
Elizabeth berdiri di samping gundukan tanah yang masih basah, entah perasaan sedih atau kekosongan, batinnya benar benar bingung. Kematian Carlos Eman ternyata meninggalkan bekas. Carlos memang tidak tercatat sebagai ayahnya tetapi dia adalah ayah biologisnya.
Tidak ada air mata sama sekali mengiringi kepergian Carlos. Elizabeth seakan menolak statusnya sebagai anak kandung Carlos, bahkan dia malu terhadap Eva, selama ini ternyata dirinya bukanlah anak kandung James. Carlos tidak memiliki siapa siapa bahkan saudarapun tidak, tidak ada yang menagisi kepergiannya. Prosesi pemakaman berjalan dengan cepat dan kaku.
'Entah aku harus berkata apa padamu, yang pasti sebagai anak, aku sangat malu dengan perbuatan kalian. Tapi aku berharap di sana kamu beristirahat dengan tenang.' Batin Elizabeth, tangannya mengusap foto berlapis porselen. Meletakkan bunga krisan putih sebagai ungkapan permintaan maaf Elizabeth karena hatinya belum rela menerima keberadaan ayah kandung.
Langit mulai menggelap, matahari mulai tenggelam di pegunungan barat, pemakaman di kota tua Bogota di pilih Elizabeth, karena di situ tempat peristirahatan yang paling tenang dan mahal. Elizabeth sengaja menghadiahkan itu untuk Carlos semata mata adalah penghormatan terakhir karena sudah menghadirkan dia ke dunia ini. Selain itu memilih pemakaman yang tenang dan sepi karena di yakini Carlos akan merasa kesepian seperti yang di alami Elizabeth selama ini.
Lalu pergi meninggalkan gundukan tanah yang basah. Dia melangkahkan kaki dengan tenang, proses pemakaman berjalan dengan cepat, bahkan tanpa ada yang mengantarkan sama sekali selain petugas rumah sakit dan penjaga makam.
Sungguh ironis, orang sekaya Carlos tidak ada satupun yang menangisi kepergiannya, bahkan Kendrickpun Enggan menemani Elizabeth untuk pergi kepemakaman.
Aksi Kendrick seperti itu di nilai oleh Elizabeth sebagai ke engganan karena Carlos bukanlah siapa siapa baginya. Berbeda yang terjadi pada Luci saat ini.
Padahal tanpa di ketahui oleh Elizabeth, Carlos pernah melukai hati Kendrick saat masih kecil. Carlos pernah membanting tubuh Kendrick kecil, dan melakukan hubungan intim dengan Sara di depan matanya. Carlos penyebab kematian Sara, ibu dari Kendrick. Elizabeth mencibir getir.
'Apa yang di harapkan dari anak hasil perselingkihan sepertiku!'
Elizabeth hanya mengetahui cerita tentang penderitaan Kendrick di masa lalu hanya sepintas saja, untuk detailnya tentu Kendrick menutupi dengan rapi.
Sebagai laki laki tentu dirinya akan malu di perlakukan seperti itu terhadap Carlos, walaupun setelah dewasa, Kendrick merubah nasibnya 360 derajat. Yang awalnya binatang buruan menjadi anjing pemburu.
__ADS_1
Elizabeth menuju kendaraan yang di parkirkan oleh sekretaris He, sejak kemarin lelaki kepercayaan Kendrick itu sama sekali tidak memejamkan mata, dia malah melebihi Kendrick sebagai orang terdekatnya.
"Apa sudah selesai nyonya?"
"Ya, menurutmu apa lagi yang harus di lakukan di acara pemakaman seperti ini?" Jawab Elizabeth kesal. Muka pucatnya benar benar tidak di aliri darah, terasa sekali beban dua hari ini. Untungnya Luci di rumah sakit masih mendapatkan perawatan VIP yang di biayai oleh Kendrick.
"Langsung ke rumah sakit." Perintah Elizabeth, suaranya penuh penekanan.
"Tapi tuan Kendrick menyuruh saya agar segera memulangkan anda ke kastil barat."
"Kalau begitu turunkan aku di sini, katakan pada majikanku kalau ada sesuatu yang harus aku urus.
Sekretaris He mengalah, dia tidak mungkin meninggalkan nyonya Elizabeth di tengah perjalanan, apa lagi jauh dari pusat kota. Beberapa kali ponselnya berbunyi, Elizabeth hanya melirik sekilah, nama Kendrick tertera di layar ponsel.
