizabeth, tangannya mengusap pipi Leyton, pipi bocah kecil ini mulai berisi, kulitnyapun berubah cerah.

__ADS_1


"Kalau memang surat itu betul, dan terbukti aku adalah anakmu, lalu kenapa kamu membuangku?" Elizabeth tidak bisa menjawab pertanyaan Leyton, sebelum mengetahui kebenarannya.


Leyton belum pulih benar, tapi dia cukup pintar untuk mengetahui isi dan arti sebuah surat.


Elizabeth harus mencari kebenaran, bukankah tes perintas itu atas permintaan Noela, nama Noela tertera di kertas itu. Sepertinya Noela melakukannya dengan sembunyi sembunyi. Saat melihat tanggal dan tahun, ternyata tes DNA ini sudah lama di lakukan. Elizabeth merasa menjadi seorang ibu yang bodoh.


"Leyton bibi tidak mengerti apa maksud tulisan ini tapi bibi akan mencari kebenarannya."


Elizabeth memeluk tubuh Leyton, keduanya menangis. Kemudian membaringkan Leyton di kamarnya dan mencium pucuk kepalanya.


"Tidurlah. Aku akan memberikan kabar yang benar."


Elizabeth kembali melangkahkan kakinya untuk keluar kastil, padahal baru saja tiba di rumah sekarang dia harus kembali lagi ke rumah sakit besar. Elizabeth akan bertanya kebenaran ini kepada Noela.


Kendaraan yang mengantarnya begitu lambat, bahkan lalu lintas begitu ramai. Tidak seperti biasanya susana seperti ini.


Elizabeth sudah memasuki pintu gerbang rumah sakit besar, kali ini Elizabeth semakin tak sabar, langkahnya sedikit berlari.


Dia harus menemui untuk menanyakan kebenaran tentang surat ini. Elizabeth memasuki kamar yang di tempati Noela. Ternyata Noela sudah menunggu kedatangannya.


Elizabeth mendorong pintu dengan kasar, suara dentuman mengagetkan Noela yang tengah berbaring seorang diri.

__ADS_1


Elizabeth melemparkan surat bersegel itu, ekspresi Noela benar bemar terkejut entah asli atau pura pura.


__ADS_2