
Marco menggeledah kamar hotel itu, baik di kamar mandi ataupun di dalam lemari. Mereka tidak menemukan Elizabeth.
"Minta rekaman CCTV satu jam ke belakang dan langsung kirimkan hasilnya ke ponselku." Ucap Kendrick sarkas.
Marko menganggukkan kepalanya, dia segera berjalan ke luar menemui kantor keamanan hotel. Kendrick duduk di atas sofa, tangannya menyilang di dadanya, kaki kirinya bertumpu di atas kaki kanannya.
"Kamu sudah gila? Cepat keluar!" Bentak Juan. Keadaan dirinya tanpa busana membuat dirinya merasa aneh, apalagi Kendrick menatap dirinya dan wanita di sampingnya tanpa ekspresi.
"Katakan di mana Eli!"
Juan lagi lagi mencibir Kendrick, dia tidak tahan dengan ulah Kendrick yang di anggap di luar kuasanya.
"Kenapa sepertinya apa aku pernah mengenal kamu?"
Juan menelan ludahnya kasar, tidak ada yang tau kalau sebenarnya Juan adalah teman dari Duarte.
Marco memasuki ruang kamar itu dengan tergesa gesa, dia membisikkan sesuatu di telinga Kendrick. Kemudian Marco melemparkan pakaian yang tergeletak di lantai ke wajah Juan.
"Pakai." Ucap Kendrick.
Juan dengan cepat memakai pakaian itu, demikian juga dengan wanita yang ada di sampingnya. Wanita itu kini beralih sedikit menggoda Kendrick. Tetapi Kendrick sama sekali tidak mengindahkannya.
Tiba tiba dua orang berbadan tegap masuki kamar dan langsung memukuli Juan.
Juan tidak sempat berkelit dia tersungkur dengan wajah memar. Wanita penjaja cinta itupun hanya bisa bersembunyi di balik sofa besar.
Kendrick mengibaskan tangan dan membuang angin seketika ke dua laki laki itu menghentikan tindakannya. Marco memerintahkan mereka keluar. Kemudian semua meninggalkan ruangan itu, hanya tinggal Juan tergolek tak berdaya. Dia hanya bisa mengumpat kesal.
"Kendrick sialan, aku akan membunuhmu."
Juan bukan hanya marah kepada Kendric tetapi dia juga kesal terhadap Elizabeth.
Sebelumnya Juan memang menghubungi Elizabeth untuk mengancamnya, karena beberapa hari ini sudah kehilangan jejak Diego. Juan menuduh kalau ada andil dari Elizabeth. Tetapi Elizabeth membantahnya. Keduanya tidak tau kalau saat ini Diego tengah berada di tangan Kendrick.
Elizabeth menemui Juan di rumah makan yang terdapat di hotel itu. Suasana hotel terlihat asri dan sejuk. Elizabeth sedikit bingung dan inklusif. Mengapa Juan harus memilih tempat seperti ini? Bukankah masih ada tempat lain yang lebih pantas?
Apa pantas melakukan pertemuan dengan seorang laki laki yang tidak ada hubungan sama sekali dengannya. Tetapi ini harus di lakukan!
"Aku tidak terlibat dengan menghilangnya Diego, aku tidak bodoh." Ucap Elizabeth dengan nada kesalnya. Tetapi ternyata kehadiran juan tidak sendiri. Dia bersama pengawal yang biasa menemui Elizabeth waktu itu. Pengawal itu menekan Elizabeth.
"Baik! Kamu tidak mengakui itu? Hanya ada satu cara membebaskan Nina dan temanmu."
"Apa?"
"Mendapatkan barang itu atau menikah denganku!"
"Gila! Kamu sudah tidak waras ya?"
Juan berdiri di belakang Elizabeth, Elizabeth berusaha menyingkirkan tangan Juan yang tengah memainkan anak rambutnya.
__ADS_1
"Apa untungnya menikahiku?"
"Tidak ada! Aku bisa mendapatkan yang lebih darimu."
"Lalu."
"Oh iya, kamu tahu betapa menjijikkannya temanmu." Juan mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Maksudmu apa? Jangan katakan kamu sudah memperdaya Julia!" Elizabeth mulai terlihat marah. Orang lain yang melihat kejadian itu menganggap bahwa mereka seperti penagih hutang, dua laki laki menekan satu wanita.
Juan memberi kode pada pengawalnya agar membawa Elizabeth ke dalam kamar yang di sewanya, pengawal itu mencengkeram lengan Elizabeth dengan kencang, Elizabeth merasa kesakitan dan meronta ronta. Untungnya dia memiliki keberanian, menendang alat vital pengawal Juan hingga akhirnya tersungkur. Elizabeth berhasil melarikan diri dan selamat. Sebaliknya dengan Juan, dia beberapa kali memukul wajah pengawalnya hingga kembali tersungkur untuk yang ke dua kalinya.
"Enyah dari hadapanku."
Pengawal itu hanya menganggukkan kepalanya sambil memegang pipinya yang bengkak.