"Kamu boleh meninggalkan aku, ada sesuatu yang harus aku lakukan." Ucap Elizabeth dingin. Sekretaris He mengangguk tanda mengerti, tapi dia tidak benar benar meninggalkan Elizabeth.
Elizabeth mendorong pintu mobil dan bergegas memasuki pelataran rumah sakit, ada seseorang yang harus di temuinya, yaitu Luci!
Elizabeth melewati lorong panjang yang sepi, hari sudah memasuki malam, suasana di rumah sakit apalagi di lingkup bangsal VIP tentu tidak sembarangan orang lain berjalan di koridor itu.
Elizabeth tiba di bangsal yang di tempati Luci, butuh ketegaran saat dia memasuki ruangan itu. Ternyata Kendrick sudah tidak ada lagi di rungan Luci, entah apa yang di lakukan pria ini di sini.
__ADS_1
Elizabeth melepaskan blazer hitam dan meletakkan di atas sofa besar letaknya bersebrangan dengan brankar, suara bantingan blazer itu membangunkan kesadaran Luci, Luci mencari asal suara itu dengan ekor matanya, dia melihat putri yang dulu pernah di siksanya, dia mengingat dosa dosanya. Air mata keluar di sudut matanya. Ada kegelisahan dari tiap tarikan nafasnya.
Elizabeth melihat banyak selang dan kabel yang tersambung di tubuh mamanya, demi bisa menunjang kehidupannya. Ada masker transparan yang menutupi mulut dan hidungnya yang terhubung dengan tabung berisi cairan gelembung seperti air mendidih, sama seperti gejolak batin Elizabeth.
"Ma, sebenci apa kamu dulu padaku? Katakan sebesar apa?" Tidak ada jawaban dari Luci, hanya gelengan kepala dan ratapan menghiba.
"Kemaren saat perjamuan malam aku bersikap manis karena ada Kendric dan anakku, sekarang aku bisa menyampaikan kekecewaanku."
Elizabeth menarik nafas panjang, membolak balikkan kepala seolah memastikan sesuatu. Ketakutan pada Luci akan aksi putri yang pernah di siksanya.
"Taukah kamu karena statusku hanya sebagai anak hasil selingkuhan, membuat Eva semakin merendahkanku. Dia anakmu bukan?" Elizabeth menangis tersedu, air matanya jatuh di punggung tangan Luci, Luci semakin sedih, ingin rasanya mengucapkan kata maaf, tapi dia tidak sanggup. Dulu dia tidak berbuat adil terhadap Elizabeth semata mata perasaan beesalahnya terhadap James, bahkan saat perjamuan makan malam kemarenpun masih mencari keuntungan di antara ke dua putrinya, sejatinya James mengetahui perselingkuhannya dan menerima Elizabeth apa adanya. Itulah yang membuat hidup Luci sulit.
Tangan Elizabeth gemetar hebat, melihat selang yang tersambung ke tubuh Luci, ingin rasanya membalas sakit hatinya, tapi pikirannya masih normal, dia menarik kembali genggaman tangannya. Elizabeth menangis sesunggukan, di ciumnya Luci dengan rasa haus kasih sayang yang berkepanjangan.
"Mama, kamu kejam kepadaku, tapi aku memaafkanmu. Beristirahatlah dengan tenang!" Ucap Elizabeth terisak. Tangannya meraih tangan Luci di genggamnya telapak tangan yang pucat itu. Ke duanya sama sama mengingat masa lalu yang pahit. Kemudian Elizabeth mengusap air matanya, mulut Luci seakan akan mengucapkan sesuatu tapi sama sekali tidak mengerti kalimat apa yang ke luar dari mulut mamanya, karena tangan Luci yang berniat melepas selang oksigen tentu Elizabeth membantunya.
"Mama mau apa?"
Kalimat terbata bata bata hanya samar terdengar nama yang di sebutnya 'Leyton.'
Elizabeth kembali memasang selang oksigen itu, di dalam hatinya merasa kesal, bahkan di saat kritisnya hanya ada nama Leyton cucu kesayangannya.
__ADS_1
Elizabeth kecewa, kemudian melangkahkan kakinya dan menjauh. Luci sangat kecewa, Elizabeth tudak tau maksudnya. Akhirnya kelelahan dan memejamkan matanya.