
Kendrick membuang rokok yang masih menyala di tangannya, dia begitu terkejut saat mendengar ucapan Marco dari sambungan posel miliknya.
Kendrick berlari menuruni tangga melingkar, mengenakan celana jins dan kaos hitam, tak lupa jaket hoodie merk A Day's March buatan Swedia, pakaian santai yang di kenakan Kendrick terlihat sederhana namun elegan.
"Papa." Teriak Leyton dari lantai atas di belakangnya wanita yang tak lain adalah istrinya.
"Kenapa bangun? Ini sudah sangat malam." Ucap Kendrick meyakinkan.
"Kend, Leyton baru saja sembuh dari sakit. Sepertinya dia merindukanmu. Beberapa hari ini kamu jarang menemani." Ucap wanita itu.
Dengan adanya Leyton di samping wanita itu, tentu saja Kendrick merasa tidak enak hati. Tidak mau melukai hati anak kesayangannya, Kendrick membalikkan badannya dan berbalik arah.
"Baiklah, ayo papa temani kamu tidur." Ucap Kendrick mencoba membujuk Leyton. Kendrick kembali menaiki anak tangga. Dia sama sekali tidak memperdulikan istrinya, padahal wanita itu sangat berharap banyak, bahkan Kendrick semakin dingain pada istrinya.
Sampai saat ini kebencian itu tak berakhir, bahkan segala cara di lakukan demi mendapat tempat di hati Kendrick.
"Ley, masuklah. Papa akan berbicara dengan mama sebentar." Ucap Kendrick, Leyton menganggukkan kepalanya tanda setuju. Kendrick menunggu Leyton masuk ke dalam kamar sampai pintu kembali tertutup. Kendrick berjalan mendekati istrinya, tidak ada senyuman di wajahnya.
"Kend, aku mengatakannya demi kebaikan Leyton." Ucap wanita itu, dia tau maksud Kendrick mengajak dirinya berbicara.
Kendrick mendorong istrinya hingga tubuhnya condong mendekati anak tangga teratas. Wanita itu sangat ketakutan, satu langkah lagi dia akan terjatuh.
"Kendrick, maafkan aku."
"Aku tau isi otakmu." Ucap Kendrick sambil menunjuk kepala wanita dengan jarinya.
"Picik!" Umpat Kendrick.
Tangan wanita itu mengepal, demi tujuannya dia harus siap di rendahkan, dia mulai mengeluarkan senjata pamungkas yaitu menangis. Tapi ternyata siasatnya tidak berlaku sama sekali.
"Simpan air matamu, setelah Leyton benar benar sembuh kamu harus kembali ke kastil timur. Paham?"
Wanita itu menganggukkan kepalanya. Kendrick membebaskan istrinya, dan menyuruhnya pergi.
Wanita itu bernapas lega. Tapi ekspresi wajahnya berubah, penuh kebencian dan amarah. Mengusap air matanya yang menetes dengan kasar.
Tunggu sebentar lagi, kamu akan menjadi milikku seutuhnya.
__ADS_1
Wanita itu menghempaskan tubuhnya di atas sofa, tak hentinya dia mengumpat dalam hati. Niat hati ingin sekali tidur berdua bersama Kendrick, dengan cara memanfaatkan Leyton.
Sementara itu di dalam kamar putra tunggalnya, Kendrick menemani tidur Leyton, agak sedikit sulit untuk meninggalkan putranya karena kondisi Leyton belum pulih benar.
Buah kesabaran akhirnya di dapat Kendrick, berhasil membuat Leyton tertidur dan diapun akhirnya pergi menemui Marco.
Tetapi sebelum dia benar benar meninggalkan rumah, sang istri ternyata sudah menunggunya di ruang tamu, wanita itu paham kemana Kendrick pergi? Selain ke club malam miliknya, kemana lagi? Kebiasaan seperti itu sudah di ketahuinya karena sudah lama dia memata matai Kendrick.
"Buka telingamu lebar lebar dan masukkan perintahku ke dalam otakmu. Begitu keadaan Leyton pulih, kamu pindah ke kastil timur. Paham! Dan jangan sekalipun menampakkan batang hidungmu. Dan tidak di perbolehkan mengunjungi kastil barat. Mengerti!"
Hanya memandang manik mata Kendrick yang membesar dan mengepalkan tangan, dia tidak akan menyerah hingga perjuangannya sampai detik ini. Wanita itu tidak mau kehilangan kemewahan yang sudah di dapatnya.
Wanita itu memanggil salah satu orang kepercayaannya. "Embre, Embre!"
Seorang laki laki berlari tergopoh gopoh mendekatinya.
"Cari tau yang di lakukan suamiku sekarang!"
"Baik." Jawab Embre, singkat.
