Cinta Wanita Kumal

Cinta Wanita Kumal
Kendrick Berubah


__ADS_3

Kendrick tiba di kastil barat, kendaraan maybach hitam yang di kendarainya berhenti tepat di halaman samping, cuaca sedikit lembab. Curah hujan yang tinggi baru saja berhenti. Marco membukakan pintu bagian kemudi, mempersilahkan bos besar Kendrick untuk keluar dan meninggalkan anak kunci maybach hitam.


Kendrick melepaskan kacamata ray ban hitam yang di kenakan dan di lemparkannya ke belakang, Marco dengan gesit menangkapnya, gerakan seperti itu sudah sering di lakukan Kendrick sehingga Marco begitu hapal dan mahir.


Kendrick memasuki kastil tanpa melewati pintu samping, bahkan dia memilih memasuki rumah dari pintu depan, padahal dari jarak Kendrick akan lebih mudah dari pintu samping, karena kendaraannya terpakir di sana.


Ternyata dia menghindari keberadaan Elizabeth yang tengah duduk di taman tepatnya di samping kolam renang, nampaknya Elizabeth tengah menemani Nina yang sedang berenang.


Ada kesedihan di wajah Elizabeth, dia tau Kendrick tengah menghindar darinya. Tiba tiba air matanya jatuh, sebenarnya dia tidak mau meratapi kesedihan seperti sebelumnya. Tetapi perasaan lelah benar benar tak bisa di hindari. Ternyata kesedihan itu juga di ketahui oleh Maria yang tengah menggendong Eliana.


"Nyonya ke tiga. Aku tadi melihat tuan Kendrick masuk ke kamar nyonya ke dua." Yang di maksud Maria dengan sebutan nyonya ke dua adalah dokter Noela.


"Oh." Respon Elizabeth seolah olah tidak perduli hanya untuk menutupi perasaan yang sesungguhnya.


"Apa nyonya ke tiga tidak menemui tuan Kendrick? Biarkan nona Nina bersama saya, ada kepala pelatan juga." Ucap Maria tulus.


Maria tau beberapa hari ini nyonya Elizabeth selalu menunggu kedatangan suaminya, untuk menanyakan keadaan Leyton.


Mendengar saran dan tawaran Maria akhirnya Elizabeth benar benar mencari keberadaan Kendrick.


Elizabeth memasuki kastil dari pintu depan, melewati ruang tamu yang kosong dan menuju ruang kerja Kendrick yang selama ini adalah diana dia menghabiskan hari harinya di sana.


Pintu terbuka sebagian, Elizabeth mendorong pintu itu sedikit, ada suara halus yang di dengarnya. Ketika pintu terbuka lebar, Elizabeth hanya mendapati Marco tengah membersihkan beberapa buku yang berserakan di atas meja kerja.


"Marco, kamu di sini, lalu dimana Kendrick?" Selidik Elizabeth.


"Bos Kendrick...." Jawab Marco enggan. Elizabeth tidak mengerti mengapa sikap Marco juga berubah mengikuti sikap majikannya? Terkesan menghindar. Ada apa sebenarnya?


"Marco? Aku ingin menemuinya, di kamar utama juga kosong." Ucap Elizabeth kepada Marco. Tidak ada rasa curiga sedikitpun.


"Bos Kendrick? Apa sudah pulang? Aku juga belum melihatnya." Jawab Marco ringan. Seketika wajah Elizabeth membeku, dia tidak percaya, laki laki di depannya yang biasa di anggap kakak ternyata berbohong.


"Kenapa?" Tanya Elizabeth menyelidik.

__ADS_1


"Kenapa apanya?" Jawab Marco ringan. Elizabeth merasa hubungannya dan Kendrick naik turun terkadang dianggap oleh Kendrick, terkadang tidak di perdulikan.


"Kenapa semua berubah hanya karena kesalahan kecil yang aku lakukan?" Tanya Elizabeth putus asa, ke dua tangan di letakkannya di atas perutnya.


Yang di maksud Elizabeth dengan kesalahan kecil adalah kecemburuan Elizabeth kepada Leyton karena mendapatkan perhatian yang lebih besar daripada Nina.


"Sebaiknya jangan ganggu bos Kendrick dulu, masalah penyakit Leyton benar benar membuatnya terpukul."


"Aku tau tapi...."


"Bos Kendrick berada di lamar nyonya Eliana."


"Apa?!" Tanya Elizabeth tidak percaya. Bukankah selama ini mereka berencana pisah? Bahkan masalah ini menjadi pokok utama dalam kembalinya Elizabeth ke sisi Kendrick.


Elizabeth mendengar dialog halus di selingi suara canda di balik dinding kamar Noela, kondisi Noela yang semakin membaik membuat dia bersemangat untuk kembali berinteraksi. Tetapi suara bariton Kendrick terdengar di ikuti tawa Noela yang begitu renyah.