Melalui rekaman CCTV Kendrick dapat melihat penolakan Elizabeth terhadap perlakuan Juan. Terlihat senyum tipis di sudut bibirnya. Dia merasa lega ternyata Elizabeth tidak menemui Juan di dalam kamar hotel. Di dalam mobil beberapa kali Kendrick memutar rekaman vidio itu. Bahkan Marco merasa heran melihat perlakuan itu.
"Apa dia sudah kembali ke D'Oreon?" Tanya Krndrick penuh selidik.
"Sudah bos. Menurut laporan beberapa jam yang lalu." Jawab Marco singkat.
"Hmmm, coba kamu tanya Vito mengenai hubungan Juan dan Elizabeth. Dan kalau tidak salah sepertinya wajah Juan tidak asing bagiku." Ucap Kendrick sambil mengingat ingat.
"Baik." Jawab Marco.
"Baik." Jawab Marco untuk yang ke dua kalinya.
Mobil meluncur di atas kecepatan rata rata. Marco mengemudi tanpa beban, mobil sedan hitam itu melesat bagaikan angin. Tiba di kantor hukum milik Matheo hari sudah menjelang malam, saat memasuki kantor firma semua staf sudah mengenalnya, bahkan pegawai wanita banyak yang mencoba mencuri perhatian agar di pandang oleh Kendrick, tapi Kendrick sama sekali tidak meliriknya.
Kendrick bersama Marco memasuki ruangan Matheo tanpa mengetuk pintu. Melihat Matheo sedang memeriksa berkas perkara yang begitu banyak dan menumpuk di atas meja, Kendrick mentertawakannya.
Matheo sedikit terkejut atas kedatangan Kendrick dan Marco.
Seketika dia langsung berdiri bahkan kursi kebesarannya bergeser beberapa meter.
"Kamu berhutang penjelasan padaku." Ucap Kendrick singkat, membanting tubuhnya di atas sofa milik Matheo. Sementara itu Marco berdiri di sampingnya.
"Aku benar benar tidak tau kalau dia dekat dengan wanitamu." Jawab Matheo.
"Pantas mati!" Ancam Kendrick. Matheo menelan ludah kasar. Matheo tidak menyangka ternyata orang sepintar dirinya dapat di perdaya oleh Juan
"Awalnya Juan mencariku karena meminta bantuan hukum tentang hak perwalian anak."
"Perwalian anak?"
"Ya, tetapi saat itu menurutku Elizabeth tidak setuju dan Juan membatalkan rencana perwalian anak."
"Lalu?" Tanya Kendrick tidak sabar.
__ADS_1
"Emmm."
"Katakan!" Desak Kendrick.
"Karena saat itu aku kecewa sudah menemui dia tetapi ternyata kerjasama itu batal dan waktuku terbuang, maka dari itu sebagai gantinya Juan merekomendasikan aku sebagai kepala biro hukum." Ucap Matheo mencoba berkilah.
"Dan kamu tergoda, tanpa mempertimbangkan persahabatan kita?"
Matheo terdiam, selama mereka bersahabat hanya kali ini mereka berseteru. Itu juga karena jebakan dari Juan.
"Bukan itu maksudku, aku tidak ada niatan untuk itu. Hanya saja saat melihat Elizabeth bersama Juan, aku sedikit kesal.
"Kesal? Kenapa? Bukankah yang seharusnya kesal itu aku? Tidak masalah, dan aku bisa melupakan ini Tapi kamu harus menyelidiki siapa sebenarnya Juan, karena aku sepertinya pernah melihatnya tapi aku lupa di mana."
"Yang aku tau dia berasal dari timur. Apa kamu pernah berurusan dengan mafia timur?"
"Tidak ada!"
Kendrick mengusap dagunya dengan telapak tangan. Nampaknya dia berpikir keras.
"Yang di maksud perwalian anak? Apa kamu tau maksudnya itu benar atau akal akalan Juan? Dan anak siapa?"
"Aku belum sejauh itu."
"Menurut Vito?"
"Dia tidak mendapatkan berita apa apa. Selain wanita bernama Julia."
"Ya sudah, kamu tanya informasi dari dia saja."
"Brengsek kamu. Vito juga berkata wanita itu ada di wilayah timur. Kalau aku menemuinya, bukankah sama saja aku membuka jalan perang."
"Bos, kita mulai dengan asal usul Juan saja bos. Karena sepertinya target utamanya adalah anda." Tiba tiba Marco menyela.
"Kadang otakmu berguna juga." Ucap Kendrick sedikit memuji.
Marco menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Baiklah aku memaafkanmu, karena ini penghianatanmu yang pertama kalinya. Hubungi Vito, kita ketemu di D'Oreon." Ucap Kendrick.
"Oh iya, aku bertemu kakak ipar tadi siang. Sepertinya dia semakin baik. Dia terlihat menghawatirkan kamu." Ucap Matheo.
"Kenapa kamu selalu ribut tentang kakak ipar? Kamu suka?" Ucap Kendrick mengejek.
"Bukan tipeku."
Marco tertawa lepas, Kendrick dan Matheo melihat itu dengan wajah datar. Merasa aneh dengan tawa Marco. Seketika Marco menghentikan tawanya. Keadaan kembali hening.
Cukup seru ya. Jangan lupa Like Komen and Vote ya. Gracias.
__ADS_1