Kendrick mengendarai Maybach hitam dengan kecepatan penuh, mobil hanya berhenti di lampu merah, mendengar kabar dari Marco tentang kedatangan seorang wanita yang akhir akhir ini mengganggu pikirannya.
Kendrick mendorong pintu dengan keras, hingga membuat para penjaga terkejut.
Kendrick memutar kepalanya, pandangannya mengarah di segala penjuru untuk mencari keberadaan Marco, hingga akhirnya pandangan berhenti tepat di atas panggung lap dance. Seluruh pekerja menghentikan aktivitasnya, pandangan mereka tertuju hanya pada satu sosok wanita.
Kendrick berjalan mendekati lap dance, menerobos kerumunan para pekerjanya dan matanya langsung tertuju pada seorang wanita yang meringkuk dengan lutut di tekuk, kondisi pakaian tak beraturan, rambut kotor dan kumal. Wanita yang tak lain adalah Eliana itu hanya bisa menangis ketakutan. Sisa makanan berserakan di depannya. Yang paling menyedihkan kondisi telapak kakinya luka dan berdarah.
Seperti yang di ketahui Kendrick sebelumnya. Sebenarnya wanita ini tidak bisa berjalan, dia selalu menggunakan korsi roda. Bagaimana caranya bisa sampai ke tempat ini? Dan kenapa yang di tuju adalah club malam miliknya? Padahal jarak antara bagian timur dan Bogota sangatlah jauh.
Pakaian putih yang di kenakan berubah warna menjadi kumal dan compang camping, Bahkan pakaian penari yang di berikan Marco kembali tergeletak di lantai.
Kendrick melepas jaket hoodie yang di kenakannya, dan hendak menutupi tubuh Eliana yang kumal.
Saat Eliana pertama kali melihat kehadiran Kendrick, isak tangisnya berhenti. Sedikit membuka diri, menatap Kendrick dengan wajah memohon untuk di selamatkan. Namun emosinya berubah setiap waktu.
"Kenapa tidak kau bawa dia ke ruanganku?"
__ADS_1
"Maaf bos tadinya seperti itu. Tapi nona Eliana terus meronta."
"Kenapa keadaannya seperti ini?" Tanya Kendrick kepada Marco.
Tanpa menunggu jawaban Marco, Kendrick mencoba mendekati Eliana. Eliana tetap bertahan meringkuk ketakutan.
"Hai, kita pernah bertemu beberapa hari yang lalu, apa kamu masih ingat?" Ucap Kendrick mencoba mendekati. Tapi tidak ada respon sedikitpun dari Eliana, Eliana semakin meringkuk ketakutan, ada sedikit air mata di sudut mata indahnya. Menggigit kuku jarinya, beberapa ucapan dan bujukan Kendrick semakin membuat Eliana ketakutan. Eliana tidak mengenali siapapun, dia hanya merasa familiar dengan bangunan ini.
Eliana menjerit ketakutan, kenapa tidak ada yang mengerti dirinya, Eliana hanya ingin pergi ke dalam kamarnya, tidak lebih.
Melihat bercak darah di pakaian Eliana, Kendrick merasa prihatin.
"Bos, apa tidak lebih baik kita menghubungi bos Jade Eman?" Ucap Marco. Marco paham, jika kedatangan Eliana ke club D'Oreon secara sembunyi sembunyi adalah malapetaka bagi hubungan keseluruhan mafia Bogota. Tentu saja hal ini akan menimbulkan perpecahan dan peperangan. Tidak menutup kemungkinan akan ada yang memanfaatkan kesempatan itu.
"Tahan dulu!" Bentak Kendrick.
"Telepon Noela, katakan aku membutuhkannya sekarang. Dan bilang sekalian bawa peralatan kesehatan." Perintah Kendrick kepada Marco.
Semua pekerja melihat perhatian Kendrick kepada Eliana, siapa yang tidak iri? Sementara itu mereka menganggap Eliana hanyalah seorang wanita gila yang kebetulan datang ke D'Oreon.
"Apa yang dia katakan saat kamu menemuinya."
"Hanya lapar bos."
"Dan?"
"Dia makan lahap dan berantakan. Seperti tidak makan selama berhari hari. Bahkan dia gemetaran."
"Tapi mengapa dia masih gemetar? Apa ketakutan dengan sesuatu?"
"Mungkin nona Eliana masih syok."
"Karena apa?"
Kendrick menarik tubuh wanita itu, memeluk dan kemudian menggendongnya. Eliana berteriak memberontak. Eliana sangat ketakutan.
Suasana menjadi tegang, saat tiba tiba Eliana menarik satu buah garpu yang tak sengaja di temukannya dan di tusukkan ke lengan kanan Kendrick.
__ADS_1
Bagaimana apa cukup menarik? Jangan lupa selalu bahagia, Like Komen and Vote Gracias🥰