Elizabeth dengan sabar menunggu di depan kamar, duduk di atas sofa bercorak bunga, sesekali melirik jarum jam yang tergantung di dinding.


Penuh kesabaran untuk menunggu keluarnya Kendrick dari kamar Noela, menyandarkan kepalanya dan meluruskan kakinya, satu tangannya mengusap perutnya yang membuncit, Elizabeth kelelahan. Dia akhirnya tertidur, pendingin ruangan yang di pasang, menambah alam sadarnya semakin terbuai.


Elizabeth membolak balikkan kepalanya, mencari keberadaan seseorang yang bisa menjelaskan di mana keberadaan Kendrick, apakah masih ada di kamar Noela ataukah sudah pergi meninggalkan kamar itu. Dan bahkan lampu ruang ini belum di nyalakan, ada apa ini?


Lagi lagi merasa terbuang. Elizabeth menitikkan air matanya.


'Lalu untuk apa Kendrick memaksaku kembali ke Kolombia?'


Apakah hanya untuk menonton kemesraannya dengan wanita lain?


Lgi lagi Elizabeth menekan kecemburuannya, dia tidak mau Kendrick semakin membencinya karena kesalahannya.Elizabeth menarik nafas panjang. Mengira Kendrick sudah kembali ke kamar yang mereka tempati selama ini.


Baru saja Elizabeth hendak berdiri, menahan berat tubuhnya dengan satu tangan, tangan lainnya menekan perut bagian bawahnya. Tetapi tiba tiba pintu kamar Noela di dorong dan terbuka lebar, nampak Kendrick keluar dari dalamnya dengan kaki berjinjit, saat baru melangkahkan kakinya, mata Kendrick melihat keberadaan Elizabeth, ke duanya saling menatap, ada kekakuan pada sikap Kendrick. Layaknya anak kecil pencuri permen, merasa bersalah dan ketakutan.


"Kendrick aku menunggumu." Ucap Elizabeth mencairkan suasana, dia tau kalau saat ini Kendrick tengah menghindar darinya.

__ADS_1


"Emmmm." Kendrick tidak memiliki kata kata yang pas untuk di ucapkan. Dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Aku..."


"Eli, Kendrick hanya menemaniku terapi, di dalam juga ada dokter Artur. Kenapa kamu tidak langsung masuk saja?" Tiba tiba Noela memotong pembicaraan, Noela tengah duduk di atas kursi roda yang tengah di dorong oleh dokter Artur.


"Bukankah tempat terapi berada di samping taman dan di tempat terbuka? Kenapa sekarang berpindah ke kamar? Apa terapinya harus melepas pakaian? Hingga harus melakukan di dalam kamar." Tanya Elizabeth, dia mulai mencurigai gelagat yang aneh antar ke tiganya. Bahkan saat Elizabeth menatap wajah Artur untuk mencari kebenaran, Artur seketika memalingkan wajahnya.


"Iya." Jawab Eliana.


"Tidak." Jawab Kendrick lebih keras.


"Eh iya, eh tidak." Jawab Artur. Ketiganya menjawab bersamaan.


Elizabeth merasa salah tempat, dirinya seakan menjadi seorang pesakitan.


"Kalau begitu aku ke kamar, silahkan lanjutkan kegiatan kalian." Wajah Elizabeth berubah masam, tetapi dia tetap memberikan senyuman agar tidak terjadi salah paham. Elizabeth berjalan tertatih menuju kamar utama.


"Kejar dia jangan sampai salah paham, ayo!" Bujuk Eliana kepada Kendrick dengan kalimat terbata. Kendrick berlari dan menarik tangan Elizabeth yang mulai menjauh.


"Eli! Eliku!"


"Oh, kamu manggilku? Padahal aku sudah terbiasa mendengar kamu memanggilku istri ke tiga, sekarang berubah lagi?"


"Bukan seperti itu."


"Lepaskan, biarkan aku berjalan sendiri!"


Kendrick tidak mau mendengar kalimat Elizabeth, kudian dia menggendongnya menuju kamar utama, mendorong pintu denan satu kakinya. Tubuh Elizabeth yang seper berat tidak sedikitpun membuat Kendrick kelelahan, meletakkan Elizabeth dengan lembut di atas kasur.


"Istirahatlah, aku akan memerintahkan pelayan membawakan makanan ke mari."


"Tapi aku ingin mendengar penjelasan kamu, kenapa begitu lama saat di dalam kamar Noela, apa yang kamu lakukan?"

__ADS_1


"Menemani terapi."


Setelah mengatakan itu, Kendeick benar benar meninggalkan Elizabeth sendiri lagi.


__ADS_2